Pasien Geriatri Juga Membutuhkan Wisata

0
1257

JAKARTA, Bisniswisata.co: Periode usia lanjut, yaitu di atas 56 tahun merupakan tahap yang istimewa dalam kehidupan. Sebagian orang usia lanjut tetap sehat dan mandiri, namun sebagian lainnya sakit sehingga kemandirian dan kualitas hidup menurun.

Pasien usia lanjut (geriatri) biasanya memiliki penyakit yang lebih kompleks, kemandirian hidup berkurang, mengalami masalah nutrisi dan harus mengonsumsi banyak obat sekaligus.
“Selama ini ada salah persepsi mengenai orang lanjut usia dengan pasien geriatri, keduanya serupa tapi tidak sama,” ujar Dr Aulia Rizka, SpPD dari RSU Bunda Jakarta pada acara Media Gathering “Kualitas Hidup Lansia” di RSU Bunda, Jakarta belum lama ini.

Orang usia lanjut dan pasien geriatri menurutnya adalah mereka yang berusia di atas 60 tahun, tetapi pasien geriatri adalah usia lanjur dengan beberapa penyakit dan masalah biopsikososial.
Berbagai penyakit yang diderita membutuhkan pendekatan khusus untuk penanganannya, seperti diabetes mellitus, hipertensi, nyeri sendi, penyakit jantung, osteoporosis, gangguan keseimbangan, gangguan nutrisi, stroke, Parkinson, dimensia/pikun, dan sebagainya.

“Pasien Geriatri biasanya memiliki panyakit lebih dari dua. Perawatan penyakit pada pasien ini membutuhkan pendekatan khusus karena biasanya gejala penyakit tidak khas dan fungsi organ sudah menurun sehingga pemberian banyak obat kepada di pasien harus dilakukan dengan pengawasan,” ungkapnya.

Menurutnya pelayanan geriatri juga bisa dilanjutkan di rumah atau layanan geriatric homecare. Tetapi perawatan lanjutan di rumah tidak menggantikan pentingnya perawatan di rumah sakit karena tidak untuk semua kasus bisa dilakukan di luar rumah sakit.

“Pada lansia yang menderita demensia bertambah kompleks, dengan ditandai gangguan memori yang mengganggu aktivitas sehari-hari, pasien ini juga sulit konsentrasi dan komunikasi. Mereka terlihat depresi, seperti tampak berhalusinasi, dan mengalami gangguan perilaku serta penurunan berat badan yang tidak diketahui penyebabnya,” paparnya.

Lebih lanjut Aulia mengatakan, “Wisata juga penting buat lansia pilih yang ringan-ringan saja namun menyenangkan serta disukai mereka”.
“Kalau kondisi fisiknya masih bisa berjalan dengan baik, bisa jalan-jalan santai di taman atau di halaman rumah yang terkena paparan matahari. Jika lututnya sakit-sakitan, bisa diajak berenang. Pilihan lainnya bersepeda statis,” ungkapnya.

Menurutnya waktu untuk berwisata lansia harus diperhatikan. Jika senang jalan-jalan pagi, sebaiknya dilakukan pada pukul 08.00-09.00 WIB karena saat itu sinar matahari menyuplai banyak vitamin B yang bagus untuk tulang mereka.

Wisata santai untuk lansia bisa dilakukan dua atau tiga kali dalam seminggu, intinya lansia harus diajak aktif dan harus dilibatkan dalam kegiatan-kegiatan.

“Jangan dibiarkan diam saja di rumah, jika dilibatkan dan merasa dibutuhkan mereka akan senang, percaya diri, dan ingatannya menjadi bagus,” jelas Aulia.

Sementara pada kesempatan yang sama, Spesialis Gizi Klinik dr Marya Haryono, Sp GK, menjelaskan, “Nutrisi termasuk salah satu factor yang menentukan kualitas kesehatan lansia. Permasalahan mereka mulai dari tidak nafsu makan sehingga berat badan turun.

Selain itu kesulitan makan, persoalan dengan jenis makanan, atau sebaliknya masalah obesitas juga menjadi permasalahan bagi kesehatan lansia.

Marya mengatakan, “Obesitas pada lansia meningkatkan risiko osteoporosis dan masalah pada organ lainnya. Untuk itu diperlukan panduan dalam menjaga kualitas asupan lansia karena kebutuhan nutrisi pada lansia berbeda dengan kelompok usia lain”.

Lansia menurutnya juga membutuhkan nutrisi lengkap dan seimbang, pemberian suplemen harus didiskusikan dengan dokter terlebih dahulu.

Senior Clinic RSU Bunda
RSU Bunda menyediakan layanan komprehensif dan terpadu untuk pasien usia lanjut maupun orang usia lanjut yang sehat dalam upaya pencegahan penyakit, yakni Senior Clinic.

Senior Clinic RSU Bunda memberikan pelayanan bagi siapa saja yang berusia lanjut (di atas 65 tahun), memiliki penyakit terkait proses menua (degenerative), mengonsumsi lebih dari enam jenis obat sekaligus, memiliki masalah nutrisi, riwayat jatuh berulang atau kemandirian yang berkurang. (evi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here