Obyek Wisata Batu Malin Kundang Semrawut

0
3172

PADANG, Bisniswisata.co.id: Desatinasi wisata batu Maling Kundang di Pantai Air Manis, Kecamatan Padang Selatan, kondisinya sangat memprihatikan dan selama ini tidak mendapat perhatian serius dari pemerintah. Kondisi Batu Malin Kundang tertimbun pasir, juga sampah . Bahkan sebagian obyek wisata ini, mengalami kerusakan.

Lebih memprihatinkan lagi, kawasan wisata sejarah dan bahari ini kian kumuh akibat maraknya pedagang kaki lima yang berjualan seenaknya, tidak tertata rapi juga berdagang seenaknya. Apalagi kondisi parkir kendaraan pengunjung nampak semrawut. Kondisi ini ditambah dengan toilet yang jorok, bau, kumuh, dan menjijikkan.

Melihat kondisi itu, Pemerintah Kota (Pemkot) Padang, Sumatera Barat (Sumbar) akan membenahi obyek wisata Batu Malin Kundang. “Kami ingin Batu Malin Kundang kembali menjadi salah satu primadona wisata di daerah ini, dan hal itu harus didukung dengan menjaga obyek tersebut akan tetap terjaga keberadaannya,” kata Wakil Wali Kota Padang, Emzalmi di Padang, seperti diunduh laman Antara, Ahad (15/3/2015).

Emzalmi mengungkapkan dari hasil peninjauan yang dilakukan pihaknya, kondisi Batu Malin Kundang sudah mulai tertimbun pasir, dan sebagian dari obyek wisata tersebut juga mengalami kerusakan.

Dia menilai penyebab tertimbun Batu Malin Kundang oleh pasir yakni karena aliran sungai yang tersumbat karena tertimbun pasir di sekitar batu obyek wisata tersebut. Untuk itu, lanjut Emzalmi, pihaknya dalam waktu dekat akan mendatangkan alat berat untuk mengeruk alur sungai tersebut, sehingga posisi Batu Malin Kundang itu kembali seperti semula.

Selain itu, keberadaan Pedagang Kaki Lima (PKL) yang ada di sekitar obyek wisata tersebut akan ditata ulang. “Kami akan memindahkan PKL ke tempat yang lebih baik agar pemandangan di sekitar Batu Malin Kundang kembali menarik,” katanya.

Ketua Badan Pengelola Obyek Wisata (BPOW) Pantai Air Manis, Syahrul mengatakan pihaknya setuju jika pantai itu dibenahi. Untuk melakukan itu semua perlu dilakukan sosialisasi dan pendekatan kepada masyarakat sekitar, terutama para pedagang di sepanjang pantai.

“Kami juga mengharapkan jalan dan lahan parkir juga ikut dibenahi, hal itu akan menjadi sarana pendukung obyek wisata Batu Malin Kundang,” katanya. ****

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.