Negara Boros Rp 5,1 Triliun Akibat PNS Rapat di Hotel

0
655
Ballroom hotel sepi

JAKARTA, BISNISWISATA.CO.ID: Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) mencatat terjadi penyalahgunaan anggaran mencapai 30 persen yang bersumber dari PNS yang menggelar rapat di luar kantor atau hotel-hotel. Total pemborosan dari rapat di hotel mencapai hingga Rp 5,122 triliun pertahun.

“Bukan hanya itu, malah ada banyak laporan dari manajer-manajer perhotelan mengenai pola pembukuan yang berganda. Akibatnya negara dirugikan oleh pembukuaan ganda itu atau terjadi penyalahgunaan anggaran negara,” ungkap Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Yuddy Chrisnandi di Jakarta, Selasa (17/2/2015).

Penyalagunaan anggaran itu, kata menteri, modusnya jika peserta rapat yang hadir sebenarnya hanya 50 orang, namun yang tertulis dalam pembukuan menjadi 100 orang. Selain itu, jika harga satu kamar hanya Rp 450 ribu maka di-mark up menjadi Rp 600 ribu.

“Kadang-kadang manajer-manajer itu melaporkan pada kami betapa repotnya mengurus PNS-PNS ini. Ini berlangsung cukup lama dan negara dirugikan akibat inefisensi tersebut,” kata Menteri Yuddy.

Ditambahkan, setelah dua bulan sejak terbitnya Surat Edaran Menteri mengenai larangan rapat di hotel, ada sejumlah peningkatan dalam efisiensi anggaran.

Diantaranya 61 Kementerian/Lembaga bisa menghemat sekitar Rp 4,2 triliun, 8 Pemerintah Provinsi sekitar Rp 471 miliar, 61 Pemerintah Kabupaten sekitar Rp 290 miliar dan 14 Pemerintah Kota sekitar Rp 91 miliar.

Diungkapkan, dalam konteks revolusi mental, Presiden RI menginginkan terjadi perubahan cara berpikir, bertindak dan berperilaku para aparatur sipil negara. Menurutnya, Presiden menginginkan di akhir era periode pertama Kabinet Kerja, Indonesia bisa menjadi negara dengan tata kelola pemerintahan berkelas dunia.

“Kita tidak mungkin berkelas dunia jika kerja birokrasi kita lambat, mempersulit pelaku ekonomi, tembang pilih, dan tidak transparan. Harus ada perubahan pola pikir dari birokrasi yang selama ini priyayi menjadi birokrat-birokrat yang memberikan pelayanan dan responsif terhadap masyarakat,” kata Yuddy.****

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.