Otoritas Bolivia Tutup Maskapai LaMia

0
530
Pesawat LaMia tabrak tebing akibat kehabisan bahan bakar (Foto : REUTERS/Fredy Builes)

MEDELLIN, bisniswisata.co.id: Buntut kecelakaan pesawat yang menewaskan 77 orang, Otoritas Bolivia menutup maskapai LaMia yang mengoperasikan pesawat 2933 pada Kamis (1/12). Otoritas juga mencekal sejumlah eksekutif LaMia dan petugas bandara sepanjang penyelidikan berlangsung.

Hingga kini, penyidik masih merangkai potongan-potongan peristiwa kecelakaan pesawat yang menghantam pegunungan di pinggiran Medellin, Kolombia yang menewaskan 77 orang di dalamnya. Dari seluruh orang yang ada di pesawat, enam penumpang saja yang selamat.

Rincian rekaman percakapan pilot dengan menara pengawas telah bocor ke publik dan disiarkan oleh media massa Kolombia. Dari percakapan itu, pilot pesawat menyebut telah kehabisan bahan bakar. Dalam rekaman, pilot Miguel Quiroga melakukan kontak dengan menara kontrol untuk mendapatkan prioritas mendarat. Tapi operator menyatakan pilot harus menunggu tujuh menit agar pesawat lain dapat mendarat lebih dulu.

“Bu, LaMia 2933 mengalami kegagalan total, listrik mati, tanpa bahan bakar,” kata pilot Miguel Quiroga yang memberitahu menara kendali beberapa menit sebelum pesawat jatuh pada Senin (28/11) malam. “Kami darurat bahan bakar, Bu. Itu sebabnya saya meminta Anda sekali ini,” balas sang pilot.

Dari rekaman tersebut, menunjukkan bahwa pesawat mengalami kerusakan total elektrik dan kehabisan bahan bakar. Temuan ini menguatkan dugaan penyidik bahwa jet telah kehabisan bahan bakar sejak dari Santa Cruz, Bolivia, menuju Medellin.

Kepada AFP, sumber-sumber militer Kolombia menambahkan kondisi kehabisan bahan bakar itu memperkuat kecurigaan bahwa meskipun terjadi benturan hebat tidak ada ledakan. Situasi itu sekaligus memperkuat teori bahwa pesawat kehabisan avtur. Beberapa saat sebelum rekaman berakhir, pilot mengatakan bahwa pesawat terbang pada ketinggian 9.000 kaki atau 2.743 meter. Rekaman suara pilot itu juga dipublikasikan oleh sejumlah media massa Kolombia.

Alfredo Bocanegra, Direktur Otoritas Penerbangan Sipil Kolombia mengatakan meskipun ada investigasi yang mengarah pada masalah elektris, kemungkinan pesawat kehabisan bahan bakar belum dapat dipastikan. Namun para penyidik juga akan memastikan mengapa pesawat tidak memiliki bahan bakar cukup, karena hanya berjarak 5 mi saja dari bandara.

“Kehabisan bahan bakar adalah peristiwa yang sangat sangat jarang terjadi pada penerbangan komersial karena ada begitu banyak pemeriksaan dan pengecekan yang memastikan bahan bakar sudah cukup,” tambah Grant Brophy, salah seorang penyidik keselamatan penerbangan.

Kecelakaan pesawat LaMia ini telah menewaskan 71 orang. Asosiasi Penerbangan Sipil Kolumbia menyatakan pesawat tersebut dilaporkan membawa sejumlah tim sepakbola Brasil Chapecoense. Data sementara menyebutkan enam orang yang selamat adalah tiga pemain, dua awak, dan seorang wartawan. Enam orang itu selamat dari 77 orang yang berada di pesawat.

Pada Rabu (30/11), klub sepakbola Chapecoense menyatakan dua pemain masih dalam keadaan kritis namun kondisi stabil. Sementara penjaga gawang Jakson Follmann yang juga menjadi korban harus diamputasi satu kakinya dan mungkin masih kehilangan kaki yang lain.

Maskapai LaMia, yang mengkhususkan diri dalam transportasi tim sepakbola Amerika Latin, telah menerbangkan banyak klub lokal dan nasional ke seluruh wilayah tersebut, dengan hampir seluruh pemain yang termasuk megabintang Lionel Messi. (*/NDI)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here