NASIONAL NEWS

Nilai Strategis Kopi Spesialiti

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Saat menghadapi pandemi ini banyak orang berpikir sektor mana yang paling menguntungkan dan tidak terdampak banyak dari Pandemi. Ketika hampir semua sektor tumbuh negatif di 2020, sektor pertanian justru tumbuh positif 1,75%.   (Pidato Presiden Jokowi 6 Agustus 2021). Kemudian ketika orang melihat lebih jauh lagi bidang apa yang digemari dan selalu menjadi kebutuhan orang,  ternyata kopi.

diagram

Dalam riset yang dibuat oleh Specialty Coffee Transaction Guide (2021) terbukti bahwa harga kopi spesialti stabil, tidak mengalami kegoncangan pada saat 2018/19 dan memasuki krisis pandemi 2019/20.

Bangkitnya kopi spesialiti Indonesia. 

Kita bisa melacak asal-usul kopi kalau kita pergi ke Café yang memang khusus menyediakan kopi-kopi specialty.  Syukur-syukur kalau baristanya tidak sibuk sehingga mau membagi ilmu kepada kita. Mereka bisa menceritakan sampai pada detail terkecilnya. Bukan hanya dari daerah mana kopi itu berasal, tapi juga perkebunan spesifik tertentu yang telah menghasilkannya.

Bahkan data-data seperti ketinggian tanam, varietal, sampai proses pengolahan kopi tersebut juga bisa diketahui dengan jelas. Barista Indonesia berkaliber internasional, Mikael Jasin sangat ”fasih” dan memahami single origin kopi Indonesia.

Mikael Jasin pernah menjadi salah satu nara sumber di Webinar Kemlu RI dan Australia bulan Maret 2021. Dia juga dua kali berada di posisi Dua Terbesar pada kompetisi Australian Coffee in Good Spirits sepanjang 2015-2016. 

Ketersediaan 

Kopi spesialti umumnya tidak diproduksi dalam jumlah banyak dan ketersediaannya belum tentu ada sepanjang tahun. Alhamdulillah, kita tinggal di Indonesia. Kalau anggota band Koes Plus yang masih ada ingin menciptakan lagu lagi, mungkin tembang “Nusantara” yang berjilid-jilid itu puluhan. Bayangkan, kita panenan lebih dari sekali dalam setahun. 

Ada lagi jenis kopi komersial. Kopi jenis ini selalu ada sepanjang tahun dan diproduksi dalam jumlah besar untuk memenuhi kebutuhan pasar yang tak kalah besar. Dalam hal ini, produsen kopi komersial cenderung tidak terlalu memperhatikan hal-hal kecil seperti varietas atau kualitas.

Kasarnya, produsen-produsen besar akan mengambil kopi jenis apapun yang bisa mereka dapatkan (tak peduli bagaimanapun bentuknya) untuk memenuhi permintaan pasar. (Yulin Maskadati, 17 Desember 2016). 

Hal lain mencakup tingkat kesegaran kopi adalah waktu roasting/sangrainya. Kopi specialty yang dijual pada umumnya menyertakan informasi mengenai waktu dan kapan kopi itu disangrai. Ada roasting date-nya. Kopi sendiri akan terasa lebih nikmat jika diseduh pada 7-10 hari setelah tanggal roasting.

Kopi yang waktu penyangraiannya masih relevan tentu akan membuat kopi jauh lebih segar dan terasa lebih nikmat.

Salah satu barista ternama di Swedia adalah seorang WNI bernama Budhaman Sutedja. Dinyatakan bahwa ketentuan mengenai coffee speciality di Swedia sangat ketat.

Namun bisnis yang dijalani sejak 15 tahun yang lalu ternyata membuahkan hasil yang baik. Budhaman pernah diminta memberikan coaching di Panama saat awal pandemi tahun lalu. 

kopi

Tingkat grade kopi spesialti

Berdasarkan penilaian skor, kopi spesialti mengacu pada sebutan kopi yang memiliki skor diatas 80 poin dan skala skor tertinggi pada skor 100 poin menurut perhitungan SCAA (Specialty Coffee Association of America) dan metode penilaian skor ini digunakan hingga sekarang. 

Semakin tinggi skor specialty coffee semakin tinggi pula harga dari kopi tersebut. Yaitu adalah sebagai berikut: 

Nomor Skor Kualitas  Grade 
1. 90      –   100 Outstanding ***
2. 85   –   89,99 Excellent **
3. 80   –   84,99 Very Good *
4. dibawah 80

 

Sumber: SCAA (Specialty Coffee Association of America, Coffee Specialty 1974)

Keistimewaan biji kopi?

Ketika seorang penguji rasa kopi memberikan penilaian maka ada jenis kriteris yang dijadikan patokan, yaitu: fragranceflavoursweetnessaciditybodybalanceafter-taste dan overall impression, semua hal tersebut akan diakumulasikan dengan skala skor tertinggi 100. 

Biji kopi dengan skor diatas 80 yang mendapatkan kualitas kopi specialty dan hal ini berpengaruh terhadap harga jual biji kopi. Semakin tinggi skor suatu biji kopi akan semakin tinggi juga harga jual dari single origin tersebut.
diagram

Diagram diatas menunjukkan bahwa pada 2020/2024 pasar yang kuat di AS saat ini adalah kopi spesialti dimana kenaikannya per tahun, 13%. Nyaris tidak terimbas krisis pandemi. (Global Specialty Coffee Shops Market 2024). 

Bagaimana dengan Indonesia

Saya pernah bincang dengan Ketua SCAI Pak Daryanto (periode 2021-2025) dan sebelumnya Pak Syafruddin (2017-2020). Keduanya sependapat bahwa harga kopi jenis Arabika cenderung naik.

Ini bagus mengingat demand terhadap kopi spesialiti makin besar. Selanjutnya kita lihat bagaimana masa depan kopi spesialti Indonesia. Beberapa faktor dibawah ini mendukung asumsi diatas: 

  1.   Indonesia memiliki jenis kopi yang beragam. Masing-masing kopi tersebut memiliki ciri khas sesuai dengan wilayahnya. Misalnya: Kopi Gayo Aceh, Kopi Puntang Jabar (pernah juara dalam ajang Specialty Coffee Association of America Expo 2016), Kopi Wamena Papua, Kopi Flores Bajawa, Kopi Toraja, dan Kopi Kintamani Bali. 
  1. Jumlah petani yang bergerak di kopi spesialiti: 1 juta-1,5 juta orang. Panen di Indonesia sangat produktif: Maret – Mei – Oktober. Keterangan ini dikuatkan Ivan Hartanto, Co-Founder Belift San Fransisco. 
  2.   Lahan kopi Indonesia 1,5 juta Ha, nomor 2 terluas di dunia setelah Brazil (2,4 juta Ha). Mengingat lokasinya berada di garis Ekuator, Indonesia dan Kolombia tidak berdampak besar thdp perubahan iklim. Berbeda halnya dg Brazil dan VietNam. 
  3.  Dengan teknologi, sustainability dan traceability, maka produk kopi spesialiti bisa meningkat 2 kali lipat. Saat ini 1 Hektar ladang hanya 0,5/0,6 ton. Dg teknologi yang baru dimilki akan mencapai 1 ton per hektar
  4. Harga kopi Arabika naik terus, meskipun ditengah-tengah Pandemi Covid-19. Sementara ekspor kopi Brazil dan VietNam turun, Indonesia malah naik. Demikian catatan International Coffee Organization bulan Juni 2021.

Kabar baik bagi pengekspor kopi 

Menjelang akhir pekan lalu saya bersama Dubes Prayono Atiyanto mengadakan brainstorming dengan para Konsul Jenderal RI di AS. Ada kabar gembira, yaitu permintaan kopi Indonesia naik. Perusahaan PT Belift San Fransisco akan mengekspor ke AS, 3 kontainer @ 18 ton yang masing-masing kopi se kontainer bernilai USD 100,000,- 

Usai acara brainstorming saya mengajak eksportir kopi nasional termasuk Kopi Ketiara Gayo di Aceh, Kopi Alko G. Kerinci untuk turut mengisi pangsa pasar Amerika Utara. 

Kabar baik juga untuk kopi kita ke Mesir. Tahun ini ada peningkatan secara masif sehingga ekspor kita naik 6,56% yaitu menjadi USD18,16 juta. Kiranya kabar ini juga ”menular” untuk ekspor produksi kopi kita ke Australia, Jepang, RRT, dan kawasan Skandinavia.  

Bayangkan masih dalam suasana pandemik tetapi demand kopi di dunia tinggi. Semua pihak dari hulu sampai hilir pasti gembira. Petani, pengumpul kopi, prosesor, koperasi, roasteri sampai konsumen. 

Kembali kepada harapan Presiden Jokowi supaya generasi muda lebih banyak lagi yang berkecimpung petani, saya yakin pesan Presiden ini jelas. Orientasi bisnis kaum milenial tidak saja untuk pasar domestik, tetapi juga ekspor ke luar negeri.  

Anak muda selalu kreatif.  Saya kutip kata-kata Presiden Jokowi 2 hari yang lalu : ”Petani Indonesia harus kompetitif dalam keterampilan teknis, pemanfaatan teknologi, serta model bisnis dan manajemen,” tutur Jokowi. Mari kita bekerja sama dan arahkan generasi muda kita agar menjadi petani kopi yang sukses.

Penulis adalah: Mantan Dubes RI dan pemerhati kopi.

Bagas Hapsoro