Parade Festival Pesona Wisata Nusantara 2015 Tak Optimal Gerakan kunjungan wisnus ke Daerah

0
1283
Peserta Banyuwangi Etno Carnival, di kota Banyuwangi, Jawa Timur pamerkan keindahan kostum (foto; repro travelistasia.com)

JAKARTA, test.test.bisniswisata.co.id: Promosi puluhan parade festival di berbagai daerah yang mendapat dukungan dari Kementrian Pariwisata belum optimal dalam menggerakkan wisatawan nusantara untuk menghadiri festival tersebut. Hal itu ditengarai  akibat minimnya pembinaan dari instansi pemerintah itu untuk menggandeng para stakesholder pariwisata dalam mengemas paket kunjungan wisata menyaksikan beragam festival dalam bingkai Parade Festival Pesona Wisata Nusantara 2015.

“Dalam bulan Oktober hingga Desember 2015 sepengetahuan kami ada 37 event di daerah mulai dari Banyuwangi Etno Carnival hingga Hari Nusantara di Aceh pada 12 Desember mendatang yang mendapat dukungan dari Kementrian Pariwisata. Sayangnya event yang berpotensi untuk menggerakan wisatawan nusantara ( wisnus) agar berkunjung menghadiri festival di berbagai daerah ini justru tidak menggandeng stakesholder seperti Biro Perjalanan Wisata ( BPW) dan perhotelan  sehingga tidak ada paket wisata khusus menyambut event-event di daerah itu, kata Bahriyansyah, Ketua Asosiasi Pelaku Pariwisata Indonesia (ASPPI), hari ini.

Menurut Bahriyansyah, dukungan Kemenpar untuk berbagai festival di daerah bentuknya bisa beragam dan umumnya diserahkan pada Event Organizer ( EO) pemenang tender. Namun sayangnya, pihak Kementrian Pariwisata tidak sepenuhnya memberikan bimbingan atau guideline sehingga  EO dapat berinisiatif dan pro-aktif  menggandeng asosiasi perhotelan, asosiasi perusahaan perjalanan maupun kalangan airlines untuk mengemas paket-paket wisata yang menarik.

“Sejauh ini dari Kemenpar maupun dari Event Organizer belum ada inisiatif menggandeng stakesholder pariwisata. Kalaupun ada BPW yang mengemas paket wisata menonton Jember Festival yang mendunia dan tidak kalah dengan Street Festival di Rio de Jenairo, Brazil biasanya inisiatif dan kreativitas sendiri-sendiri saja,” ungkapnya.

Umumnya untuk dukungan promosi dan publikasipun, perusahaan EO hanya sekedar memenuhi kewajiban membawa sejumlah kalangan pers meliput event-event yang ditanganinya. Padahal kalau saja mereka kreatif dan pro-aktif menggandeng stakesholder pariwisata lainnya maka jauh-jauh hari bahkan setahun sebelumnya semua event yang bertaraf internasional layak dipromosikan di dalam maupun di luar negri,” ungkapnya.

Bahriyansyah berharap kedepan, Kementrian Pariwisata bisa bekerjasama dengan asosiasi pariwisata yang ada untuk mempromosikan dan mengemas paket-paket wisata menunjang event di daerah sehingga investasi milyaran rupiah  yang sudah dikeluarkan pemerintah dapat menggerakkan wisata nusantara karena setiap kehadiran wisatawan di suatu daerah akan memberikan dampak ekonomi yang besar.

“Untuk itu kepekaan para EO untuk mempromosikan kegiatan-kegiatan dan mengemasnya menjadi paket wisata menarik sangat dibutuhkan. Salah satu event besar di akhir pekan ini misalnya, Jakarta Marathon yang dijadwalkan berlangsung 25 Oktober mendatang jika dikemas dengan baik dapat mendatangkan peserta maupun penonton dari berbagai kota besar di Indonesia,” ujarnya.

Kehadiran penonton atau peserta dari daerah dapat dipadukan dengan wisata belanja maupun wisata rekreasi  bagi keluarga Indonesia karena Jakarta bukan hanya dipenuhi mall atau pusat perbelanjaan tetapi juga obyek-obyek wisata menarik.

“Pesona Wisata Nusantara bukan sekedar branding dan pencitraan tetapi bagaimana masyarakat Indonesia mau berwisata ke wilayah nusantara dan menghadiri beragam festival yang ada untuk lebih mencintai tanah air dengan keragaman seni dan budaya,” tegasnya. ( [email protected])

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.