Nikmati Wisata Gerhana Matahari Total Dapat Hadiah, Mau?

0
689
Gerhana Matahari Total (Foto: Tom Wanger )

JAKARTA, test.test.bisniswisata.co.id: KEMENTRIAN Pariwisata punya strategi khusus untuk meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan nusantara (Wisnus). Strategi itu diterapkan saat Indonesia mengalami peristiwa langka Gerhana Matahari Total (GMT), yang terjadi 9 Maret 2016.

Ada beberapa provinsi yang dilewati oleh GMT: Sumatera Barat, Bengkulu, Jambi, Sumatera Selatan, Bangka Belitung, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, Maluku Utara dan Sumatera Barat (Mentawai).

Dengan rincian daerah yag dilewati GMT antara lain di Kepulauan Pagai (Sumatera Barat), Kota Muko-Muko (Bengkulu), Sarolangun (Jambi), Palembang dan Lubuklinggau (Sumatera Selatan), Koba (Bangka), Tanjung Pandan dan Manggar (Belitung), Kendangwangan (Kalimantan Barat), Palangkaraya, Sampit dan Pangkalan Bun (Kalimantan Tengah), Amuntai (Kalimantan Selatan), Balikpapan (Kalimantan Timur), Pasangkayu (Sulawesi Barat), Palu, Poso dan Luwuk (Sulawesi Tengah), serta di Tenate, Tidore, Sofifi dan Maba (Maluku Utara).

“Kami menawarkan kepada wisatawan nusantara untuk menyaksikan gerhana matari total di daerah itu. Selain menyaksikan peristiwa yang terjadi 350 tahun sekali, juga dapat menikmati berbagai desatinasi wisata seperti kuliner, wisata budaya, alam, bahari, museum, kesenian, dan atraksi wisata lainnya,” papar Asisten Deputi Pengembangan Komunikasi Pemasaran Pariwisata Nusantara, Putu Ngurah, dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (16/2/2016).

Setelah menikmati wisata Gerhana Matahari Total, lanjut Putu Ngurah, wisatawan dapat melaporkan kejadian itu melalui video, photo atau tulisan dengan hadiah yang menarik. “Ingat ya, wisatawan dapat mengeksplorasi area gerhana matahari seluas mungkin karena obyek yang dilombakan tidak hanya terbatas seputar GMT namun dapat mengenai pesona alam, budaya dan kuliner daerah yang dilalui GMT,” jelasnya.

Dijelaskan, untuk mengikuti lomba ini tidak dikenakan biaya, peserta wajib mengirimkan karya asli yang dihasilkan antara 2015 hingga 2016 (dibuktikan dengan data EXIF). Batas akhir pengiriman karya melalui microsite indonesia.travel adalah 30 April 2016.

Semua file yang dikirim harus dilengkapi judul, biodata peserta (dapat berupa curriculum vitae), dan deskripsi singkat tentang objek atau topik yang diangkat. Sedangkan untuk kategori foto dan video, harap menambahkan keterangan lokasi atau objek karya yang dilombakan.

Kategori lomba foto terbagi menjadi dua, yaitu bagi peserta yang berprofesi jurnalis dan non jurnalis. Penjurian akan dilakukan oleh fotografer perjalanan Barry Kusuma, Bambang Wijarnako dari Kemenpar, dan Agus Ryan dari Panorama Media, selain oleh para pengguna akun Instagram.

Peserta lomba foto dapat mengirimkan maksimal tiga foto tanpa watermark dengan resolusi minimal 1.500 pixel. Mengedit foto hanya diizinkan sebatas memperbaiki warna, kontras, dan melakukan sedikit cropping, dengan foto yang dicari adalah yang mengedepankan keunikan dan keindahan destinasi wisata, angle, komposisi, momen, dan keaslian.

Penjurian kategori lomba video akan dilakukan oleh videografer Febian Nurrahman, Bambang Wijarnako dari Kemenpar, dan Agus Ryan dari Panorama Media. Peserta lomba video hanya boleh mengirimkan satu file video berdurasi minimal satu menit dan maksimal tiga menit tanpa watermark, yang disertai judul dan biodata peserta.

Video dapat ditambahkan ilustrasi dan musik, di mana pilihan ilustrasi dan musik tersebut merupakan tanggung jawab kreator dan tidak melanggar hak cipta. Hasil video dapat digabung antara aerial dan ground shot dengan kualitas high definition (HD) atau minimal 720p. Penilaian video ditentukan berdasarkan keunikan dan keindahan destinasi wisata, alur cerita, angle, kesesuaian audio visual, momen, kreativitas, dan keaslian.

Dan kategori lomba tulisan, karya-karya yang masuk akan dinilai oleh blogger dan penulis buku perjalanan Trinity, Bambang Wijarnako dari Kemenpar, dan Fransiska Anggraini dari Panorama Media. Setiap peserta hanya dapat mengirimkan satu tulisan sepanjang minimal 1.000 kata dan maksimal 1.500 kata yang disertai judul dan biodata.

Tulisan bertema destinasi GMT ini harus menggunakan bahasa Indonesia baku yang baik dan benar, selain disertai foto karya sendiri minimal satu buah sesuai tempat yang ditulis. Penilaian tulisan berdasarkan alur cerita, angle, kreativitas, dan keaslian.

Pemenang pertama yang terpilih di masing-masing kategori berhak mendapatkan uang tunai sebesar Rp 15.000.000, travel bag, dan voucher menginap di salah satu hotel ternama di Indonesia. Sedangkan hadiah untuk juara kedua adalah uang tunai sebesar Rp 10.000.000 dan voucher menginap, sementara juara ketiga mendapatkan uang tunai sebesar Rp 5.000.000. Semua pemenang juga akan membawa pulang suvenir dari majalah Get Lost serta piagam dari Kemenpar. (endy)

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.