Pasca Gempa, Pariwisata Nepal malah Bergairah

0
622
Turis mendaki Gunung Himalaya Nepal

NEPAL, Bisniswisata.co.id: Pariwisata suatu negara sangat tergantung dengan kondisi keamanan, aksi teror, bencana alam. Jika faktor itu menguncang di sebuah negara tujuan wisata mengakibatkan pariwisata di negara itu pasti mengalami keseluan, tingkat kunjungan wisatawan merosot tajam. Namun faktor itu nampaknya tidak berlaku di Nepal. Buktinya, pasca dampak bencana alam tahun 2015, hingga kini pariwisatanya malah bergairah.

Setelah gempa bumi berkekuatan 7,8 skala Richter yang menewaskan 9.000 orang, termasuk wisatawan mancanegara, dan hancurnya bangunan bersejarah, negara yang dikelilingi Pegunungan Himalaya itu kini mulai kembali populer.

Dikutip dari The Independent pada Rabu (26/4), perusahaan perjalanan wisata Intrepid Travel dan G Adventures menyatakan kalau jumlah pemesanan paket perjalanan wisata ke Nepal semakin meningkat. Jumlah pemesanan paket perjalanan wisata ke Nepal pada tahun ini meningkat sampai 70 persen, melebihi jumlah pemesanan pada 2014, tahun sebelum terjadinya gempa.

“Pembenahan industri pariwisata di Nepal setelah terjadinya gempa sangat mengagumkan. Banyak pihak yang mendukung agar Nepal kembali pulih,” kata juru bicara G Adventures, Brian Young.

Dikutip dari Huffington Post, perekonomian Nepal melemah setelah gempa terjadi. Hal itu dikarenakan banyak wisatawan yang masih takut untuk berkunjung, padahal industri pariwisata menjadi penyokong utama perekonomian negara. Akibatnya, banyak warga lokal yang menganggur, padahal selama ini mereka mendapat penghasilan dengan bekerja dalam bisnis wisata di Nepal.

Warga lokal biasa bekerja sebagai pemandu atau pelayan di ratusan objek wisata bersejarah di sana. Setelah gempa terjadi, sekitar 800 objek wisata bersejarah, termasuk istana dan candi, rusak parah. Salah satu yang hancur ialah Durbar Square, yang dinyatakan sebagai Situs Warisan Dunia oleh UNESCO. Saat ini, hanya puing yang tersisa dari objek wisata bersejarah itu.

Bagi yang ingin berkunjung ke Nepal pada tahun ini, jangan lupa untuk mencari informasi kondisi cuaca di sana. Nepal memiliki sejumlah musim, yaitu musim semi (basanta), awal musim panas (ghrisma), musim panas purnama (barkha), awal musim gugur (sharad), akhir musim gugur (hemanta) dan musim dingin (shishir).

Hujan lebat biasa terjadi sepanjang Juni sampai September. Udara yang lebih sejuk bisa dirasakan sepanjang Oktober sampai Desember. Udara lebih dingin biasa bertiup sepanjang Januari sampai Maret. Sedangkan udara kering dan panas terjadi sepanjang April sampai Juni. Tertarik mau datang? (*/day)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.