Oktober 2015, Kunjungan Wisman ke Indonesia Anjlok

0
628
Wisman (foto: tempo.co)

JAKARTA, test.test.bisniswisata.co.id: Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia pada Oktober 2015 mencapai 825.800 orang. Jumlah itu anjlok dibandingkan kunjungan turis asing pada September 2015, yang mengalami penurunan sebesar 4,99%. Namun, dibandingkan periode yang sama Oktober 2014 mengalami kenaikan tipis sebesar 2,11% yang tercatat sebanyak 808.000 kunjungan.

Secara kumulatif jumlah wisatawan dari Januari hingga Oktober 2015 mencapai 8,02 juta kunjungan. “Jumlah tersebut meningkat 3,38% dibanding Januari hingga Oktober tahun 2014 yang berjumlah 7,76 juta kunjungan,” papar Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa Badan Pusat Statistik (BPS) Sasmito Hadi Wibowo di Gedung BPS Jakarta, Selasa (1/12/2015).

Sasmito menilai penurunan kunjungan wisman disebabkan adanya bencana kabut asap akibat kebakaran hutan di sejumlah wilayah Indonesia, yang sampai ke negara tetangga. “Penurunan jumlah kunjungan wisman karena ada bencana asap di 30 kota besar wilayah Indonesia yang tersebar di Sumatera dan Kalimantan. Bahkan asap menyambangi Malaysia dan Singapura, sehingga kenaikan kunjungan wisman pun tidak spektakuler,” lontarnya.

Dilanjutkan, dari 5 besar kunjungan wisman ke Indonesia berdasarkan kebangsaan atau negara dari periode Oktober 2014 dan Oktober 2015, tercatat turis dari Singapura dan Malaysia yang mengalami penurunan kunjungan. Data BPS menunjukkan, basis kunjungan turis Singapura ke Indonesia di Oktober tahun ini 122.122 kunjungan (14,79 persen), merosot dibanding periode sama tahun lalu 123.783 kunjungan (15,31 persen).

Sedangkan turis Malaysia yang melancong ke Republik ini pada periode tersebut mencapai 96.326 kunjungan (11,66 persen) dibanding sebelumnya 111.540 kunjungan (13,79 persen), serta turis Jepang dengan jumlah kunjungan menurun dari 44.517 kunjungan (5,50 persen) menjadi 43.588 kunjungan (5,28 persen).

Dari kebangsaan lain, turis asal Australia dan China naik tipis dengan masing-masing realisasi 102.033 kunjungan (12,36 persen) dan 101.586 kunjungan (12,30 persen) di Oktober 2015. Sebelumnya di periode yang sama tahun lalu masing-masing 100.294 kunjungan (12,40 persen) dan 95.166 kunjungan (11,77 persen). “Penurunan kunjungan wisman dari Singapura dan Malaysia akibat dampak kabut asap. Kedua negara ini memang yang sensitif atas bencana ini,” papar Sasmito.

Menurutnya, penurunan kunjungan wisman ke Indonesia terlihat dari hampir seluruh pintu masuk bandara, seperti bandara Kualanamu, Medan, bandara di Batam, bandara Husein Sastranegara dan bandara lain kecuali Soekarno-Hatta.

Sedangkan kenaikan jumlah kunjungan wisman ini terjadi di enam pintu masuk utama dengan persentase kenaikan tertinggi tercatat di pintu masuk Bandara Sam Ratulangi Sulawesi Utara sebesar 13,84%, sedangkan terendah terjadi Pelabuhan Tanjung Priok dan DKI Jakarta sebesar 0,61%.

“Jumlah kunjungan wisman melalui Bandara Ngurah Rai, Bali pada Oktober 2015 naik 8,12% dibandingkan Oktober 2014, yaitu dari 339.200 kunjungan menjadi 366.800 kunjungan. Bila dibandingkan dengan September 2015, jumlah kunjungan wisman melalui Bandara Ngurah Rai, Bali turun 3,33%,” tutur Sasmito.

Sementara Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang di 27 provinsi pada Oktober 2015 mencapai rata-rata 56,60% atau naik 2,31 poin dibandingkan dengan TPK Oktober 2014 yang tercatat sebesar 54,29%. Jika dibanding TPK September 2015, TPK hotel berbintang pada Oktober 2015 naik 0,34 poin.

“Rata-rata lama menginap tamu asing dan Indonesia pada hotel berbintang di 27 provinsi selama Oktober 2015 tercatat sebesar 1,92 hari, terjadi penurunan sebesar 0,06 poin, jika dibandingkan keadaan Oktober 2014,” sambungnya.

Ditanya target jumlah kunjungan turis ke Indonesia apa bisa tercapai 10 juta orang pada 2015?. ” BPS sulit memprediksi jumlah kunjungan wisman sampai akhir tahun ini. Apakah hanya bisa mencapai 900 ribu kunjungan atau 1 juta wisman. Tapi tidak ada yang tahu di dunia ini perkiraannya bagaimana,” jawabnya. (endy)

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.