Pacu Pendapatan Pariwisata, Selandia Baru Galakkan Bungee Jumping

0
1010
Bungee Jumping di New Zealand (Foto: http://www.thestar.com)

AUCKLAND, test.test.bisniswisata.co.id: Pemerintah Selandia Baru kini menggalakkan olah raga bungee jumping sebagi salah satu daya tarik wsiata sekaligus memacu pendapatan pariwisatanya yang sempat kedodoran akibat krisis ekonomi dunia.

Disisi lain, langkah meningkatkan pendapatan itu dilakukan setelah pemasukan negara dari sektor peternakan mulai merosot tajam. Bahkan, negara dengan penghasil buah kiwi terbesar di dunia ini, juga memiliki jembatan tinggi yang bisa dimamfaatkan untuk menikmati sensasi lompatan dari ketinggian. Buktinya wisatawan kian meningkat dengan digalakkannya atraksi yang juga bisa dinikmati para wisatawan asing tersebut.

Selandia Baru memulai komersialisasi bungee jumping untuk wisatawan pada 1988 dengan menawarkan ketinggian 43 meter di Kawarau Bridge, dekat kawasan wisata Queenstown. Sekarang wisatawan bisa menikmati olah raga berani tersebut di sejumlah jembatan dan anjungan termasuk di di Auckland’s Sky Tower dengan ketinggian 192 meter. “Sektor pariwisata pada tahun ini akan tercatat hampir separuh dari ekspansi ekonomi Selandia Baru,” ujar Shamubeel Eaqub, seorang ekonom independen dari Auckland.

Selandia Baru mulai melihat pemulihan yang stabil dan dolar mulai mengalir masuk. Jika mereka tidak melakukannya maka pertumbuhan ekonomi tidak tumbuh sesuai yang diharapkan, katanya sebagimana dikutip Bloomberg, Kamis (3/12/2015).

Pertumbuhan ekonomi hampir mencapai 1,8% tahun ini setelah penurunan harga susu membuat kinerja sektor peternakan melemah yang disertai menurunnya kepercayaan pasar domestik, menurut laporan bank sentral negara itu.

Sekarang dengan melemahnya dolar Selandia Baru hingga di bawah harga enam tahun lalu, para wisatawan mulai banyak masuk. Selandia Baru menghasilkan NZ$11,8 miliar dari wisatawan dan mahasiswa asing selama 12 bulan terakhir hingga 31 Maret lalu. Angka itu mendekati NZ$14,2 miliar yang diperoleh dari ekpor susu, menurut sebuah laporan yang dirilis Oktober lalu. (marcapada2015@yahoo.co.id)

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.