Owner Hotel Sahid Sukamdani Sahid Gitosardjono Meninggal Dunia

0
700
Sukamdani Sahid Gitosardjono

JAKARTA, Bisniswisata.co.id: Innalilahi wa innailaihi roji’un. Prof. Dr. Sukamdani Sahid Gitosardjono meninggal dunia pada Kamis (21/12/2017) pukul 09.15 WIB. Kabar duka diterima dari keluarga almarhum.

“Innalilahi wa innailaihi roji’un. Telah berpulang ke Rahmatullah Suami, Ayahanda, Mertua, Eyang Kakung, Eyang Buyut tercinta kami Bapak Prof. DR.H. KPH. SUKAMDANI SAHID GITOSARDJONO. Wafat, Kamis, 21 Desember 2017, jam 09.15,” demikian pesan yang disebar.

Jenazah disemayamkan di Rumah Duka, Jl. Imam Bonjol no 50 Jakarta Pusat. Pemakaman ba’da Ashar,di Pondok Pesantren Modern Sahid, jl. Dasuki Bakri Km 6, kecamatan Pamijahan. Bogor. “Mohon dimaafkan atas segala kesalahan kekhilafan almarhum dan semoga almarhum Khusnul Khatimah,” sambung pesan tersebut.

“Benar bapak meninggal dan akan disemayamkan di rumah duka di Jl Imam Bonjol,” ungkap Hariyadi Sukamdani, anak kandng yang juga Ketua Umum Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) juga Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo)

Sukamdani menghembuskan nafas terakhirnya di umur 89 tahun. Ia lahir di Solo pada 14 Maret 1928 silam. Sukamdani juga pernah menjadi Ketua Umum di Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) selama dua periode pada tahun 1985, dan 1982 hingga 1985, serta 1985 hingga 1988.

Almarhum adalah pemilik jaringan Hotel Sahid dan Hotel Sahid Jaya International. Seperti dilansir laman Wikipedia, mulanya Sukamdani menjadi pegawai pemerintahan yaitu sebagai pamong praja dan berdinas di Kantor Kecamatan Grogol, Sukoharjo, tak jauh dari Solo. Gaji yang kurang menopang biaya hidup mendorongnya pindah bekerja ke Kementerian Dalam Negeri, Jakarta. Karena merasa tidak puas akhirnya dia memutuskan untuk pindah ke NV Harapan Masa milik Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI).

Di perusahaan itu dia bekerja keras sambil belajar mengenal dunia percetakan. Ketekunannya membuat Sukamdani muda dipercaya sebagai Kepala Bagian Administrasi. Waktu luang sore hari setelah bekerja digunakan untuk kuliah di Akademi Perniagaan Indonesia (API) dan lulus pada 1955.

Pada tahun 1952, Sukamdani mendirikan perusahaan percetakan berskala kecil di rumah kecil sewaan. Berkutat dengan gemeretak mesin dan lembaran kertas, juga percikan tinta, modal awalnya hanya dua buah mesin handpress yang dibelinya di Solo. Tahun 1958, Sukamdani berhasil mengembangkan usahanya. Ia mendirikan, sekaligus menjadi Direktur Utama CV Masyarakat Baru yang juga bergerak dalam bidang percetakan dan penerbitan.

Perusahaan itu mendapat order dari Departemen Dalam Negeri, Departemen Keuangan. Pada tahun 1962, bisnisnya sudah berbiak dengan memiliki tiga percetakan di Jakarta, serta satu lagi di Solo. Sukamdani bisa membeli tanah dan rumah tempat ia menyewa rumah. Kini di atas tanah tersebut berdiri Hotel Sahid di jalan Sudirman yang merupakan jalan utama di ibu kota.

Keuletan dan dukungan istri membawanya memperbesar usaha. Pada 1960 mendirikan PT Sahid Trading & Industrial Co dan lantas mengoperasikan Hotel Sahid Solo. Tahun berikutnya tumbuh hotel baru dan usahanya berkembang pesat di antaranya industri, perdagangan kertas, biro perjalanan, pariwisata, pertanian, konstruksi, perkebunan. Ia juga pendiri Harian Bisnis Indonesia dan saat ini menjabat pemimpin umum.

Semula Sukamdani mempunyai 14 hotel mencakup 2750 kamar dan sudah menerima 15 tanda jasa dan bintang kehormatan atas karyanya. Jaringan hotel Sahid milik Sukamdani termasuk terbesar di Indonesia. Tahun 2013 Sukamdani berencana membangun 30 hotel baru lagi. Selamat Jalan Pak Sukamdani…. (NDIK)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here