Home INDEX Pavilion Indonesia Berkibar di Horecava Expo 2016

Pavilion Indonesia Berkibar di Horecava Expo 2016

0
787
Nederland, Amasterdam, 12-1-2015Horecava 2015Vrij gebruik in het kader van HorecavaFoto: Ton van Vliet, Terborg

AMSTERDAM, test.test.bisniswisata.co.id: PRODUK Indonesia kini semakin memiliki posisi penting dalam pangan dunia. Hal ini dibuktikan, dengan hadirnya Pavilion Indonesia acara expo pangan nasional terbesar di Belanda, Horecava 2016, di Amsterdam RAI, mulai tanggal 11-14 Januari 2016.

Atase Perdagangan Republik Indonesia di Belanda, Rinaldi Agung Adnyana, mengatakan, pavilion Indonesia berdiri di atas area seluas 80 meter persegi. Pavilion ini, kata dia, diprakarsai Kementrian Perdagangan (Kemdag) dan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Den Haag, Belanda.

“Pertama kalinya, Pavilion Indonesia hadir dalam acara ini. Tujuannya mendorong produk-produk Indonesia berkualitas masuk ke pasar Eropa tak hanya di Belanda,” ujar Rinaldi dalam siaran pers yang diterima Bisniswisata.co.id di Jakarta, Jumat (15/01/2016)

Ajang Horecava 2016 merupakan perhelatan terbesar untuk pelaku industri Hotel (Ho), Restoran (Re), Catering (Ca), dan Vakbeurs (Fair Trade) yang menyasar lebih dari 50.000 pengunjung. Expo diikuti lebih dari 53 negara, termasuk negara Asia lainnya yaitu Pavilion China dan Pavilion Thailand.

“Sungguh membanggakan produk Indonesia bisa menjadi bagian dari Horecava 2016 yang sudah diselenggarakan untuk yang ke-60 kalinya di Belanda,” jelas Rinaldi.

Event Organiser Indonesia Pavilion, Detty Janssen mengatakan, produsen dan importir produk Indonesia memamerkan 8 peserta yang berhasil menembus pasar dunia untuk diperkenalkan secara lebih luas pada masyarakat Eropa. “Pavilion Indonesia juga tidak hanya menghadirkan para produsen, tetapi juga menggandeng para importir Nivo, Kopi Dua dan juga Fish Tales yang telah memasukkan produk-produk Indonesia di Belanda,” kata Detty.

Dan untuk meningkatkan kerjasama yang baik antara pemerintah Indonesia dengan para importir, ajang ini juga diharapkan dapat membantu para importir untuk meningkatkan produknya. Hal tersebut dilakukan, agar pemasaran produk Indonesia dapat menjangkau konsumen sekaligus dikenal lebih luas lagi dan memiliki varian yang lebih banyak, beragam, dan memenuhi kebutuhan pasar di Eropa tak hanya di Belanda.

Produk-produk Indonesia selama ini hanya bisa ditemukan di toko-toko Asia dan belum merata didistribusikan ke toko-toko besar di Belanda.

Selain distributor, Indonesia dengan bangga membawa deretan produk terbaik mulai dari Arsana artisanal infused coconut palm blocksugar, farm direct Indonesian roasted cashews Nuts+Nuts, dan plastik ramah lingkungan Envyplast, satu-satunya plastik di dunia berbahan dasar tepung singkong, Tiga Pilar Sejahtera dengan bakmi telor hingga Cocogreen, arang ramah lingkungan yang berbentuk mini cubes sehingga praktis.

Agar pengunjung yang datang ke Pavilion Indonesia dapat merasakan kekayaan citarasa seluruh produk lokal yang dibawa para produsen langsung, sejumlah chef Indonesia yang menetap di Belanda turut berpartisipasi dan mengambil bagian di pusat dapur yang dibangun di tengah area pavilion.

Tim chef yang diketuai Chef Didi Han, bersama para chef lainnya antara lain chef Yudi Yahya (Rock salt Chilli Pepper Restaurant), Jimmy Lo Hamzah (Bali James Breda), Fitri Chandra (Pulitzer Hotel Amsterdam), Tn Tan dan Cisca Suxma.

Selama 4 hari, mereka mendemokan deretan hidangan kreatif, lezat, dari masakan Asia hingga barat, dari dessert hingga minuman dengan bahan baku yang dipamerkan untuk para pengunjung, antara lain rendang, bakmi, dan bihun goreng, variasi barbekyu, ayam goreng, hingga soto ayam menggunakan rempah lokal Indonesia.

“Selain chef Indonesia, ada juga beberapa chef dari Belanda yang sudah dikenal luas di Eropa mengambil bagian di acara ini, diantaranya adalah Bart van Olphen dan Tim Kan (Asian College Cuisine),” papar Detty.

Sepanjang empat hari, Pavilion Indonesia ramai dihadiri tamu penting dari pelaku industry wholesalers, distributor, hingga importir besar di Belanda. Pavilion Indonesia juga dihadiri para pejabat yang berwenang, mulai dari chargĂ© d’affaires KBRI Den Haag, Ibnu Wahyutomo, hingga charge charge d’affaires KBRI Brussel, Kristanyo Hardojo.

Mereka berkunjung dan memberi masukkan penting bagi produsen pangan yang ingin memasukkan produkknya ke Belanda dan negara-negara Eropa lainnya. Antara lain kebijakan hukum, legalitas, hingga kemasan dan rasa yang sesuai dengan masyarakat setempat.

Tak cukup sampai di sana, Luuk Scholten, General Manager Horecava, juga sering berkunjung dan mencicipi hidangan yang dibuat di dalam Pavilion.

Menurut Luuk, Indonesia memiliki potensi besar untuk menembus pasar Eropa karena produk-produknya begitu khas, dan termasuk negara kaya yang besar dengan tanah subur. Sebagai perwakilan dari Horecava, Luuk berharap Indonesia dapat turut serta kembali tahun depan dan terus konsisten mendatangkan produk-produk terbaiknya. ([email protected])

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.