Pelancong Jatuh Saat Berwisata di Air Terjun Gunung Betung

0
1336
Liburan akhir tahun di obyek wisata air terjun, hati-hati Gejala Difteri (Foto: WordPress.com)

LAMPUNG, Bisniswisata.co.id: Nasib malang menimpa pelancong lokal. Siang bolong, saat berwisata di obyek wisata air terjun Gunung Betung tepatnya Register 19, Gunung Rejo Pesawaran, Lampung, jatuh dari ketinggian 15 meter, pada Selasa (17/10/2017) siang. Akibatnya Hendi Pratama (23) mengalami cedera pada mata kiri dan kanan, serta bagian kepalanya cedera.

“Korban langsung dievakuasi ke Rumah Sakit GMC Taman Sari, Kabupaten Pesawaran, Lampung, untuk menjalani perawatan intensif hingga sekarang ini. Korban Hendi nampaknya masih trauma dengan kejadian yang dialaminya,” papar Ipda Santi, Kasubad Humas Polres Pesawaran Lampung, saat dikonfirmasi, Rabu (18/10/2017).

Dijelaskan, Hendi warga Dusun IV Lampung Timur bersama tiga temannya Bandi (25), Efendi (30) dan Yumawan (20), berwisata dengan mengunjungi tempat wisata air terjun Gunung Betung di Register 19. Setiba di Dusun Gunung Rejo, mereka menemui kerabatnya Mail, untuk menunjukan jalan ke tempat wisata air terjun itu.

Setelah sampai dilokasi, mereka menuju di atas ir terjun. Sempat ngobrol, foto selvie, melihat-lihat pemandangan dan merasakan kesujukan disekitar air terjun yang memang masih jarang dikunjungi wisatawan karena tidak pernah dipromosikan. Padahal, panoramanya sangat indah.

Setelah puas melepaskan rasa penatnya, keempatnya bergegas pulang. Naas bagi Hendi, saat beranjak dari tempat duduknya dan berjalan menginjak bebatuan yang licin kemudian tergelincir. “Korban jatuh dari atas air terjun, ketinggiannya sekitar 15 meter. Melihat korban jatuh, ketiga rekannya minta pertolongan warga sekitar kemudian dievakuasi ke Rumah Sakit,” jelas Ipda Santi.

Dihimbau kepada wisatawan, pelancong atau pengunjung tempat wisata air terjun Gunung Betung agar selalu berhati-hati dan mengutamakan keselamatan saat berada dilokasi. Mengingat, kondisinya masih sangat alami dan batunya sangat licin.

Beberapa warga sekitar mengaku Gunung Betung Lampung masih menyimpan mitos yang kuat. Cerita turun temurun yang beredar bahwa dulu ada salah seorang pleton tentara Belanda tersesat di gunung Betung dan hilang tanpa jejak. Tentara Belanda ini memburu tujuh penyebab agama Islam yang masuk ke kawasan ini. Dan kini ada 7 makam para aulia.

Disisi lain Gunung Betung ini punya hutan larangan, yang apabila kita memasuki kawasan hutan larangan ini, kita akan berputar-putar dan kembali lagi ketempat yang sama. Percaya atau tidak, faktanya sudah banyak para pendaki gunung ini yang bercerita ke mimin kalo ini memang benar-benar ada, bahkan kelompok pendaki itu kembali ke tempat yang sama sampai lebih dari 5 kali putaran.

Ciri-cirinya kalo tersesat di hutan larangan, palancong masuk ke perkebunan karet dan keluar di perkebunan coklat, dan berputar seterusnya. “Dulu ada pendatang yang tersesat. Mereka melihat penyadap karet dan bertanya kepada orang itu, dan menunjukkan arah yang sama saat mereka tersesat, ketika mereka beralih, saat melihat kearah orang tersebut, sang penyadap itu sudah menghilang,” katanya.

Juga di kawasan ada ada sebutan SD Markas untuk menyebut SDN 2 Sungailangka. Karena lokasi sekolah ini, dulunya bekas markas tentara Belanda. Kalau malam jumat, warga sekitar sering mendengar suara kebisingan di bagian sekolah namun saat ditengok tidak ada apa-apa.

Disarankan jika mendaki gunung Betung apalagi menyaksikan air terjun, hendaknya berperilaku bagus, berkata sopan dan jangan mengejek apalagi menghina. Juga jangan merusak, mengambil sesuatu yang ada di kawasan yang masuk ke Taman Hutan Raya Wan Abdul Rahman (TAHURA WAR). “Bisa jadi korban yang jatuh melakukan hal yang tak berkenan selama berada di Gunung Betung,” tambahnya sambil enggan disebut namanya. (*/NDIK)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.