November 2017, KA Bandara Soetta Beroperasi

0
550
Rel Kereta api bandara Soetta dipasang (Foto: dok. bandara Soetta)

JAKARTA, Bisniswisata.co.id: PT Kereta Api Indonesia (KAI) menargetkan pengiriman seluruh rangkaian kereta api (KA) bandara dari PT Industri Kereta Api Indonesia (INKA) paling lambat Oktober 2017. KA bandara terdiri 10 rangkaian kereta (train set), masing-masing rangkaian terdiri enam gerbong, yang masing-masing gerbongnya memuat 272 penumpang.

“Saat ini PT INKA menyelesaikan pembangunan KA bandara sebanyak dua train set. Namun, baru satu train set yang tiba di Jakarta, tepatnya di tempat kereta sementara milik KAI di Balai Yasa Manggarai, pada Senin malam (14/8),” papar Direktur Utama KAI Edi Sukmoro saat meninjau langsung KA bandara di Manggarai, Selasa (15/8/2017).

Satu train set yang telah dikirim itu terdiri enam gerbong, di mana setiap satu gerbong memiliki kapasitas sebanyak 272 kursi penumpang. “Rencananya akan dikirim berturut-turut di bulan September. Kami harapkan bulan Oktober seluruh train set sudah masuk. Tentu kalau sudah masuk berarti sudah di tes,” ungkapnya.

Terkait target uji coba kereta, Edi menjelaskan semula dilakukan November 2017 dan beroperasi di akhir tahun ini. Namun, bila pengiriman seluruh rangkaian kereta bisa lebih cepat, proses uji coba bisa dipercepat, sehingga waktu pengoperasian juga segera mungkin.

“Harapan kami tidak muluk tapi berharap tahun ini harus operasional. Target optimisnya adalah November, tetapi kami akan mengejar secepatnya supaya bisa beroperasi,” terang Edi.

Di sisi lain, Edi mengatakan, KAI juga terus mempercepat penyelesaian stasiun KA bandara yang terdiri dari tiga titik, yaitu Sudirman, Duri, dan Batu Ceper hingga tiba di Bandara Internasional Soekarno Hatta.

Ia menjelaskan, stasiun KA bandara akan terintegrasi dengan stasiun kereta api jenis commuterline (KRL) yang telah ada di tiga stasiun tersebut. Selain itu, KA bandara secara tidak langsung juga akan terintegrasi dengan Mass Rapit Transit (MRT).

Pembangunan stasiun bisa sesuai dengan target pengiriman dan uji coba kereta. Sebab, pembebasan lahan yang sebelumnya menjadi kendala, telah diselesaikan pada Juli lalu. Bila telah beroperasi, KA bandara akan dipatok dengan tarif sekitar Rp80 ribu sampai Rp100 ribu per tiket penumpang dewasa.

Disinggung soal proses pembebasan lahan, Dirut PT KAI mengatakan proses pembebasan lahan 13 pabrik yang terkena jalur KA tanpa awak tersebut sudah selesai. Pembebasan lahan selesai pada Juli 2017. Saat ini lahan bekas pabrik tersebut tengah dalam proses pengurugan yang kedalamannya hingga mencapai delapan meter.

“Kemudian ada beberapa tempat yang memang pekerjaan harus diselesaikan secepat mungkin, termasuk stasiun di 3 stasiun yang disiapkan, kita berharap segera selesai di Shangrilla, Duri, dan Batu Ceper. Stasiun diharapkan segera bisa selesai,” harapnya. (*/NDIK)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.