Pantura Memerlukan Peneduh

0
544

JAKARTA, test.test.bisniswisata.co.id: Pemanasan global adalah dampak dari revolusi industri. Bila pemanasan global terus tidak terkendali, akibat yang dirasakan Indonesia adalah tenggelamnya pulau-pulau di Indonesia.

“Dampak nyata dari pemanasan global dapat dirasakan di seluruh wilayah Indonesia, khususnya pulau Jawa yang penduduknya paling padat diantara wilayah pulau-pulau Nusantara lainnya,” ujar pakar hukum lingkungan Universitas Airlangga, Suparto Wijoyo di Jakarta, Jumat (6/11/15).

Pantai Utara Pulau Jawa (Pantura) selama ini dikenal sebagai kawasan yang memiliki suhu paling panas. Penyebab teriknya matahari di kawasan ini antara lain tingginya gas karbon dari kendaraan bermotor yang setiap hari melintas. Selain itu berkurangnya pohon-pohon yang berfungsi sebagai penyerap bahan pencemar udara.

Dosen Fakultas Kehutanan Institut Pertanian Bogor, Endes N Dahlan menambahkan, “Penanaman pohon tidak hanya berfungsi sebagai peneduh namun juga sebagai penahan terhadap penyebaran polusi udara dari kendaraan”.

Selain sebagai peneduh menurutnya, pohon yang ditanam sebagai penghijauan seyogyanya juga mempertimbangkan fungsinya yang lain, yakni memperbaiki iklim mikro serta berfungsi sebagai penahan terhadap penyebaran udara dari kendaraan.

Akan tetapi semakin berkurangnya jumlah pohon yang memiliki banyak fungsi untuk kelestarian lingkungan belum banyak disadari oleh sebagian besar masyarakat. Alih-alih memiliki kesadaran untuk menanam kembali pohon, justru semakin mengurangi populasi pohon yang dampaknya sangat merugikan tidak hanya bagi manusia, tapi juga bagi makhluk hidup lainnya.

PBB mencanangkan Sustainable Development Goals (SDGs) dicanangkan Perserikatan Bangsa Bangsa untuk periode 2015-2030. SDGs adalah kelanjutan dari Millenium Development Goals (SDGs) yang berakhir pada 2015.

SDGs membahas 17 goal (target) untuk mewujudkan kehidupan dunia yang adil, sejahtera, dan damai, yang bebas dari kemiskinan, kesenjangan, keterbelakangan, pandemi, kekerasan, terorisme, dan kerusakan lingkungan hidup serta perubahan iklim.

Target ke-13 SDGs tentang Perubahan Iklim (Climate Change) mengamanatkan untuk mengambil tindakan segera dalam memerangi perubahan iklim dan dampaknya. Di dalamnya terjabar antara lain tujuan untuk memperkuat ketahanan dan kapasitas adaptasi terhadap bahaya terkait iklim serta bencana alam di semua negara.

Kontributor terbesar pemanasan global salah satunya adalah rusaknya hutan yang seharusnya berfungsi sebagai penyimpan CO2. Pohon-pohon yang mati melepaskan CO2 yang tersimpan di dalam jaringannya ke atmosfer.

Djarum Foundation melalui program Djarum Trees for Life, juga mempunyai beberapa program penghijauan dan pencegahan erosi lahan hijau yang ada di Indonesia. (evi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.