Upah Rendah, Pekerja Restoran McDonald Kompak Unjuk Rasa

0
963

NEW YORK, test.test.bisniswisata.co.id: Ribuan karyawan restoran cepat saji McDonald di Amerika Serikat (AS), menggelar aksi demo di 236 kota di AS. Unjuk rasa ini menuntut perbaikan upah. Aksi ini digelar setelah Presiden Barack Obama dan sejumlah anggota parlemen meminta peningkatan upah minimum di AS.

Demo tidak hanya terjadi di kota-kota besar seperti New York, Chicago, Miami, dan Washington, tapi juga di kota-kota kecil di sekujur AS. Ini adalah demo menuntut perbaikah upah terbesar dalam beberapa tahun terakhir.

PressTV melaporkan ratusan pengunjuk rasa, terdiri dari karyawan dan pendukungnya, malah ada yang ditangkap karena dinilai brutal.

Karyawan McDonald menuntut upah 15 dolar per jam untuk mereka yang telah bekerja dua tahun. Awal bulan lalu, McDonald mengumumkan menaikan upah dan menawarkan liburan yang dibayarkan kepada karyawan toko milik perusahaan.

“Justru pengumuman McDonald itulah yang menggerakan aksi demo ini,” ujar Mary Kay Henry, presiden Service Employee Internasional Union — organisasi buruh yang mendukung demonstrasi.

Menurut Kary Henry, ini menunjukan jika kita duduk bersama sesuatu bisa diubah. “Ada momentun semua orang bisa bersama untuk memperbaiki kehidupan mereka. Itulah yang terjadi saat ini,” lanjutnya.

Upaya perbaikan upah dimulai November 2012 oleh sekitar 200 pekerja McDonald di New York. Itu terjadi berulang-ulang, dan menjadi sesuatu yang biasa.

Di New York City, sekitar 300 orang pendemo memenuhi restoran McDonald’s dekat gedung Empire State. Setidaknya ada 60 kota yang terimbas aksi mogok ini, selain New York, unjuk rasa juga digelar di Chicago, Detroit, Boston, Atlanta, Hartford, Los Angeles, Milwaukee dan St Louis.

Di restoran siap saji Wendy’s, New York City, sekitar 150 pekerja berteriak: “Kami tidak bisa hidup dengan 7,25 dolar AS.” Banyak pekerja mengatakan mereka tidak bertahan hidup dengan gaji minimum yang jika ditotal setahun mencapai 15.000 dolar AS atau sekitar Rp168 juta per tahun dengan catatan kerja penuh waktu, tetapi sangat jarang bagi mereka untuk bekerja penuh dalam sepekan.

Di Raleigh, North Carolina, sekitar 30 pekerja restoran siap saji menggelar protes di luar restoran Little Caesars. Julio Wilson salah seorang pekerja mengatakan dia mendapatkan 9 dolar per jam dan telah bekerja di restoran tersebut selama enam bulan.

Dia mengaku gaji yang dia terima tidak cukup untuk menghidupi dirinya dan anaknya yang berusia lima tahun. “Saya tahu saya mempertaruhkan pekerjaan saya, tetapi ini adalah hak saya untuk memperjuangkan apa yang pantas saya dapatkan,” kata Wilson.

Selain menuntut kenaikan 15 dolar AS per jam, pekerja juga meminta ada kebebasan berserikat bagi mereka tanpa ada intervensi dari pengusaha.

Presiden AS Barrack Obama menyerukan kenaikan upay minimum federal dari 7,25 dolar per jam menjadi 10,10 dolar per jam, sebagai upaya mengurangi ketimpangan pendapatan yang kian meningkat. Di AS, upah minimum belum meningkat sejak 2009.

Anggota Kongres meminta agar gaji saat ini dinaikkan menjadi 9 dolar AS atau Rp 101.000 per jam dari sebelumnya 7,25 dolar AS atau Rp81.000 yang dibuat tahun 2009.

Sementara para pekerja restoran siap saji menuntut kenaikan gaji sebesar 15 dolar AS atau sekitar Rp 168.000 per jam, dua kali lipat dari sebelumnya.

Menanggapi tuntutan ini, dua restoran siap saji terbesar McDonald’s dan Burger King Worldwide menyatakan mereka tidak memutuskan pembayaran gaji di mayoritas restoran mereka di AS yang mengoperasikan sendiri dengan sistem waralaba.
Selain itu kedua perusahaan ini juga berlasan bahwa kenaikan gaji akan menyebabkan kenaikan biaya dan harga.

Industri restoran siap saji di AS dalam kecaman karena sistem kerja paruh waktu, padahal pada sektor ini menyumbang peningkatan angka tenaga kerja sejak resesi lalu. (marcapada@yahoo.com)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.