Pariwisata Korea Utara Mulai Gairah

0
873
Patung Kim Il Sung dan Kim Jong Il di Pyongyang

PYONGYANG, test.test.bisniswisata.co.id: Meski memiliki aturan yang ketat ditambah isu pelanggaran hak asasi manusia (HAM), sektor pariwisata Korea Utara terus bergairah seiring peningkatan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara setiap tahunnya.

Tahun 2005, jumlah wisatawan asal negara Barat yang berkunjung ke negara Komunis itu hanya dalam hitungan ratusan. Sekarang, angka itu naik menjadi 5.000 kunjungan per tahun, tidak termasuk sekitar 100.000 wisatawan asal China. Data berbagai biro perjalanan wisata mulai tertarik mempromosikan Destinasi wisata di Negeri Kim Jong-Un sebagaimana dikutip channelnewsasi.com, Kamis (5/11/2015).

Wisatawan seperti desainer situs web, Fann Saw dan suaminya, mengaku tertarik berkunjung ke negara yang menganut paham Komunis itu, meski sektor pariwisatanya masih terbatas. Tahun lalu, mereka masing-masing membayar sekitar US$2.000 untuk perjalanan selama 12 hari dari Malaysia.

Tahun ini mereka membayar lebih dari US$1.000 masing-masing untuk mengunjungi Pyongyang selama lima hari. “Saya kira sektor pariwisata merupakan cara cepat negara itu menghasilkan uang,” ujar Profesor Cheng Xiaohe, seorang dosen pada Renmin University of China sambil menambahkan Korea Utara masih menghadapi sanksi ekonomi dari Amerika Serikat, Koera Selatan dan Jepang sehingga menjadikan ekonomi negara itu sulit berkembang.

Pariwisata domestik Korea Utara sebagian besar terbatas pada kunjungan ke tempat bersejarah. Destinasi itu pun dikaitkan dengan keluarga Kim yang memerintah negara itu sejak 1940-an. Tamasya di Korea Utara biasanya diselenggarakan oleh pabrik, sekolah, atau lembaga. Liburan keluarga tampaknya hampir tidak pernah ada di Korea Utara. Di luar itu, pariwisata domestik yang begitu populer di Asia pun tidak dilakukan oleh orang-orang Korea Utara. Mereka tidak pernah ke luar negeri kecuali untuk kunjungan bisnis.

Dilansir dari laman Independent, meski tur dikontrol ketat oleh norma, tapi seiring pemulihan ekonomi Korea Utara lebih banyak tempat dibuka sebagai tempat kunjungan. Operator tur luar negeri bekerjasama dengan Biro Umum Pariwisata Negara yang seluruh stafnya menemani wisatawan saat tur.

Sebuah tur wisata dapat dilakukan oleh lebih dari satu orang. Rencana perjalanan dikontrol ketat, sulit berubah jika tur telah dimulai. Tempat kunjungan sangat padat dengan sedikit waktu luang. Sebagian besar programnya merupakan kunjungan ke monumen dan museum. Meski begitu, beberapa tema wisata unik mulai muncul, di antaranya wisata golf, bersepeda, dan Frisbee. Walaupun, sulit dimengerti mengapa ada orang yang pergi ke Korea Utara untuk melempar Frisbee.

Korea Utara memang bukan satu-satunya negara yang menerapkan aturan ketat. Namun tampaknya, hal itu telah menarik orang-orang yang percaya bahwa mereka memiliki hak melakukan hal-hal yang tidak diperbolehkan. Di luar semua pembatasan yang membuat frustasi, operator tur melaporkan adanya peningkatan jumlah wisatawaan ke Korea Utara.

Lantas, apa yang akan dilihat atau dipelajari dari negeri tersebut? Semua tergantung pada sikap yang dibawa. Jika ingin mengonfirmasi prasangka tentang negara totaliter yang diawaki oleh pemimpin zombie, maka Anda akan mendapatkannya. Anda bisa melihat polisi lalu-lintas perempuan memakai kostum komik opera sambil mengarahkan lalu lintas yang relatif sepi. Ada juga pemandangan anak-anak sekolah berbaris dalam kelompok besar di masa sekolah atau masa liburan. Pemandangan tersebut juga yang akan Anda lihat di Korea Utara.

Jika ingin menyaksikan penampilan sempurna pertunjukan teater atau sirkus, atau lelaki berseragam yang bertebaran di mana-mana, Korea Utara-lah tempatnya. Bahkan Monumen-monumen di sana begitu luas, bentuk penghormatan publik kepada para pemimpin yang foto mereka terpampang di mana-mana dan mustahil dihindari. Sejarah Korea disampaikan begitu apik di dalam museum.

Petugas wisata akan terus mengintil Anda kemana pun, mereka terus-menerus meributkan perilaku sampai tahap meresahkan. Barbara Demick, jurnalis yang menulis buku Nothing to Envy tentang Korea Utara menyampaikan rekomendasi. “Gunakan mata Anda,” katanya. “Jangan tidur di bis, lihatlah, dan Anda akan belajar.”

Terutama saat berada di luar Pyongyang, dengan melihat Anda akan belajar banyak hal. Terima saja para pemandu itu berada di sana. Mereka telah terlatih selama bertahun-tahun untuk membelokkan pertanyaan yang sifatnya memusuhi, dan tentu saja mereka tidak akan merendahkan para pemimpin mereka.

Berikut adalah rekomendasi 10 tempat menarik di Korea Utara: Patung Kim Il Sung dan Kim Jong Il di Pyongyang, Kumsusan Memorial Palace, Museum Perang Korea, Pyongyang, Korean War Memorial, Pyongyang, Arch of Triumph, Pyongyang, Rumah keluarga Kim Il Sung di Mangyongdae, Museum hadiah untuk Kim Il Sung dan Kim Jong Il di Gunung Myohyang. Panmunjom dan Kaesong, zona demiliterisasi. Wonsan di pantai timur, yang baru dibuka untuk pariwisata. Hamhung, kota industri dan resor yang baru dibuka untuk pariwisata. Tertarik? (marcapada2015@yahoo.co.id)

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.