Mie Nyemek, Kuliner Yogyakarta Langganan Wisatawan

0
932
Mie Nyemek Yogya

YOGYAKARTA, Bisniswisata.co,id: Yogyakarta boleh jadi gudangnya kuliner. Berbagai menu kuliner tersedia. Kini, Mie instan merupakan salah satu sajian yang wajib disantap ketika berada di Indonesia. Meski makanan yang satu ini termasuk murah meriah, tapi soal rasa kuliner ini selalu bikin kecanduan karena aromanya. Nah bila Anda berada di Yogyakarta sekarang, jangan lewatkan mencicipi warung mie instan yang sudah melegenda ini.

Mie nyemek khas warung Bu Siti. Kuliner ini cukup mencuri perhatian masyarakat sejak tahun 2002. Warung sederhana yang terletak di Jalan Sisingamangaraja No 35 Yogya ini, bukan hanya sekadar disukai oleh masyarakat setempat, namun wisatawan asing pun menjadi langganan warung Bu Siti.

Dari luar, seperti dilansir laman Travelingyuk.com, Senin (31/07/2017), kedai ini memang terlihat seperti warung mie pada umumnya. Tapi siapa sangka banyak orang yang rela antri demi mendapatkan satu porsi mie instan buatan Bu Siti. Bahkan dalam semalam, warung ini menghabiskan 4-5 dus mie instan.

Tak hanya nikmat karena bumbu biasa saja, tapi yang menjadikannya lebih enak adalah Bu Siti menambahkan bumbu rahasia. Yakni seperti bawang putih, kecap, cabai, sapi serta tambahan telur ayam atau bebek. Uniknya lagi, semua menu dimasak di atas tungku arang hingga menimbulkan wangi yang berbeda.

Varian menu yang terdiri dari mie kuah, goreng dan nyemek hanya dibanderol dengan harga Rp9.000 saja. Itupun sudah termasuk telur ayam. Murah meriah dan cocok sekali di kantong mahasiswa atau para backpacker.

Dinamakan Mie Nyemek Bu Siti, karena memang warung ini pertama kali dirintis oleh perempuan bernama Siti Fatimah. Tetapi pada awal tahun 2014 Bu Siti meninggal, dan usaha ini diteruskan oleh adiknya yang juga bernama Siti Artani. “Warung ini dulu milik Bude, tetapi setelah Bude meninggal ibu yang meneruskan,” ujar Trisiana Nur Cahyani, anak perempuan Siti Artani.

Sejak Siti Fatimah berjualan, warung mi ini sudah ramai pembeli. Tetapi setelah dia Siti Fatimah meninggal warung ini sempat tidak ada yang meneruskan. “Setelah Bude meninggal warung sempat tutup tiga bulan karena tidak ada yang meneruskan,” kata perempuan yang akrab disapa Ana tersebut.

Pengunjung bisa memilih jenis mi yang digunakan baik mi kuah ataupun mi goreng dengan beragam rasa yang tersedia. Sedang untuk mi nyemek, yang menjadi salah satu andalan warung ini berupa mi instan yang dimasak beragam bumbu tersebut dengan kuah yang tidak terlalu banyak (nyemek).

Rasa gurih, pedas, dan sedikit manis akan anda rasakan saat mencicipinya. Tambahan telur bebek ataupun telur ayam, semakin memperkaya rasa mi racikan Bu Siti. Juga membuat rasa dari hidangan ini adalah cara masaknya yang masih menggunakan arang, sehingga menghasilkan rasa yang khas. Selain mi nyemek ada juga pilihan mi rebus dan mi kering.

Nah, Anda yang berniat untuk mencoba mie di sini, coba saja datang saat malam hari. Jangan kaget jika akan antri lama untuk mendapatkan seporsi kuliner enak satu ini. (*/NDIK)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.