Nusakambangan Layak Dibuka Jadi Obyek Wisata

0
2712

CILACAP, test.test.bisniswisata.co.id: Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkum HAM) Yasonna Laoly mengatakan Nusakambangan yang selama ini dikenal sebagai pulau penjara, memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai obyek wisata.

“Kita melihat aset-aset potensial pariwisata dan ada cagar budaya. Saya kira goa-goa yang ada di sana perlu dirawat dan dijaga,” katanya saat pertemuan dengan Bupati Cilacap Tatto Suwarto Pamuji dan anggota Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompimda) Cilacap di Pendopo Wijayakusuma Sakti, Kabupaten Cilacap.

Menkum HAM melanjutkan, pihaknya segera membuat nota kesepahaman dengan Bupati Cilacap dalam rangka kerja sama pengelolaan obyek wisata di Pulau Nusakambangan. Namun, ada beberapa hal yang harus diperhatikan di antaranya masalah retribusi dan pengelolaan obyek wisata itu dilakukan tanpa merusak lingkungan Nusakambangan.

“Kita harus atur sedemikian rupa bahwa ini (Nusakambangan) tetap milik Kementerian Hukum dan HAM, pengelolaan wisata kita pikirkan untuk kita kerjasamakan,” katanya seperti dilansir laman Antara, Jumat (12/12/2014).

Selain itu, ada satu hal yang perlu diperhatikan dari aspek keamanan karena di Nusakambangan terdapat lapas-lapas yang dihuni oleh narapidana-narapidana teroris. “Ini harus benar-benar kita cermati dan mendapat pertimbangan lebih dahulu dari Polri, Densus, dan BNPT (Badan Nasional Penanggulangan Terorisme),” tegasnya.

Memang pulau dekat kota Cilacap ini menyimpan banyak potensi wisata yang menakjubkan. Dan Pulau Nusakambangan memang layak dibuka bagi wisatawan. Selama ini sudah banyak wisatawan lokal yang berwisata secara ilegal. Kini saat dibuka secara resmi agar kunjungan wisatawan dapat meningkat.

Pulau Nusakambangan dapat ditempuh lewat kota Cilacap. Keduanya hanya berjarak beberapa ratus meter dipisahkan oleh laut, sehingga dapat terlihat dengan terlihat jelas kalau kita melihatnya dari kota Cilacap.

Dari Pelabuhan Lo Manis di Cilacap, mulai terlihat birunya air laut di sekitar pantai yang bersih. Pelabuhan ini adalah jalan akses untuk menyeberang ke Pulau Nusakambangan. Pelabuhan ini menyediakan kapal feri yang lumayan besar, bisa mengangkut sekitar 100-an orang dan 4 mobil ukuran minibus. Kapal ini milik Departemen Kehakiman. Hanya butuh waktu lima menit untuk menyeberang ke Pelabuhan Sodong, pelabuhan satu-satunya di Pulau Nusakambangan.

Objek wisata yang paling dekat dari Pelabuhan Sodong yaitu Gua Pasir. Sebuah gua yang tercipta secara alami dengan kedalaman hanya beberapa puluh meter dan di dalamnya hanya berisi pasir. Gua ini tampak menyatu dengan tanaman merambat sekitar, sehingga bagi pengunjung mungkin tidak tahu kalau itu sebuah Gua jika tidak ditunjukkan.

Menurut pemandu disana, Gua ini dianggap keramat sehingga disana dilarang untuk mengambil foto. Jika tetap memaksa mengambil foto disana, hasil yang didapat tidak akan sesuai dengan objek yang ada, alias ada penampakan lain.

Selain Gua Pasir juga ada Gua Ratu. Di tempat ini tampak beberapa napi yang menunggu pengunjung, baik yang menjadi pemandu di Gua Ratu ataupun yang sekedar menawarkan batu akik. Dari tempat parkir mobil yang ada dibawah, pengunjung harus berjalan ke atas kurang lebih seratus meteran untuk mencapai gua.

Karena belum tersedianya fasilitas penerangan, biasanya para pemandu disana telah menyiapkan lampu petromak sebagai alat penerang untuk masuk ke gua. Sisi-sisi gua yang gelap dan kotor, ternyata tidak mengurangi keindahan alami dari stalaktit dan stalakmit gua ini. Semakin ke dalam ternyata semakin bagus, umumnya wisatawan hanya bisa memasuki gua sedalam lima puluh meteran, karena kalau lebih dalam dari itu harus memakai tabung oksigen. Menurut pemandu yang ada disana gua ini memiliki kedalaman lebih dari 4 km.

Selain gua, juga ada wisata Pantai Permisan atau dikenal Pantai Perpisahan. Untuk ke pantai ini dari Gua Ratu, akan melewati hamparan hutan yang begitu luas. Hutan yang ada disini semakin ke dalam semakin lebat. Di beberapa ruas jalan dalam hutan, kita dapat melihat para napi yang membawa alat pembersih dan beberapa petugas yang sedang melakukan kontrol.
Dalam Pulau Nusakambangan ini terdapat kompleks perumahan untuk para pegawai rutan Nusakambangan. Layaknya sebuah perumahan, rumah-rumah ini terletak di kanan kiri jalan, yang membelah Pulau Nusakambangan. Para penduduk pun bersikap ramah terhadap para wisatawan, mereka dengan senang hati menerima pengunjung jika mau mampir.

Pantai Permisan terletak di salah satu ujung Pulau Nusakambangan. Dari atas bukit sebelum sampai kesana ini akan terlihat jelas laut biru dengan buih ombak yang putih diterpa oleh angin pantai yang sepoi-sepoi. Memasuki gerbang pantai ini, pengunjung akan disambut dengan gapura bertuliskan “Komando”.

Pantai yang menghadap Laut Selatan ini rupanya kerap digunakan sebagai tempat pembaretan Komando Pasukan Khusus. Seperti di objek wisata lainnya disini juga ada beberapa narapidana yang menawarkan hasil kerajinan berupa batu cincin dengan warna yang beraneka rupa dan gelang yang juga berhiaskan batu.

Pantai Permisan merupakan pantai yang sangat indah dengan lautnya yang biru dan bersih dan tidak jauh dari pantai ke arah laut terdapat batu karang dan diatasnya terdapat patung berbentuk pisau commando yang menancap ke tanah. Seakan-akan ini juga menjadi sebuah perlambang kalau pantai ini adalah pantai yang berbahaya untuk berenang. Walaupun sangat indah, namun pantai ini tetap menyimpan misteri di dalamnya.

Dekat Pantai Permisan terdapat Pantai Pasir Putih yang harus ditempuh sekitar satu jam lagi dengan berjalan kaki. Objek wisata ini berpantai landai dengan dihiasi pasir putih dan air laut yang sangat bersih.

Seharusnya dengan beberapa objek wisata tersebut rasanya sudah bisa membuat kita lupa kalau ini adalah Pulau Nusakambangan yang terkenal seram. Ternyata masih belum cukup, masih banyak lagi objek-objek wisata lainnya yang sanggup membuat kita semakin terkagum-kagum dengan pesona Pulau Nusakambangan.

Masih ada yang dinamakan Kawasan Wisata Segcra Anckan. Kawasan wisata ini terdiri dari beberapa objek. Yang pertama yaitu Desa Nelayan yang meliputi desa Pegagan, desa Bugel dan desa Muara Dua. Kemudian ada suaka hutan mangrove dan Pantai Segcra Anckan. Yang agak unik yaitu Selat Indralaya, dimana terdapat pertemuan antara air laut dan air tawar. Panorama pantai disana sangat indah serta terdapat atraksi ikan pesut.

Untuk wisata pantai masih ada beberapa lagi seperti Pantai Cimiring, obyek wisata pantai dengan benteng kuno peninggalan Portugis dimana didalamnya terdapat meriam kuno yang masih utuh. Wisata gua pun masih ada lagi seperti Gua Putri dan Gua Masigit Selo yang biasa digunakan untuk kepentingan ibadah.

Juga ada obyek wisata bekas lembaga pemasyarakatan yang sudah tidak dipakai. Wisatawan dapat mengunjungi Lapas Karang tengah, Lapas Gliger, Lapas Limusbuntu dan Lapas Karanganyar.

Fasilitas Pulau Nusakambangan juga termasuk lengkap dengan adanya Bandara Udara Perintis. Selain itu juga terdapat restauran, lapangan golf serta fasilitas wisata air.

Beberapa objek wisata tersebut rasanya sudah bisa membuat kita lupa kalau ini adalah Pulau Nusakambangan yang terkenal seram. Ternyata masih belum cukup, masih banyak lagi objek-objek wisata lainnya yang sanggup membuat kita semakin terkagum-kagum dengan pesona Pulau Nusakambangan. Tertarik? ***

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.