Narkoba, HIV/Aids dan Sampah dalam Wayang Joblar

0
558

logoNUSA PENIDA, test.test.bisniswisata.co.id,- SOSIALISASI tentang bahaya narkoba, penanggulangan penyebaran HIV/Aids, tentang kawasan tanpa rokok, gemar makan ikan dan program lainnya, dapat diselipkan dalam tayangan media tradisi Bali, wayang. Strategi komunikasi menggunakan media tradisi makin semarak dengan bertumbuhnya kelompok pewayangan seperti Joblar, Chenk Blonk, disamping drama pendek Bondres.

Strategi serupa juga dimanfaatkan Pemkab Klungkung serangkaian gelar Nusa Penida Festial (NPF) 2016. Festival yang digelar di pantai Banjar Nyuh, Desa Ped, Nusa Penida berlangsung 7- 9 Oktober. Untuk melestarikan tradisi bertutur nilai sosial kemasyarakat melalui wayang, NPF juga dikemas dalam rangka membangkitkan unsur budaya tradisi Nusa Penida dari kulinari sampai dengan papan dan sandang.  Mempromosikan hidden objek wisata  kecamatan Nusa Penida.

Dalam sesi dialog ditengah- tengah pementasan wayang kulit Joblar yang dipadati penonton, Bupati Klungkung, Nyoman Suwirta mengajak masyarakat untuk selalu menjaga anugerah alam yang indah di Nusa Penida. Bupati menghimbau warga menjaga kebersihan lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan, utamanya kepantai yang dapat merusak terumbu karang. “Jangan buang sampah plastik,  itu bisa merusak terumbu karang. Mari kita selalu santun dan inovatif ,” ujar Bupati Suwirta.

Wakil Bupati Klungkung, Made Kasta selaku Ketua Badan Narkotika Kabupaten (BNK) Klungkung menambahkan, dalam upaya mencegah masuknya narkoba ke Desa-desa telah dijalin kerjasama dengan Desa Pakraman agar nantinya bahaya dan penyalahgunaan narkoba dimasukkan kedalam perarem dimasing-masing Desa Pakraman. Wabup juga berharap pengawasan orang tua lebih ditingkatkan agar anak-anak terhindar dari penyalahgunaan narkoba. “Peran orang tua sangat kami harapkan,” ujar Wabup Kasta.

Dalam menekan peredaran narkoba di Kabupaten Klungkung, BNK Klungkung kata Kasta sudah melakukan langkah-langkah dengan mengadakan sosialisasi dan ceramah kesekolah-sekolah, melakukan tes urine, penyebaran brosur dan stiker serta kegiatan lainnya.

 

SISPALA

Hal kepedulian lingkungan SMA N I Nusa Penida memiliki kelompok Siswa Pencita Alam (Sispala)  Suta Nusa Dwipa, beranggotakan  34 siswa dengan minat khusus pecinta alam. Dalam perjalanan waktu dan perkembangan pembangunan di pulau Nusa Penida, sampah menjadi persoalan baru yang makin mengkhawatirkan.

Tahun 2006 bekerjasama dengan Yayasan Penyantun Taman Nasional, sekolah melalui Sispala melaksanakan program pemilihan dan pengelolaan sampah. Sejak dua tahun lalu kami melaksanakan program 3R, ungkap Pembina Sispala Suta Nusa Dwipa, Wayan Oka Sudiana Astawa.

Memberdayakan anggota Sispala dalam melakukan pembibitan tanaman toga untuk kemudian dibagikan kemasyarakat selain mengisi kebun toga di halaman sekolah. Berbagi keahlian dengan wisatawan atau siapa saja yang peduli hal pengelolaan sampah.

Timbulan sampah ungkap Bendesa Pekraman Nyuhkukuh Jro  Ketut Preana, meningkat signifikan dengan peningkatan kunjungan wisatawan ke wilayah tugasnya. “Penduduk di pekraman kami saja  156 kk, ditambah limbah tamu. Sementara di  pesisir, timbuhan sampah meningkat pada musim tertentu. Kami sedang menyiapkan perarem hal sampah rumah tangga, sampah dari fasilitas komersial dan aktivitas wisata,’’ paparnya. *Dwi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.