Obyek Wisata di Cilacap Belum Manfaatkan Bandara untuk Sarana Promosi

0
2311
Gunung Srandil di Cilacap ini menjadi salah satu obyek wisata yang banyak dikunjungi para wisatawan

CILACAP, test.test.bisniswisata.co.id: Kabupaten Cilacap secara geografis berada di wilayah selatan pantai Pulau Jawa dengan panjang pesisirnya 103 kilometer, dan di sebelah utara terdapat daerah perbukitan. Tak heran jika wilayah Cilacap memiliki potensi obyek wisata alam yang menarik, seperti Pantai Teluk Penyu, Gunung Srandil dan lainnya.

 

Kota Cilacap letaknya menghadap ke lautan Samudra Hindia. Ombaknya yang besar menghantam tebing-tebing pegunungan di sepanjang pantai. Di sekelilingnya ada pulau-pulau, pegunungan, dan hutan bakau.

 

Di pantai ini terdapat Teluk Penyu yang sangat dikenal keindahannya. Daya tarik teluk ini memiliki hutan cagar alam yang masih perawan. Dari Teluk Penyu yang hanya berjarak 2 kilometer dari kota Cilacap, bisa melihat Pulau Nusakambangan dan Pelabuhan Tanjung Intan, tempat berlabuhnya perahu nelayan dan kapal-kapal besar. Selain pelabuhan ini menjadi tempat penyeberangan ke Pulau Nusakambangan, juga menjadi akses keluar masuknya kapal tanker dari Pertamina Cilacap ke luar pulau.

 

Selain itu juga ada obyek wisata Benteng Karang Bolong yang menjadi bagian dari situs bersejarah. Benteng ini pada zaman kolonial Belanda dipakai tempat berlindung dari serangan musuh. Benteng ini memiliki luas sekitar 6000 meter per segi dengan bangunan empat lantai. Dua lantai berada di atas permukaan tanah, dan dua lantai berada di bawah tanah. Di dalamnya terdapat ruang penyiksaan dan meriam buatan Belanda.

 

Ada obyek wisata Gunung Srandil yang sering dikunjungi para wisatawan lokal untuk berziarah. Bahkan tempat ini juga dipakai untuk bertapa pada malam selasa Kliwon atau Jumat Kliwon pada setiap bulan Syura.

 

Selain itu ada Kampung Laut yang banyak dikunjungi wisatawan pecinta kuliner seafood. Jika hendak berkunjung ke Kampung Laut ini, wisatawan harus melewati hutan bakau dan Pulau Nusakambangan. Karena kampung ini terdiri dari rumah-rumah nelayan yang berada di atas pulau yang dikelilingi lautan dengan ombak besar.

 
Masyarakat Cilacap juga mempunyai kesenian tradisional Calung Banyumasan dan Kuda Kepang yang sudah dikenal di daerah ini. Ada kuliner makanan khas seperti tempe mendoan, tahu lotek dan tahu brontak. Dan sebagai kota yang dekat pantai, Cilacap punya olahan seafood yang banyak diminati wisatawan lokal, seperti ikan bakar, kepiting, rajungan, udang dan berbagai jenis hidangan laut lainnya.

 
Meskipun Cilacap memiliki obyek wisata alam yang didukung dengan fasilitas bandara, namun sayang pemerintah Kabupaten Cilacap belum memanfaatkan sebagai sarana promosi daerahnya. Sehingga tak banyak para wisatawan nusantara maupun mancanegara yang mengunjungi obyek wisata Cilacap.

 
“Memang, kami belum maksimal untuk mempromosikan obyek wisata alam yang ada di wilayah Cilacap. Karena keterbatasan anggaran Dinas Pariwisata Kabupaten Cilacap yang masih kecil. Padahal kami sudah punya bandara untuk sarana fasilitas kunjungan wisatawan,” ucap Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Cilacap, Indar Yuli Nyataningrum, tanpa merinci.

 
Cilacap yang tergolong kota kecil di Jawa Tengah ini memiliki Pelabuhan Tanjung Intan dan Bandar Udara Tunggul Wulung yang berada di sebelah barat kota Cilacap. Pelabuhan Tanjung Intan sudah menjadi akses penyeberangan antar pulau dan layanan bongkar muat barang ke luar pulau wilayah Cilacap.

 
Sedangkan Bandar Udara Tunggul Wulung yang memiliki panjang landas pacu 1.400 meter x 30 meter ini sudah didarati maskapai penerbangan Susi Air yang melayani rute Bandar Udara Halim Perdanakusuma Jakarta-Cilacap tiga kali dalam sehari, dan Pelita Air tiga kali dalam seminggu.

 

Kepala Bandar Udara Tunggul Wulung, Olivar (foto berdiri di tengah) Cilacap
Kepala Bandar Udara Tunggul Wulung, Olivar (foto berdiri di tengah) saat melakukan peninjauan ke tempat pesawat latih sekolah penerbangan di Bandar Udara Tunggul Wulung Cilacap.

Dulu, bandar udara ini pernah didarati maskapai penerbangan Wings Air dan Merpati Air. Namun kurangnya jumlah penumpang yang terbang ke Cilacap, membuat perusahaan penerbangan tersebut telah menghentikan operasional maskapai penerbangannya.

 
“Memang, Bandar Udara Tunggul Wulung ini masih didarati jenis pesawat Cessna 208B Grand Caravan yang berkapasitas angkut penumpang 12 orang,” kata Olivar, Kepala Bandar Udara Tunggul Wulung, Cilacap.

 
Pengembangan bandara, kata dia, sangat tergantung pada jumlah penumpang. Jika penumpang terus bertambah banyak jumlahnya, maka bisa saja bandara kelas III ini dinaikkan kelasnya. Sehingga panjang landasan pacu bisa dikembangkan untuk pendaratan jenis pesawat berbadan lebar.

 
“Dengan dua maskapai penerbangan Susi Air dan Pelita Air sekarang ini jumlah penumpang dalam seminggu masih berkisar 350-400 orang. Apakah penumpangnya itu dari kalangan wisatawan yang ingin berwisata ke Cilacap atau dari kalangan pebisnis, kami tidak tahu,” tegas Olivar.

Karena masih sepinya penumpang reguler itu, lanjut dia, akhirnya Bandar Udara Tunggul Wulung saat ini banyak dipakai penerbangan pesawat latih untuk sekolah penerbangan. Ada lima sekolah penerbangan yang mengambil tempat latih terbang di Bandar Udara Tunggul Wulung ini, Ganesha Flight School, Alfa Flight School, Perkasa Flight School dan Sekolah Tinggi Penerbangan Indonesia (STPI).     (Arief Rahman Media)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here