Mimpi Jokowi Jaring 20 Juta Wisman, Mungkinkah?

0
635

JAKARTA, test.test.bisniswisata.co.id: Mimpi presiden terpilih Joko Widodo (Jokowi) untuk menjaring 20 juta wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia dalam lima tahun mendatang, menjadi wacana optimisme di samping juga tuduhan “over-pede” yang sulit diwujudkan. Memang, semua sepakat alangkah bagusnya mimpi indah itu, jika bisa direalisasikan sehingga mampu membawa kesejahteraan bersama.

Jokowi dalam bukunya berjudul 22 Solusi Cerdas Jokowi untuk Indonesia, menargetkan kunjungan 20 juta wisman sampai 2019.
Di satu sisi, target itu tampak sulit dan diragukan untuk bisa dicapai mengingat sampai 2013 saja, jumlah wisman ke Indonesia hanya sebanyak 8,8 juta orang.

Jumlah itu merupakan rekor tertinggi pencapaian jumlah kunjungan wisman dalam dua tahun terakhir yang tercatat tumbuh di atas 8 persen atau di atas pertumbuhan pariwisata dunia yang hanya 5 persen.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Mari Elka Pangestu mengatakan target pariwisata Joko Widodo untuk menjaring 20 juta wisman sampai 2019 memerlukan kerja ekstra keras.

Dalam dua tahun terakhir, pariwisata Indonesia tumbuh di atas angka 8 persen hingga jumlah wisman ke Indonesia mencapai kisaran 8-9 jutaan. Tahun 2014, dengan kondisi pariwisata yang dinilainya berprospek cerah, pihaknya hanya mematok target kunjungan wisman 9,5 juta orang sampai tutup tahun.

“Itu artinya untuk mencapai angka 20 juta pariwisata kita harus tumbuh rata-rata 16 persen per tahun, bahkan lebih. Itu berarti dua kali lipat dari pertumbuhan saat ini,” katanya.

Sebelumnya, pihaknya telah melakukan analisis terkait target kunjungan wisman yang ditetapkan hanya sebesar 13,5 juta wisman sampai lima tahun ke depan dengan mempertimbangkan faktor-faktor pendukung di luar kendali kementeriannya.

Oleh karena itu, menurut dia, untuk mencapai target itu maka ada pekerjaan rumah klasik yang perlu diselesaikan melalui terobosan besar yang melibatkan banyak pihak, bukan sekadar kementerian yang dipimpinnya.

“Memang bukan tidak mungkin ini bisa kita wujudkan asalkan prasyaratnya dipenuhi dahulu seperti kita perlu memperbaiki infrastruktur, konektivitas penerbangan, kesiapan daerah, diversifikasi destinasi dan daya tarik pariwisata, dan tentunya kesiapan sumber daya manusia,” katanya.

Seluruh prasyarat itu, kata dia, terkait dengan kebijakan dari instansi dan lembaga yang lain sehingga koordinasi dan sinergi mutlak diperlukan.

Harus Berani Ketua Asosiasi Perusahaan Pameran Indonesia (Asperapi) Effi Setiabudi berpendapat target 20 juta wisman ke Indonesia adalah realistis. “Indonesia harus berani pasang target tinggi. Ini bisa diwujudkan kalau benar-benar ada keberpihakan dari pemerintah terhadap industri yang mendukung sektor pariwisata,” katanya.

Menurut dia target itu realistis bahkan jika dibandingkan dengan target kunjungan wisman negara-negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura yang telah sejak dulu dipatok di atas 20 juta wisman per tahun.

Potensi Indonesia untuk bisa mencapai target besar itu tidak kalah besarnya. “Dari sektor MICE termasuk pameran saja sudah banyak wisman yang bisa kita jaring,” katanya seperti diunduh laman Antara, Jumat (12/09/2014)

Hal senada disampaikan Direktur Urusan Internasional Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Jon A. Masli yang menyatakan meeting, incentive, conference, dan exhibition (MICE) akan menjadi jangkar yang potensial untuk mendatangkan lebih banyak wisman ke Tanah Air.

Bahkan ia menilai secara khusus target itu realistis dengan syarat harus dikaitkan dengan kebijakan anggaran dan kerja keras serta semangat perubahan. “Target ini realistis kalau dikaitkan dengan dukungan kebijakan anggaran, kerja keras, dan semangat perubahan,” katanya.

Apalagi Indonesia menurut dia sangat kaya dengan destinasi wisata di luar Bali yang belum tergarap optimal.

Siap Dukung Ketua Badan Promosi Pariwisata Indonesia (BPPI) SB. Wiryanti Sukamdani mengatakan pihaknya siap mendukung pemerintah yang baru untuk merealisasikan tercapainya target kunjungan 20 juta wisman hingga lima tahun ke depan. “Kami siap merancang program dukungan untuk merealisasikan target kunjungan 20 juta wisman ke Indonesia dalam lima tahun,” katanya.

Ia mengatakan target kunjungan sebanyak itu sampai lima tahun ke depan sangat realistis mengingat potensi pariwisata dan ekonomi kreatif Indonesia yang masih sangat luas.

Pihaknya sendiri menyatakan siap mengisi celah-celah kebijakan khususnya promosi yang belum disentuh oleh pemerintah untuk mendukung target itu. “Malaysia, Thailand, atau bahkan Singapura sudah berani menetapkan target kunjungan wisman yang tinggi, kita sebagai negara besar harus mulai berani melakukan terobosan untuk mencapai target yang lebih tinggi,” katanya.

Wiryanti bahkan telah menyusun program-program yang disebutnya sebagai lompatan besar dalam dunia pariwisata dan ekonomi kreatif untuk mendukung pencapaian target tersebut.

Program yang digagasnya sebagai “quantum leap” itu di antaranya memuat tentang revolusi mental SDM, memperbaiki infrastruktur, hingga memperbanyak atraksi dan daya tarik wisata.

Konsep quantum leap merupakan konsep yang didasarkan pada upaya menjaring wisman pada kantong-kantong potensial wisman yang selama ini belum tergarap yakni wisata minat khusus, cruise, cross border, dan MICE termasuk wisata belanja di dalamnya.

Ke depan semua berharap bahwa target 20 juta wisman tidak tertinggal sebagai angka di atas kertas namun terwujud dalam realitas sehingga pariwisata mampu menyejahterakan masyarakat di Tanah Air secara adil dan merata. ****

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.