Minat Wisman berwisata ke Asia Pada 2016 Makin Tinggi, Prediksinya 30% Ke Indonesia

0
989
Wisatawan dari Banjarmasin menikmati pemandangan di Floating Market, Bandung. Turis Indonesia tahun 2016 diperkirakan mengeluarkan dana sebesar US$1,400 atau setara dengan Rp1,9 juta untuk berwisata. ( foto: Hilda Sabri Sulistyo)

JAKARTA, test.test.bisniswisata.co.id: Wisatawan mancanegara diprediksi akan memperluas jelajah perjalananya ke Asia pada tahun 2016, terutama ke Indonesia. Ini adalah hasil survey tren perjalanan regional dan global 2016 yang diadakan oleh TripAdvisor melalui TripBarometer1.

Dari hasil survey yang melibatkan 44.000 wisatawan dan pebisnis hotel di seluruh dunia tersebut, 76% wisatawan berencana mencoba sesuatu yang baru pada tahun 2016. Tercatat bahwa 30% wisatawan berencana berwisata ke Indonesia tahun 2016, disusul India (29%) dan Thailand (29%).

Selain itu, satu dari tiga wisatawan berencana meningkatkan anggaran perjalanan mereka pada tahun 2016, 52% diantaranya merencanakan ini karena mereka dan keluarga merasa layak mendapatkannya.

Dalam mengeluarkan dana, wisatawan Australia berencana menghabiskan dana rata-rata US$10,900 atau setara dengan Rp152juta, disusul Swiss US$8,400 atau setara dengan Rp141juta dan Amerika sebesar US$8,400 atau setara dengan Rp117juta.

Sementara itu, di jajaran Asia, wisatawan Jepang berencana mengeluarkan dana sebesar US$5,600 atau setara dengan Rp78juta untuk perjalanan, disusul Tionghoa US$3,600 setara dengan Rp50juta, India US$3,100 setara Rp43juta, Thailand US$2,200 setara dengan Rp30juta, Malaysia US$2,100 setara dengan Rp29juta, serta Indonesia sebesar US$1,400 atau setara dengan Rp1,9 juta.

“Untuk tahun depan, wisatawan bersemangat memperluas wawasan mereka dengan mencoba sesuatu yang baru di tahun 2016. Survei dari TripBarometer tahun ini menjadi kunci tren perjalanan 2016,” kata Barbara Messing, Chief Marketing Officer TripAdvisor.

Mengenai karakteristik wisatawan, satu dari empat wisatawan memilih perjalanan individual, terkait kerakteristik wisatawan Asia yang lebih menyukai petualangan daripada wisatawan Eropa dan Amerika. Ketika melakukan perjalanan, wisatawan Asia tetap tidak bisa lepas dari ponsel dan kamera (59%) dan perlengkapan toilet (58%).

Di samping itu, sepertiga responden memilih tidak membawa barang banyak untuk berwisata. Wisata kapal pesiar juga mulai diminati karena satu dari lima wisatawan berencana menjelajah lautan dengan kapal megah tersebut. Lantas darimana wisatawan mendapatkan informasi mengenai destinasi yang akan dituju? satu dari empat wisatawan mengatahui destinasi tersebut dari acara tv.

 Herman Rukmanadi, Managing Director Bhara Tours & Travel Bandung yang juga Ketua Himpunan Pramuwisata Indonesia ( HPI)
Herman Rukmanadi, Managing Director Bhara Tours & Travel Bandung yang juga Ketua Himpunan Pramuwisata Indonesia ( HPI).

Mengenai karakteristik wisatawan Asia, Herman Rukmanadi, Managing Director Bhara Tours & Travel Bandung yang juga Ketua Himpunan Pramuwisata Indonesia ( HPI) Jabar mengatakan dalam mengemas paket wisata pasar Asia maka mereka mementingkan foto selfie atau foto bersama untuk menjadi bukti sudah berwisata ke obyek-obyek wisata yang menarik.

“Jadi kalau kita menjadi guide turis Asia tidak perlu cerita panjang lebar tentang sejarah keberadaan obyek yang kita kunjungi karena mereka begitu tiba di suatu obyek sulit berkumpul mengikuti guide untuk mendengarkan keterangan yang diberikan,” ujar Herman.

Seperti halnya wisatawan Indonesia, maka turis Asia ini langsung sibuk foto-foto sendiri untuk eksis di media sosial masing-masing seperti di facebook, path, instagram. Tidak heran dari penelitian 59% turis Asia tidak lepas dari kamera ponsel, jelas Herman.

Wisatawan Asia yang berkunjung ke Jabar akan senang jika bisa mengunjungi sebanyak mungkin obyek dalam sehari karena berpindah-pindah latar belakang foto obyek wisata sangat penting bagi mereka untuk bukti eksis. Sayangnya dengan kemacetan luar biasa yang terjadi di kota Bandung dan sekitarnya maka dalam sehari hanya bisa tiga tempat yang bisa dikunjungi.

“Rata-rata turis Asia hanya punya lama tinggal maksimal dua hari karena itu kami di Jawa Barat sedang memperkenalkan destinasi-destinasi lainnya seperti Garut sehingga lama tinggal bisa di perpanjang,” jelasnya. ([email protected])

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.