Parade Chef Internasional Semarakkan International Islamic Fair

0
702
Chef Harada di acara televisi swasta di Jakarta (Foto: i1os.com)

JAKARTA, test.test.bisniswisata.co.id: Penikmat kuliner sepatutnya menghadiri gelaran International Islamic Fair (IIF) 2016, di Jakarta International Expo, Kemayoran, 20-23 Oktober 2016. Mengingat, para chef internasional bahkan chef kondang Indonesia sengaja dihadirkan untuk membuka wawasan kuliner dunia di Indonesia.

Dari Jepang chef Harada menampilkan seni membuat sushi yang dikemas dalam acara “Sushi Making Class for Kids”. Pada segmen lain, ajang “Chef Battle” mempertemukan chef Jacob Maugery dari Italia melawan chef Muto dari Indonesia.

Dua negara sahabat pun mengambil peran, chef Adu Amran yang merupakan salah seorang juri Masterchef Malaysia dan chef Syed Shah dari Singapura akan tampil dalam “International Halal Food Cooking Demo”.

Dari daratan Timur Tengah, chef Sezai Zorlu asal Turki akan memperkenalkan berbagai kuliner khas negeri Kesultanan Ottoman tersebut. Adapun line up chef Indonesia, selain Chef Muto IIF juga akan diramaikan oleh kehadiran chef Sisca Soewitomo dan chef Erwin Kuditawati.

Ketua Panitia IIF 2016, Magda Safrina mengatakan, latar belakang acara ini mempererat hubungan antar negara dan komunitas Islam di dunia. Juga mengapresiasi budaya Islami, mengembangkan kerja sama ekonomi, sosial, budaya, kuliner, wisata dan pendidikan Islam se-dunia.

“IIF 2016 adalah sebuah gagasan yang bertujuan memberikan kontribusi nyata terhadap dunia Islam dan masyarakat global,” ujarnya sambil menambahkan cakupan kegiatan IIF 2016 meliputi 5 aspek, yakni Islamic Culture Expo, Islamic Fashion, Islamic Food and Beverage, Islamic Education and Book Fair, dan Islamic Travel.

Detail kegiatannya menampilkan anjungan dan atraksi kesenian dari berbagai negara. Akan digelar pula seminar, peragaan busana, bazar, kelas memasak, bedah buku, pameran sains dan teknologi, serta pameran travel haji dan umrah. “Ada 600 stan lebih dari berbagai negara dan Indonesia yang memeriahkan pameran,” paparnya.

Gelaran IIF bisa menjadi ajang pameran tahunan. Tidak hanya sebagai wadah informasi perkembangan dunia Islam, tapi juga menjadi sarana untuk beraktivitas bisnis dalam skala internasional. “Ini inisiatif yang berani, mudah-mudahan berkelanjutan. Karena antusias kepada Islam dan gaya hidup Islami semakin luar biasa,” pungkasnya.

Rencananya, sedikitnya ada 20 negara yang berpartisipasi dalam kegiatan tersebut, terutama yang tergabung dalam keanggotaan Organisasi Kerjasama Islam (OKI). (endy)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here