MOU ADEI- AMVI Dukung Berdirinya Digital Business Start-Up Development Center

0
932
Pengurus DPP ADEI di pimpin Bari Aprijono dan AMVI (asosiasi Modal Ventura Indonesia) usai menandatangani MOU pendirian AMVI SDC, Selasa (15/6). ( Foto: Hilda Ansariah Sabri)

JAKARTA, test.test.bisniswisata.co.id : Asosiasi Digital Entrepreneur Indonesia  (ADEI) mendukung upaya  Asosiasi Modal Ventura Indonesia (AMVI) membangun Start-up Development Center (SDC), wadah pembelajaran dan monitoring bagi para start-up business, ungkap Bari Arijono, Ketua ADEI, hari ini.

“Visi ADEI itu  mempercepat pemanfaatan teknologi digital di semua sektor Industri termasuk pariwisata dan misinya adalah menumbuhkan dan mewujudkan ekonomi digital yang berdikari, berdaulat dan berkepribadian Indonesia jadi sejalan dengan tujuan AMVI untuk memberikan pembinaan kepada start up business dan mendapatkan ekosistem yang dibutuhkan, kata Bari.

Berbicara usai melakukan MOU antara AMVI dan ADEI di Escape Coffee di kawasan Dharmawangsa, Kebayoran, (15/6) Bari mengatakan bahwa ADEI berfungsi sebagai hub yang membantu para pelaku industri dan Pemerintah dalam berbagai aspek untuk mempercepat pemanfaatan teknologi digital, sehingga dapat berkontribusi dalam menciptakan digipreneur.

Riawan Paramarta, Direktur AMVI mengatakan pihaknya bersama Asosiasi Perusahaan Penjaminan Indonesia (ASIPPINDO), Kadin Indonesia bidang Modal Ventura, dan Asosiasi Digital Enterpreneur Indonesia (ADEI), pihaknya memprakarsai dibentuknya Digital Business Start-Up Development Center  ( SDC).

 “Kami membantu kalangan pebisnis pemula atau  start-up business baik yang baru berdiri maupun yang sudah berjalan untuk mendapatkan tempat pembelajaran,  coaching dan mendapatkan akses-akses kepada berbagai sumberdaya pendukung,” ungkapnya.

Ke depan fungsinya adalah sebagai start-up education center, memberikan training, coaching, mentoring  dan monitoring perkembangan kinerja bisnis,  sebagai incubator yang memberikan pembinaan agar para pemula dapat tumbuh dengan fondasi bisnis yang mantap dan terakhir sebagai ackselarator  agar yang start up business yang sudah berjalan untuk dapat tumbuh lebih sehat dan mendapatkan dukungan-dukungan dari ekosistem yang diperlukan, kata Riawan.

“Untuk menjalankan kegiatan  AMVI Digital Business Start-Up Development Center akan didukung mentor dari kalangan praktisi bisnis digital seperti Bari Apriyono dari ADEI ini maupun praktisi lainnya sehingga kita juga bersama-sama dapat memonitor perkembangan usahanya,” tandasnya.

Modal dan monitoring menjadi dua hal yang membutuhkan perhatian untuk mengembangkan usaha para Start-up sehingga AMVI dan mitra-mitranya juga bersinergi agar usaha para pemula menjadi kuat dan besar. Adapun materi pembelajarannya meliputi digital business strategy and management,digital business technique and skill, personal and team management dan pengembangan networking kepada para stakeholder digital business.

Bari Arijono mengungkapkan tekad ADEI adalah  mempercepat perkembangan perekonomian digital di Indonesia bukan yang hanya dibidang e-commerce, tetapi di seluruh bidang perekonomian terutama di sektor UMKM.

Bari Arijono, Ketua Asosiasi Digital Entrepreneur Indonesia ( ADEI)
           Bari Arijono, Ketua Asosiasi Digital Entrepreneur Indonesia ( ADEI)

“Kita targetkan satu juta usaha UMKM yang usahanya masih offline menjadi online sehingga mereka dapat bersaing di era pasar bebas saat ini. Sejak Deklarasi ADEI pada awal Febuari kami sudah merambah berbagai provinsi dan minggu ini kita membentuk pengurusan ADEI Batam dan Batam Silicon Valleynya. Inshaa Allah target menciptakan satu juta digital entrepreneur  ( digipreneur) dapat tercapai karena di tiap daerah ada banyak anggota dari berbagai asosiasi,” tambahnya.

Di industri pariwisata, ADEI bersinergi dengan ASTINDO (Asosiasi Perusahan Penjual Tiket Penerbangan) mengantisipasi menjamurnya bisnis online termasuk online travel agent ( OTA) yang merebut  pangsa pasar para travel agent lokal/konventional di Indonesia yang jumlahnya lebih dari 7000 perusahaan.

Setelah memberikan pencerahan kepada para pengurus DPN ASTINDO  tentang perubahan “industrial ekonomi ke digital ekonomi” yang selama ini belum dapat diterima 100 % oleh para pengusaha travel agent akhirnya mereka  tidak terpaku pada work in services dan off line services lagi dan bersedia  bertransformasi ke digital bisnis dan menerapkan platform E-commerce.

Pariwisata bisnis yang sangat besar dan  ADEI meminta agar pihak ASTINDO dapat mengemas kedalam paket-paket tour yang dapat di ikuti oleh publik yang berminat untuk mengetahui lebih jauh tentang jasa-jasa yang ditawarkan produsen dunia maya itu.

“Jadi kami optimistis target-target kami tercapai dan proses digitalisasi di semua industri dapat berjalan dengan dukungan dan sinergi berbagai asosiasi yang ada dan juga terutama pemerintah sehingga lahir  ekosistem digital business untuk mendorong mereka tumbuh menjadi perusahaan yang sehat,” kata Bari. (Hilda Ansariah Sabri)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.