Pedangdut Yati Hapsari Terinspirasi Jamu Tradisional Gendong

0
2063
Pedangdut Yati Hapsari dan Bupati Wonogiri Joko Sutopo.

CIKARANG, test.test.bisniswisata.co.id: Jamu tradisional Indonesia hingga kini masih tetp dihati dan digemari masyarakat, termasuk jamu gendong yang berkeliling kampung. Ternyata salah satu pedangdut Indonesia, Yati Hapsari punya semangat untuk berkarya melestarikan jamu gendong sekaligus tetap berkicimpung di dunia musik dangdut juga campur sari,

Jebolan Dangdut Mania dadakan (DMD), MNC TV bertambah semangat, setelah Bupati terpilih Kabupaten Wonogiri priode 2016-2021 Joko Sutopo atau yang di Kenal dengan Mas Jekek memberi dukungan dan semangat terhadap Yati Hapsari yang juga kelahiran Wonogiri tahun 1985.

“Saya tambah semangat untuk berkarya melestarikan jamu gendong, juga tetap eksis di jalur musik setelah mendengar Pak Joko bercerita”, ungkap Yati Jamu – panggilan akrabnya saat berjumpa dengan Bupati Wonogiri terpilih tersebut pada acara silaturahmi Paguyuban muda mudi Wonogiri (Pendowo), di Pasar Bersih, Cikarang, Jawa Barat, pekan lalu.

Yati, pelantun lagu campur sari berjudul Wonogiri – Jakarta juga Janda Galau (Jagal) albumnya laris manis di pasaran bahkan sempat menempati tangga lagu-lagu campur sari di Jawa Tengah. Selain menyanyi, Yati juga suka koleksi batik, dan kerajinan daerah. “Bahkan saya gemar kuliner tradisonal daerah seperti gaplek. Terus terang saya ingin melesatarikan yang berbau daerah,” tambahnya.

Bupati Joko Sutopo mengucapkan terimakasih kepada masyarakat Wonogiri serta memberikan motivasi kepada masyarakat yang hadir disana bahwa pencapaian cita-cita tidak terpaku dari kondisi ekonomi orang tua yang pas-pasan. “Ada kesempatan yang diberikan masyarakat Wonogiri dalam pesta demokrasi kemarin, yang konon katanya Jekek dari keluarga miskin atau keluarga anak bakul jamu,” terang Bupati.

Mas Jekek akhirnya membeberkan keprihatinan yang dialaminya bersama keluarga saat berada di di Jakarta. “Saya hidup dari keringat sang Ibu yang ketika itu berjualan jamu gendong di Jakarta”, lontar Joko.

Menanggapi tentang pelestarian jamu gendong, dirinya akan memberikan dukungan kepada pewaris budaya yaitu para penjual jamu gendong, salah satunya Yati Hapsari yang menuangkan kreasinya bakul jamu saat menyanyi di atas panggung.

Menurutnya banyak kaum perempuan di perantauan memperbaiki perekonomian dengan berjualan jamu.”Kami support Yati jamu, karena ada 35 persen perempuan asli Wonogiri berjualan jamu, berarti kita harus mendukung dan melestarikan warisan jamu gendong”, tutup Bupati yang murah senyum. (*/e)

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.