Oneng Setya Harini: Kemenpar Apresiasi Usaha Homestay di Lombok Timur

0
1308
Oneng Setya Harini, Asdep Tata Kelola Destinasi dan Pemberdayaan Masyarakat, Kementrian Paiwisata sebagai penyelenggara ( ke empat dari kiri) bersama para juri, pemenang dan Camat Sembalun, Usman ( kanan).

SEMBALUN, Lombok Timur, bisiswisata.co.id: Kementrian Pariwisata memberikan Apresiasi Usaha Masyarakat Bidang Pariwisata dengan memberikan penghargaan pada homestay di kawasan Lombok Timur dan memilih homestay Kembang Kuning, Rumah Daun dan Sembalun Lodge masing-masing dengan ranking satu hingga tiga.

“Ranking pertama di raih oleh Kembang Kuning milik Lalu Taat seorang mantan petani tembakau yang kini beralih ke usaha pariwisata. Selain mendapat sertifikat dan hadiah berupa uang tunai Rp 10 juta juga mendapat hadiah sarana pendukung homestay,” kata Titien Soekarya, Ketua Tim Juri, hari ini.(19/11)

Untuk ranking ke dua, homestay Rumah Daun milik Achmad Chaidir dari Desa TeteBatu,Lotim mendapat uang pembinaan Rp 7 juta dan Sembalun Lodge milik Royal Sembah Ulun mendapat uang sebesar Rp 5 juta dengan perangkat sarana pendukung homestay dan sertifikat, tambahnya.

Sementara itu dua usaha homestay lainnya yang diluar peringkat tapi mendapat apresiasi adalah dari homestay Backpaker dan Tetebatu Homestay. keduanya meskipun tidak mendapat uang pembinaan namun mendapat sarana pendukung seperti sprei, buku tamu, bantal guling dan lainnya.

Suasana penyerahan penghargaan Apresiasi Usaha Masyarakat Di Bidang Pariwisata ( hss)
Suasana penyerahan penghargaan Apresiasi Usaha Masyarakat Di Bidang Pariwisata ( hss)

Kegiatan yang berlangsung di kantor kecamatan Sembalun, Lombok Timur di hadiri oleh Oneng Setya Harini, Asdep Tata Kelola Destinasi dan Pemberdayaan Masyarakat, Kementrian Paiwisata sebagai penyelenggara. Hadir pula Camat Sembalun, Usman, kadisbudpar Kabupaten Lombok Timur Khairil Anwar, sejumlah kepala desa dan warga masyarakat dari desa-desa wisata maupun anggota Kelompok Sadar Wisata.

Oneng Setya Harini mengatakan apresiasi bagi pelaku usaha homestay untuk memotivasi dan mendorong masyarakat agar lebih profesional dalam menjalankan usaha rumahannya yang memberikan pelayanan komodasi bagi wisatawan nusantara maupun mancanegara.

“Lewat apresiasi yang pertama kalinya ini kita mendorong masyarakat untuk menggali potensi usaha di daerahnya karena dari kunjungan tamu bisa membuka peluang usaha lainnya mulai dari kuliner, sanggar seni dan budaya, usaha spa, laundry, cinderamata, warung dan kebutuhan tamu lainnya yang beraneka ragam,” ungkap Oneng.

Sebagai Asdep Tata Kelola Destinasi dan Pemberdayaan Masyarakat pihaknya mendukung proses usaha masyarakat mulai dari identifikasi, peningkatan kapasitas lewat pelatihan-pelatihan, membuka akses permodalan, membina kemitraan dengan perbankan dan CSR perusahaan hingga memberikan apresiasi stas usaha masyarakat seperti di bidang homestay ini.

“Ke depan kita bisa memberikan apresiasi untuk usaha masyarakat lainnya di bidang pariwisata seperti kelompok sadar wisata, desa wisata dan usaha kuliner misalnya”

Menurut Oneng, untuk tahun ini apresiasi homestay diikuti oleh delapan provinsi yaitu Jateng, DIY, Jatim, Sumbar, Bangka Belitung, Jawa Barat, Lombok dan Bali. Homestay yang dinilai juri adalah usulan dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan dari tingkat provinsi.

“Para Pemenang berdasarkan ranking nilai tertinggi akan kami ikutkan ke kompetisi tingkat Asean di bulan Januari 2016,” kata Oneng. Selain Ketua Dewan Juri Titien Soekarya yang melahirkan konsep sadar wisata sekaligus pemerhati pariwisata dari Kemenpar, juri lainnya adalah business owner Hilda Sabri Sulistyo, dari portal berita wisata www.test.test.bisniswisata.co.id serta Bakri, pakar desa wisata yang juga mantan Direktur Pemberdayaan Masyarakat, Kementrian Pariwisata (hss).

 

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.