Pelancong 6 Negara Jadi Lokomotif Utama Pariwisata Sumut

0
1210
Wisata naik gajah di Takahan Sumut (Foto: google.com)

MEDAN, test.test.bisniswisata.co.id: Dinas Pariwisata Pemprov Sumatera Utara masih mengandalkan kedatangan wisatawan mancanegara (wisman) asal Malaysia, Singapura, Tiongkok, Jerman, Australia dan Belanda, untuk meningkatkan perekonomian dari sektor wisata daerah tersebut.

“Dari kunjungan wisman ke Sumut yang tercatat sebanyak 20.103 orang pada Januari 2015 itu terbanyak berasal dari enam negara tersebut,” kata Ketua Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (Asita) Sumut, Solahuddin Nasution, di Medan.

Dominasi atau kunjungan terbesar dari enam negara itu terjadi hampir di setiap tahun. Bahkan, kunjungan turis Tiongkok menunujukkan tren meningkat setiap tahun.

Pada Januari 2015, misalnya, kunjungan turis Tiongkok naik 6,79 persen dari Januari 2014 atau mencapai 519 orang. “Adanya rencana pembukaan penerbangan langsung dari Tiongkok ke Bandara Kualanamu diyakini akan meningkatkan kunjungan wisatawan dari negara itu,” kata Solahuddin.

Solahuddin memaparkan meski pengaruh penguatan dollar AS terhadap rupiah belum mempengaruhi kunjungan wisman ke Sumut pada awal tahun ini, tetapi diperkirakan kedatangan wisman pada 2015 akan naik dibandingkan tahun 2014.

Seyogianya, lanjut Solahuddin, kalau rupiah melemah, kunjungan wisman memang naik, tetapi hingga Januari belum terlihat.
Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) Sumut, kunjungan wisman pada Januari 2015 turun 11,03 persen atau tinggal 20.103 orang dari Januari 2014 yang mencapai 22.594 orang.

Kecuali dari Tiongkok dan Thailand, kunjungan wisatawan dari berbagai negara mengalami penurunan. “Krisis global masih berdampak pada kunjungan wisman ke Sumut,” katanya seperti dilansir laman Antara, Senin (30/3/2015).

Gubernur Sumut Gatot Pujo Nugroho meminta semua pihak terkait untuk mendukung program peningkatan wisatawan yang dicanangkan Presiden Joko Widodo. Salah satu upayanya yang harus dilakukan adalah dengan mengembangkan wisata MICE (meeting, incentive, convention dan exhibition).

Pengembangan MICE sangat memungkinkan di Sumut, khususnya di Kota Medan di mana keberadaan hotel dan restoran cukup memadai. “Pembebasan visa 30 negara yang dilakukan Pemerintah Indonesia juga mendukung Sumut untuk meningkatkan MICE,” tambahnya. ****

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.