Obyek Wisata Kebun Raya Megawati Terganjal Izin

0
326
Kebun Raya Megawati di M Minahasa

MINAHASA, Bisniswisata.co.id: Pembangunan Kebun Raya Megawati Soekarnoputri di Kecamatan Ratatotok, Kabupaten Minahasa Tenggara, Sulawesi Utara, hingga kini belum beroperasi secara optimal karena terganjal izin. Pasalnya obyek wisata alam ini belum menyusun analisis mengenai dampak lingkungan (Amdal) proyek itu belum dirampungkan.

“Jika masalah Amdal ini tidak dituntaskan, dampaknya akan menghambat pembangunan Kebun Raya Megawati di Ratatotok,” kata Asisten Bidang Pembangunan dan Perekonomian Robby Ngongoloy di Ratahan, dalam keterangan tertulis, Jumat (20/10/2017).

Karena itu, sambung dia, mendesak instansi teknis seperti Dinas Pekerjaan Umum dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) untuk segera menuntaskan penyusunan Amdal tersebut. Menurut Robby, jika Amdal sudah selesai anggaran untuk pembangunan kebun raya tersebut dapat segera direalisasikan. “Anggarannya akan disiapkan, namun syarat yang paling penting untuk disiapkan, yakni Amdal,” katanya.

Kebun Raya di Kabupaten Minahasa Tenggara yang iberi nama Kebun Raya Megawati Soekarnoputri, merupakan bekas tambang emas PT. Newmont Minahasa Raya. Kebun raya ini luasnya sekitar 221 hektar, termasuk di dalamnya kawasan hutan produksi terbatas. Nama “Megawati Soekarnoputri” diusulkan sebagai penghargaan kepada Presiden Republik Indonesia ke-5 juga Ketua Pembina Yayasan Kebun Raya Indonesia.

Satu hal yang luar biasa, Kebun Raya Megawati Soekarnoputri dikembangkan di atas bekas tembang emas PT. Newmont Minahasa Raya (PTNMR). Ide pengembangannya dicetuskan pada 2009 atas prakarsa Presiden Direktur PTNMR, David Sompie. Wilayah kebun raya ini merupakan hutan hasil reklamasi dan penghijauan yang telah dilakukan PTNMR sejak 1996. Kementerian Kehutanan RI menyetujui penetapannya sebagai kebun raya pada 19 Februari 2014. Ini merupakan pertama di dunia sebuah kebun raya berdiri di bekas tambang emas.

Selain menjadi kawasan konservasi, kebun raya ini akan difungsikan sebagai hutan penelitian dan pendidikan. Sejumlah fasilitas pendukung akan dibangun mulai 2017 menggunakan dana APBN dan APBD dengan target penyelesaian selama 5-7 tahun. Rancang bangun pengembangannya melibatkan Pusat Konservasi Tumbuhan LIPI Kebun Raya Bogor.

Penghuni kebun raya ini, tumbuhan berkayu mulai dari pepohonan dan semak tumbuh rapat di berbagai sisi. Tumbuhan paku dan herba rendah tumbuh menutupi lantai hutan. Seresah yang berserakan di lantai hutan dan tanah yang gembur menandakan ada produksi humus. Tak hanya subur untuk pohon dan semak, humus juga menjadi habitat yang baik bagi organisme saprofit dan organisme lainnya.

Menurut survey dan penelitian yang telah dilakukan, terdapat setidaknya 86 spesies tumbuhan di kawasan kebun raya ini. Beberapa di antaranya adalah spesies eksotik seperti anggrek. Selain itu ada sekitar 73 spesies burung, beberapa jenis serangga, dan mamalia. Hewan khas Tarsius spectrum juga ditemukan.

Terdapat sebuah tempat di ketinggian yang mengarahkan pandangan pada sebuah cekungan besar serupa danau. Cekungan tersebut disebut danau Mesel karena merupakan bekas lubang tambang emas. Menurut informasi di dalam danau telah disebar beberapa jenis ikan.

Danau Mesel dikelilingi oleh perbukitan dan hutan hasil penghijauan. Pohon-pohon berbatang besar dan tinggi menjulang tumbuh di sana. Kerapatan dan kanopi tajuknya membuat mata tak lagi menemukan bekas fasilitas tambang yang pernah berdiri di tempat itu. Namun di beberapa lokasi tutupan tumbuhan terlihat masih jarang yang menandakan suksesi masih terus berlangsung.

Memang tempat ini adalah investasi lingkungan dan masa depan yang sangat berharga. Keberpihakan pemerintah dan kesadaran seluruh masyarakat terus dibutuhkan untuk menjaganya tetap lestari. Satu lagi harapan telah bersemi di tanah Sulawesi. (*/BBS)

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.