Nestle Komitmen Bangun Masa Depan Anak dengan Kebiasaan Sarapan

0
376
Saat peluncuran kampanye Ayu Bangun Indonesia

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Nestle komitmen membantu membangun masa depan generasi muda Indonesia yang berkualitas dengan meluncurkan kampanye ‘Ayo Bangun Indonesia’. Kampanye bertepatan dengan Pekan Sarapan Nasional ini mengajak masyarakat menerapkan kebiasaan sarapan sehat.

“Kami percaya sarapan sehat merupakan awal terciptanya masa depan lebih sehat. Kami terus mendorong kesadaran akan pentingnya sarapan sehat,” papar
Nutrion, Health and Wellness Manager Nestle Indonesia Mira Susanti saat peluncuran kampanye ‘Ayo Bangun Indonesia’ di Jakarta, Kamis (09/02/2017).

Diakuinya, kendati sarapan sehat sangat penting, masih banyak masyarakat yang melewatkan waktu sarapan atau sarapan tanpa melihat kandungan nilai gizi. “Masalah ini harus menjadi perhatian bersama, dan gerakan ini harus terus digencarkan agar generasi muda Indonesia akan lebih baik lagi,” tandasnya.

Mira melanjutkan, upaya Nestle melalui gerakan ini sudah dilakukan sejak 2013, dengan berbagai kegiatan edukatif dan informatif seperti peluncuran microsite, kerja sama dengan yayasan Taman Bacaan Pelangi untuk berbagi 10.000 porai sarapan sehat dan lomba mewarnai. “Kampanye kali ini, Nestle memberikan tips hingga resep makanan untuk memudahkan keluarga Indonesia dalam menerapkan kebiasaan sarapan sehat, dengan mengunjungi sekolah, ibu PKK dan aktifitas lainnya,” sambungnya.

Ahli Gizi dari Institute Pertanian Bogor Prof Dr Ir Ali Khomsan, MS menyambut baik langkah Nestle untuk ikut menggelorakan sarapan pagi bagi anak-anak. Mengingat manfaat sarapan tidak sebatas untuk menjaga kesehatan anak-anak, namun juga kondisi psikisnya. Karenanya, Bunda harus mengatur jadwal makan anak, terutama tidak melewatkan sarapan sehat.

Penelitian menunjukkan, jika anak-anak tidak lupa sarapan dengan nutrisi seimbang dapat memenuhi 15-30 persen kebutuhan total energi per harinya. Sarapan juga berperan penting untuk mendukung produktivitas dan kreatifitas anak di sekolah. Sayangnya, anak-anak Indonesia masih mengonsumsi sarapan dengan menu tidak seimbang. Umumnya, orangtua tidak memenuhi kebutuhan protein dan serat yang cukup saat sarapan.

“Sebanyak 44,6 persen anak-anak mengonsumsi sarapan kurang berkualitas. Sarapan biasanya hanya mengonsumsi makanan bersumber karbohidrat saja. Setiap orangtua, seharusnya mementingkan kebutuhan nutrisi untuk sarapan. Hanya saja, berdasarkan studinya, saat sarapan anak-anak justru mendapatkan kurang dari 15 persen dari total kebutuhan energinya,” sarannya.

Karena itu, orangtua agar meningkatkan kualitas sarapan anak-anak. Keberagaman zat gizi sangat penting dicukupi mulai dari karbohidrat, protein, serat, vitamin dan mineral. “Memilih menu sarapan cukup simple, yang penting kebutuhan nutrisi. Misal di piring ada sayur, nasi sedikit atau roti. Terus minumnya jus buah agar semakin beragam,” tutup Prof Ali

Psikolog Vera Itabiliana Hadiwidjojo, anak yang terbiasa sarapan akan lebih mampu berkonsentrasi, lebih tanggap, dapat meningkatkan kemampuan mental, mampu mengerjakan soal, menurunkan kecemasan saat menghadapi stres, dan fisiknya juga lebih aktif. “Nah, kalau anak punya karakter seperti itu maka anak tersebut akan cenderung berprestasi. Kalau dia berprestasi akan meningkatkan kepercayaan dirinya. Semua yang terjadi di sekolah itu penting bagi dia,” papar Vera.

Selain itu, lanjut Vera, manfaat sarapan lainnya untuk anak adalah mengajarkan disiplin. “Dengan belajar, anak otomatis akan belajar disiplin. Soalnya dia pasti akan bangun pagi, bersiap-siap lebih cepat, karena sudah ada aturan dari orang tuanya sendiri. Intinya, sarapan itu ekspresi orang tua,” lontarnya. (endy)

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.