Mesin Europe Airpost Mati, Pilot Nangis Penumpang Panik

0
884

PARIS, test.test.bisniswisata.co.id:  Pengalaman menegangkan dialami para penumpang maskapai penerbangan asal Perancis, Europe Airpost, rute penerbangan Split di Kroasia menuju Nantes, Perancis.

Di tengah penerbangan, tiba-tiba mesin pesawat mati. Kru pesawat menyatakan keadaan darurat dan meminta para penumpang bersiap akan kemungkinan terburuk. Pilot pun menginformasikan dengan menangis, penumpang pun panik.

Informasi sang kapten pilot mengatakan  para penumpang hanya memiliki waktu enam menit sebelum pesawat itu jatuh. Situasi pun begitu menegangkan dan menakutkan.

Kru pesawat kemudian memerintahkan penumpang mengenakan jaket pelampung dan bersiap untuk melakukan pendaratan darurat di laut. Beruntung, pesawat Boeing 737 itu mendarat dengan selamat di kota Venesia, Italia, pada 23 Agustus lalu.

Pengalaman nyaris mati ini terekam di ingatan salah seorang penumpang, Benjamin Girard, yang menumpang pesawat itu bersama istri dan kedua anaknya yang berusia empat tahun dan enam bulan.

Benjamin mengenang, para penumpang mulai menangis dan berteriak histeris ketika menghadapi kemungkinan bahwa pesawat itu akan mendarat darurat di Laut Adriatik. Pria itu mengatakan, insiden terjadi tak lama setelah pesawat tersebut lepas landas, ketika pilot meminta penumpang bersiap untuk menghadapi turbulensi.

“Lalu, orang-orang di bagian belakang pesawat mengatakan bahwa salah satu mesin pesawat mati, yang kemudian segera dikonfirmasi oleh pilot,” ujar Benjamin seperti dilansir laman Daily Mail, Rabu (10/09/2014).

“Dia mengatakan harus melakukan pendaratan darurat di Venesia. Dia mencoba menenangkan kami dengan mengatakan bahwa kami berkesempatan mengunjungi kota itu,” tambah Benjamin.

Namun, penumpang tetap panik dan pilot kemudian meminta mereka segera mengenakan jaket pelampung dan melepaskan semua perhiasan.

“Pilot kemudian mengatakan bahwa kami harus melakukan pendaratan darurat di laut, dan memperingatkan kami tentang kemungkinan terjadinya ledakan,” lanjut Benjamin.

“Semua penumpang ketakutan, bahkan para kru kabin juga ketakutan. Salah seorang pramugari bahkan benar-benar panik, sementara yang lain terlihat pucat pasi,” papar dia.

Benjamin melanjutkan, tak lama kemudian terdengar lagi pemberitahuan dari sang pilot, yang kali ini diselingi isak tangis.

“Kami mendengar pilot menangis saat mengatakan bahwa kami memiliki waktu enam menit sebelum pendaratan darurat. Saya mendengar penumpang di bagian belakang mulai berteriak panik,” kenang Benjamin.

Setelah beberapa menit yang menegangkan, pesawat bermesin ganda itu akhirnya berhasil mendarat di bandara Marco Polo, Venesia, yang terletak di tepi laut. Pendaratan pun bisa dilakukan tanpa ada korban.

Setelah insiden itu, maskapai Europe Airpost membenarkan bahwa telah terjadi kepanikan di kabin penumpang. Namun, mereka menegaskan bahwa penumpang saat itu tidak dalam bahaya.

“Pesawat dalam penerbangan dari Split menuju Nantes mengalami insiden kerusakan di salah satu mesin. Kondisi ini diketahui kru, dan yang akhirnya memutuskan agar pesawat mendarat di Venesia setelah memberi tahu penumpang,” kata seorang juru bicara Europe Airpost.

“Ini adalah prosedur yang sudah berulang kali dilatih, dan mereka bisa mendaratkan pesawat dengan aman di Venesia,” tambah juru bicara itu. (marcapada@yahoo.com)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.