Paus Albino Migaloo Jadi Perhatian Wisatawan

0
138
Paus Albino di laut Australia (Foto: Twitter.com)

CANBERRA, bisniswisata.co.id: Seekor paus bungkuk albino terpantau berenang di kawasan perairan Mid North Coast di Australia. Paus yang diberi nama Migaloo berusia 30 tahun ini, melakukan migrasi pada musim ini. Paus dewasa jantan ini telah menjadi perhatian para ilmuwan, tontonan bagi turis dan maskot tidak resmi bagi warga Australia selama bertahun-tahun.

Paus ini memiliki bobot sekitar 40 ton dengan panjang 15 meter. Paus ini biasa muncul di Selandia Baru pada akhir Juni setiap tahun sebelum muncul lagi sekitar wilayah Cape Byron atau di kawasan perairan Gold Coast di Australia pada akhir Juli 2019.

Pada 2019 ini, sejumlah wisatawan telah menunggu Migaloo pada saat dia melewati jalur laut di sekitar Great Barrier Reef saat bermigrasi dari laut Antartika yang dingin ke kawasan perairan tropis yang hangat.

Mei 2019, paus Migaloo terlihat berenang di dekat pantai Sydney. Foto Migaloo berenang di sekitar perairan Australia juga muncul belakangan dan tersebar di sosial media. Dan menjadi perhatian wisatawan untuk mengunjungi Australia karena hanya penasaran dengan binatang laut yang langka ini.

10 Agustus 2015, seorang ilmuwan terkemuka, Greg Kaufman yang melihat langsung paus albino yakin 100% bahwa paus putih yang baru saja dilihatnya di pantai Australia adalah Migaloo, paus bungkuk albino paling terkenal di dunia.

Kaufman adalah direktur eksekutif dan kepala ilmuwan di Pasific Whale Foundation. Ia telah mempelajari Migaloo selama puluhan tahun, mengonfirmasi kepada Mashable Australia bahwa paus itu terlihat di Gold Coast, Australia. Tapi tidak semua sepakat dengan klaim Kaufman. Ada beberapa ilmuwan yang meragukan klaim sepihak itu—mereka baru akan percaya jika ada tes DNA.

Terlepas dari setuju dan tidak setuju itu, Kaufman begitu yakin dengan klaimnya itu, terlebih setelah melihat beberapa foto yang memperlihatkan paus legendaris itu. “Itu adalah pertunjukan yang sempurna, ia bisa dikenali dari tubuh dan sirip yang ada di punggungnya.”

Kaufman yang telah mengikuti Migaloo sejak penampakan pertamanya tahun 1991 lalu sangat tahu itu. Pascakemunculan Migaloo tahun itu, Kaufman adalah bagian dari tim yang pergi ke tetua Aborigin yang ada di Teluk Hervey untuk meminta bantuan memberi nama paus itu.

Para tetua itu kemudian menamainya “Migaloo”, yang dalam bahas suku mereka berarti “kawan putih”. Kaufman mengatakan penamaan tersebut adalah suatu kehormatan terhadap makhluk ikonik tersebut.

“Dalam tradisi Aborigin, hewan putih itu dikirm ke sini (Australia) untuk mengingatkan kita ikhwal keunikan kehidupan, juga kesucian hidup,” Kaufman menjelaskan. “Mereka percaya bahwa hewan dan individu yang berwarna unik harus dihormati dan tidak didiskriminasikan. Budaya Aborigin memperlakukan hewan-hewan tersebut laiknya dewa, sebagai lambang spiritual.”

Selain ekor serta warna putih yang ikonik, yang menjadi khas dari paus ini adalah adanya serupa lelehan air mata yang begitu menonjol. Tak hanya itu, “Ada benjolan di bawah siripnya. Benjolan juga terdapat di sebelah kiri kepalanya,” tegas Kaufman.

Direktur Sea World, Trevor Long, dan peneliti dari White Whale Research Centre, Oskar Petersen, menjadi beberapa peniliti yang tidak yakin dengan kalim Kaufman. Long melihat, paus yang baru saja muncul itu terlalu kecil untuk disebut sebagai Migaloo. Pun begitu dengan Peterson. Kepada laman Mashable Australia keduanya menyebut paus itu sebagai Migaloo Junior.

Tapi Kuafman, yang merasa memiliki hubungan paling dekat dan intim denga paus putih, menyebut bahwa Migaloo sebenarnya tidak sebesar yang dibayangkan banyak orang. “Fakta menunjukkan, ketika berenang, ia lebih seperti paus maraton.”

Kaufman juga berpikir bahwa Migaloo telah muncul di Selat Cook, Selandia Baru, beberapa minggu sebelumnya. Seperti halnya yang muncul di Australia, paus bungkuk yang muncul di Selandia Baru, oleh beberapa pakar, disebut juga dengan Migaloo Junior.

Migaloo kini diperkirakan berusia antara 32-36 tahun dengan panjang 13 hingga 14 meter—dan ini lebih kecil dibanding paus bungkuk pada umumnya. “Orang memiliki mitos tentang Migaloo, mereka berpikir bahwa Migaloo lebih besar dari ukuran aslinya—yakni lebih besar daripada paus terbesr, dan itu salah kaprah,” terang Kaufman.

Migaloo menjadi unik karena ia dianggap sebagai satu-satunya paus bungkuk albino di dunia. Ia muncul di awal 1990-an. Sementara Migaloo Junior, yang oleh beberapa pakar disebut juga dengan Chalky, pertama kali muncul pada 2001, dan hingga kini belum dikonfirmasi apakah ia bagian dari Migaloo yang legendaris itu. (NDY)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.