Nia Niscaya: Promosi Wonderful Indonesia Melalui Media Perancis Diharapkan Efektif

0
1026

JAKARTA, bisniswisata. co.id: Kementrian Pariwisata menargetkan kunjungan wisatawan Perancis ke Indonesia tahun ini mencapai 250.000 orang dibandingkan tahun lalu yang mencapai 210.000 orang, kata Nia Niscaya, Asisten Deputy Pengembangan pasar Eropa, Timur Tengah, Amerika dan Afrika, hari ini.

“Pasar wisatawan Perancis untuk Eropa jumlahnya kedua terbesar setelah Inggris. Itu sebabnya selain mengadakan Famtrip untuk tour operator Perancis, tahun 2016 ini kita juga mengadakan Famtrip untuk media umum termasuk blogger dan juga media minat khusus,” kata Nia Niscaya saat menerima kunjungan peserta pers Perancis peserta Famtrip media umum di kantornya (2/5).

Pihaknya berharap 16 media Perancis yang diundang kali ini dapat menuliskan tentang destinasi wisata di Indonesia bagi para pembacanya karena selain Bali , Pemerintah Indonesia juga sedang merevitalisasi 10 destinasi wisata prioritas agar menjadi Bali baru di berbagai provinsi.

“Ada tiga hal dasar yang dibenahi untuk merevitalisasi destinasi wisata yang sudah ada yaitu aksesibilitas, kenyamanan dan juga produknya. Oleh karena itu Danau Toba yang selama ini aksesnya harus ditempuh berjam-jam dari Medan, ibukota Sumatra Utara mulai bulan lalu sudah bisa diakses langsung dengan pesawat Garuda Indonesia dan Sriwijaya Air ke Bandara Silangit di Kabupaten Tapanuli Utara, akses terdekat dengan kawasan yang dikenal sebagai Monaco of Asia,” kata Nia.

Pejabat Kemenpar yang fasih berbahasa Inggris dan Perancis ini menambahkan bahwa target kunjungan wisman ke Indonesia hingga 2019 mencapai 20 juta orang. Kunjungan media Perancis itu ke Indonesia akan membantu untuk mencapai target-target kunjungan , tambahnya.

Pernyataan Nia membuat kalangan pers Perancis itu senang. “Kita akan membawa banyak wisatawan dari negara kami ke Indonesia lewat tulisan. Senang rasanya bisa berkontribusi bagi pariwisata Indonesia,” ungkap Carol, salah satu peserta. Rombongan dari 29 April-6 Mei 2016  mengunjungi Bandung, Jakarta terutama Kepulauan Seribu dan Bali.

Nia Niscaya, Direktur Pengembangan Pasar Eropa,Timur Tengah, Amerika dan Afrika, Kemenpar.
Nia Niscaya, Direktur Pengembangan Pasar Eropa,Timur Tengah, Amerika dan Afrika, Kemenpar.

Famtrip, ungkap Nia adalah salah satu strategi untuk menjaring kunjungan wisman Perancis ke Indonesia, disamping mengikuti bursa-bursa wisata tetap yang ada di Perancis bekerjasama dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia di Paris dan Perwakilan Visit  Indonesia  Tourism Office (VITO) di Paris, Eka Moncarre, warga Perancis asal Indonesia yang mendedikasikan dirinya untuk menjaring kunjungan wisatawan dari negara itu.

“Tahun 2016 ini sektor pariwisata diharapkan menarik 12 juta pengunjung mancanegara dan menambah setidaknya US$12,7 miliar devisa bagi bangsa ini. Oleh karena selain menduniakan tagline Wonderful Indonesia ke 11 negara prioritas kita juga melakukan pendekatan melalui kuliner, kata Nia Niscaya.

Eka Moncarre, Country Manager Visit Indonesia Tourism Officer (VITO) di Paris dan Hermeline Esther Polhaupessy dari Kedutaan Besar Republik Indonesia di Paris yang menjadi pendamping Famtrip ini optimistis para peserta akan mendapatkan pengalaman menarik dan menuliskan pengalaman berwisatanya di media masing-masing.

“Famtrip bagi saya adalah sebuah investasi yang efektif dan efisien antara Kemenpar dan media yang diundang. Sebenarnya ini adalah investasi B to B atau business to business yang harus disadari kedua belah pihak karena itu pemilihan media dan program acara harus fokus jangan jadi kontra produktif yang merugikan pers karena terlalu capek dan padat acara misalnya,”

Eka mengatakan dengan inisiatifnya membuatkan kantor VITO di Paris, setiap hari banyak warga Perancis yang datang mencari informasi maupun berkonsultasi karena mereka ingin tinggal lama di Indonesia bukan dengan ikut paket wisata tapi sebagai Free Individual Traveller ( FIT).

“Kunjungan wisman ke Perancis untuk FIT naik meskipun yang melalui travel agent turun. Seorang ibu dan satu anak yang datang ke VITO minta advise untuk tinggal selama 50 hari di Indonesia dan dengan budget yang ada mereka bertanya bisa pergi kemana saja ?,” jelas Eka Moncarre.

Itulah sebabnya sosialisasi keberadaan VITO Paris dan promosi Wonderful Indonesia tengah digencarkan di Paris. Pihaknya juga akan bekerjasama dengan hotel-hotel terkemuka di Paris untuk menyajikan kuliner khas Indonesia dengan penampilan gaya hidangan Perancis. (Hilda Ansariah Sabri).

 

 

 

 

 

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.