Pasca Pembunuhan, Okupansi Elysta Hotel Nol Persen

0
1304

JAKARTA , test.test.bisniswisata.co.id: Menyedihkan. Tak satu pun tamu kini menginap di Hotel Elysta Jalan Raya Cilincing persis disamping Jalan Kramat Jaya, Koja, Jakarta Utara. Suasana sepi sangat terasa, padahal sebelumnya Hotel Elysta ramai didatangi tamu dari luar maupun warga Jakarta yang meningnap. Sepinya terjadi sejak kasus pembunuhan menimpa Alika (25) ditemukan dengan luka bacok di perut maupun lehernya.

“Sepi sekali Pak. Tamu gak ada yang datang satu pun. Kita sudah melakukan pembersihan selamatan sampai buat tahlilan, hasilnya tak ada perubahan, tak ada tamu yang datang. Padahal sebelum kejadian itu, okupansi atau tingkat hunian bisa mencapai diatas 70 persen. Tapi kini nol persen, nggak tahu sampai kapan,” papar Wari (52) pemilik Hotel Elysta, Rabu (20/7/2016).

Dikatakan, pihaknya sudah berencana membersihkan darah korban di dalam kamar 2C, Lantai 3, namun karena belum diperbolehkan polisi, pihaknya masih menunggu. “Abis kontruksi ini kita akan bersihkan, Pak,” ujarnya.

Wari mengaku, sepinya tamu yang datang diperkirakannya akan berlangsung lama. Pasalnya tamu yang datang mungkin masih merasa risih atau takut karena ada pembunuhan. Alika ditemukan tewas di kamar Hotel Elysta, Koja, Jakarta Utara pada Selasa (12/7) sekitar pukul 18.30 WIB. Korban bersama pelaku cek in di hotel tersebut pada pukul 16.30 WIB.

Tersangka, Syahrul Sidik ditangkap usai merobek perut dan menggorok leher Alika, 24, hingga nyaris putus. Ia kabur menggunakan sepeda motor dari hotel ke Purwakarta menggunakan sepeda motor korban. Saat ditangkap, tersangka berusaha kabur dan tim gabungan terpaksa menembak kakinya di Desa Sawit RT 02/03, Sawit, Darangdan, Purwakarta, Jawa Barat.

Kapolsek Koja, Kompol Supriyanto, mengungkapkan korban merupakan pekerja seks komersial yang sering melakukan check-in ke hotel tersebut bersama pria hidung belang. “Dari hasil pemeriksaan dan penyelidikan kita di lokasi, pelaku tega melakukan pembunuhan terhadap korban karena masalah bau badan sama seperti pembunuhan prostitusi online beberapa waktu yang lalu,” kata Supriyanto. (endy)

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.