Orangutan Bukit Lawang Ganggu Wisatawan, Turis New Zealand cedera

0
1912
Wisatawan di Bukit Lawang (Foto: discover-medan.blogspot.com)

LANGKAT SUMATERA UTARA, test.test.bisniswisata.co.id: Seorang wisatawan asing terluka digigit orangutan di kawasan wisata Bukit Lawang, Bahorok, Langkat, Sumatera Utara (Sumut). Dia langsung dilarikan ke rumah sakit untuk mendapat perawatan.

“Benar telah terjadi kecelakaan digigit orangutan terhadap salah satu wisata asing atas nama saudara Binula Wickramarachchi (27) wisatawan asal negara New Zealand,” kata Letkol Inf Roy Hansen J Sinaga, Dandim 0203 Langkat, Selasa (24/8).

Dia memaparkan, Binula Wickramarachchi diserang saat melakukan tracking di kawasan Bukit Lawang. Dia digigit orangutan yang memang dikenal suka mengganggu wisatawan yang berkunjung ke sana. “Korban di gigit orangutan bernama Minah pada bagian lutut kaki sebelah kanan,” jelas Sinaga seperti dikutip laman Merdeka.com.

Untuk mendapatkan pertolongan, korban dibawa ke rumah sakit. Dia didampingi seorang pemandu bernama Sorta. “Korban sudah dibawa ke RS Columbia Asia, Jalan Listrik, Medan,” pungkas Sinaga.

Wisata alam Bukit Lawang, kini menjadi andalan di Leuser karena memiliki daya tarik satwa langka Orangutan Sumatra semi liar dan panorama hutan hujan tropis. Bukit Lawang atau lebih dikenal sebagai Pusat Pengamatan Orangutan Sumatra berada di Desa Perkebunan Bukit Lawang, Bahorok Langkat Sumatera Utara. Areal ini memiliki luas 200 hektar.

Pada awalnya Bukit Lawang merupakan pusat rehabilitasi orangutan. Namun seiring dengan perkembangannya, daerah ini berkembang menjadi Pusat Pengamatan Orangutan Sumatra atau Viewing Centre. Saat ini Bukit Lawang menjadi obyek wisata andalan di Sumatera Utara yang ramai dikunjungi wisatawan nusantara dan mancanegara.

Mencapai Bukit Lawang dapat ditempuh dengan perjalanan darat dari Kota Medan Sumatera Utara. Dilanjutkan melewati Kota Binjai dengan kendaraan umum melalui terminal bus Pinang Baris Medan. Dapat juga ditempuh menggunakan kendaraan pribadi dengan waktu tempuh sekitar 2,5 jam dari Kota Medan.

Fasilitas di Bukit Lawang meliputi pondok-pondok wisata bernuansa alami dengan tarif bervariasi antara Rp. 100.000 sampai dengan Rp. 500.000 per malam. Fasilitas wisata lainnya yang tersedia berupa restoran, camping ground, feeding site, dan sampan penyeberangan menuju kawasan Leuser. Di Bukit Lawang banyak tersedia pemandu wisata lokal berpengalaman. Bagi pengunjung yang membutuhkan pemandu selama melakukan petualangan di Leuser dapat menghubungi Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Bukit Lawang. ‎ (redaksibisniswisata@gmail.com)

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.