Mudik Lebaran, Penumpang Pesawat Diprediksi Merosot

0
97
Bandara Adisutjipto Yogyakarta (Foto: Repro Google)

YOGYAKARTA, bisniswisata.co.id: General Manager Bandara Internasional Adisutjipto Yogyakarta, Agus Pandu Purnama memperkirakan jumlah penumpang pesawat di masa libur dan mudik Lebaran tahun ini tak seramai tahun sebelumnya.

Setidaknya ada dua faktor yang membuat jumlah penumpang pesawat menurun. Pertama karena harga tiket pesawat yang tinggi. Kedua banyaknya alternatif moda transportasi menuju Yogyakarta dengan sarana yang menunjang kenyamanan diperjalanan.

“Jadi sepertinya penumpang pesawat tidak akan seheboh tahun lalu atau sebelumnya,” ujar Agus Pandu Purnama di sela rapat koordinasi persiapan lebaran di Kantor Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta.

Meski kini Yogyakarta memiliki bandara baru, Yogyakarta International Airport di Kabupaten Kulon Progo, ada alasan lain yang mempengaruhi minat masyarakat untuk liburan dan mudik lebaran menggunakan pesawat. Alasan pertama perihal mahalnya tiket pesawat, menurut dia, tercermin dari turunnya jumlah penumpang pesawat yang tiba di Yogyakarta sampai 40 persen sejak Januari 2019.

Untuk sebab kedua, Agus Pandu Purnama menjelaskan seperti dilansir laman Tempo.co, Selasa (21/05/2019), saat ini masyarakat bebas memilih moda transportasi darat yang tak kalah nyaman karena sudah tersedia jalan tol.

Terkait ektra flight saat Lebaran, Pandu menilai extra flight adalah kondisi yang lazim terjadi di musim liburan, terutama saat mudik Lebaran. Dan untuk penerbangan tambahan atau extra flight di Bandara Adisutjipto Yogyakarta dipastikan dialihkan seluruhnya ke Yogyakarta International Airport atau YIA di Kabupaten Kulon Progo.

Sampai dengan hari ini, menurut Pandu, tercatat sudah ada 21 penerbangan tambahan dengan berbagai rute. “Paling banyak extra flight untuk rute Jakarta – Yogyakarta,” jelasnya.

Pada tanggal 24 Mei 2019 juga ada tambahan empat penerbangan dari Batik Air yang melayani Yogyakarta – Bali, Yogyakarta – Samarinda, Yogyakarta – Palangkaraya, dan Yogyakarta – Jakarta. “Untuk tambahan penerbangan dari Batik Air secara harian sudah dilayani per tanggal 24 Mei 2019, pada pagi pukul 09.15 WIB dan sorenya jam 18.00 WIB,” ujarnya.

Dengan rute tambahan ini, Yogyakarta International Airport total melayani 27 rute penerbangan selama menyambut Lebaran. Saat ini, bandara baru di Kulon Progo itu baru melayani enam rute penerbangan. Kendati bakal melayani puluhan rute penerbangan, Pandu menjelaskan, bandara Yogyakarta International Airport belum dibuka selama 24 jam. Jam operasional bandara itu hanya sampai pukul 18.00.

Pandu menuturkan publikasi keberadaan Bandara Internasional Yogyakarta cukup masif dan masyarakat sudah banyak yang tahu. “Keberadaan Bandara Internasional Yogyakarta dan moda transportasi pendukung terpublikasi dengan baik sehingga masyarakat sudah tahu akses menuju terminal bandara Yogyakarta International Airport,” ujarnya. (NDY)

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.