Nasi Mandi, Kuliner Timur Tengah Akrab dengan Lidah Indonesia

0
1458
Nasi Mandi

JAKARTA, test.test.bisniswisata.co.id: KULINER khas Timur Tengah kini semakin merebak di Indonesia. Konsumennya selain wisatawan asal Timur Tengah, warga keturunan Arab yang ada di Indonesia juga orang Indonesia sendiri. Bahkan, grafik orang Indonesia yang menyukai kuliner Arabianb food terus bertambah.

Salah satu kuliner yang paling banyak digemari adalah Nasi Mandi laham atau Mandi rice. Hidangan khas dari kawasan Hadramaut, Yaman dan Timur Tengah, dengan wujud nasi berbumbu rempah serta dilengkapi daging kambing atau ayam yang empuk.

“Rasanya memang nikmat, lezat dan berbeda dengan nasi Indonesia. Nasi mandi laham diolah dengan rempah-rempah Timur Tengah yang dilah dengan berbahan kambing muda atau ayam pilihan yang sangat empuk,” papar General Manager Sentral Al Jazeerah Restaurant, Muna Rasidi di Jalan Pramuka Jakarta Pusat, kemarin.

Muna menjelaskan, yang membedakan nasi mandi laham dengan nasi Indonesia adalah jenis berasnya yang panjang dan pera. Beras tersebut adalah jenis beras Basmati dari India. Sengaja digunakan beras impor agar sensasi asli hidangan tersebut dapat juga dirasakan oleh penikmat di Indonesia.

Bumbu rempah dalam nasi mandi memakai aneka rempah beraroma kuat dari Timur Tengah. Bahkan beberapa koki menambahkan minyak zaffron yang khas aromanya dalam adonan nasi tersebut saat memasak.

Nasi mandi biasanya memiliki dua warna, yakni kuning dan putih. Nasi mandi dimasak dengan cara diasapkan dengan wadah tanah liat, dan pakai kayu bakar sehingga aroma bakaran arang masih terasa dan nikmat disantap dengan daging kambing.

Walau berwarna kuning bening keemasan, namun bukan hanya kunyit yang dipakai sebagai campuran bumbunya. Minyak zaffron pun memberi efek warna kuning yang menggugah selera dalam nasi mandi. “Lalu ada pelengkap seperti acar zalata yang terbuat dari timun, buah nanas, bawang, serta bawang putih,” tambah Muna.

Juga, sambung Muna, ada sambal lengkap yang menambah nikmat menyantap hidangan tersebut. Belum lagi daging kambing bakar dengan bumbu tersendiri yang pasti ada di setiap sajian nasi mandi. “Semuanya akan diletakkan dalam nampan perak besar sehingga bisa dikonsumsi beramai-ramai.

“Ini memang cara makan nasi yang khas Timur Tengah, yaitu disantap bersama di atas nampan besar. Semakin banyak yang makan dalam satu nampan, maka semakin asyik. Tapi penikmat Indonesia lebih suka makan sendiri-sendiri, tapi ada juga yang makan bersama,” lontar Muna.

Romli, Manager Sentral Al Jazeerah Restaurant menambahkan selain nasi mandi menjadi makanan favorit dan banyak dipesan penikmat Indonesia, juga ada sajian nasi lainnya. “Memang hampir mirip dengan Indonesia, makanan utama masyarakat Arab adalah nasi. Kendati demikian, nasi yang dihidangkan itu sedikit berbeda karena ada ramuan rempah-rempah dan kambing muda atau ayam,” ungkap Romli.

Beberapa nasi yang disajikan Sentral Al Jazeerah Restaurant antara lain Nasi kabsah yang juga menggunakan beras basmati. Hidangan ini cenderung berwarna kemerahan karena memakai campuran pasta tomat di dalamnya. Nasi kabsah biasa dinikmati dengan lauk kambing guling atau kambing bakar.

Nasi biryani, lanjut Romli, sedikit berbeda dengan aneka nasi lainnya. Nasi biryani dimasak dengan campuran yoghurt serta aneka rempah yang cukup banyak. Hal ini yang membuat nasi biryani memiliki rasa rempah yang lebih tajam dibandingkan nasi lainnya.

Juga Nasi kebuli merupakan hidangan nasi berbumbu yang rasanya lebih gurih. Biasanya nasi kebuli memiliki warna yang lebih gelap dan terdapat campuran kismis atau kacang mete. Nasi kebuli memiliki aroma cenderung seperti kari. “Kami juga menyediakan nasi goreng Indonesia, yang juga banyak dimintai wisatawan Timur Tengah,” katanya.

Selain nasi, Sentral Al Jazeerah Restaurant merupakan restoran ala Timur Tengah otentik pertama yang menyajikan beragam makanan masakan Timur Tengah di Jalan Pramuka Jakarta juga ada hidangan cemilan seperti Sambosa daging, keju, martabak, arayes dan dessert UM ALI yang begitu legit dengan perpaduan susu, kismis dan kacang almond.

Syehan Jindan, Direktur Utama Sentral Al-lazeerah mengatakan menu favorit di restorant ini dijamin bisa membuat para pelanggan merasakan kenikmatan yang berbeda, dengan dilengkapi suasana berbau Arabian.

“Alhamdulilah sejak di buka restoran dua tahun lalu, pelanggan yang datang berkunjung bermacam-macam dari Anggota Dewan, Pejabat Pemerintah, serta Kedubes dan para selebritis seperti Ayu Azhari, Guruh Soekarno Putra, Dorce Gamalama, Ridho Rhoma, Musdalifah, Mansyur S, Nabila Syakieb, Ferry Maryadi, Paramitha Rusady, Sarah Azhari, hingga para ulama pemuka agama yang sudah menjadi langganan tetap kami adalah Syekh Ali Jaber dan Ustadz Zaki,” katanya bangga. Mau coba? (endy)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.