MesaStila Challange Ultra 2015 jaring komunitas pelari internasional

0
1056
Esthy Reko Astuti, Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara ( berbaju putih) bersama para penyelenggara dan atlit lari ultra trail Hendra Wijaya dan rekan-rekan

JAKARTA,test.test.bisniswisata.co.id: Olahraga rekreasi dapat diandalkan menjadi sumber penerimaan devisa baru yang mampu mendongkrak kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia. Untuk itu Kementerian Pariwisata memberikan perhatian terhadap tren saat ini dengan mendukung beberapa event olahraga rekreasi yang  dipadukan dengan wisata seperti  MesaStila Challenge Ultra 2015 di Magelang Jawa Tengah yang akan berlangsung pada 10 – 11 Oktober 2015.

“Kementerian Pariwisata setiap tahun mendukung Tour de Singkarak di Sumatera Barat. Kami juga mendukung Iron Man di Bintan, Pekanbaru 10K, dan Jakarta Marathon. Kami memperkuat komitmen untuk memajukan pariwisata olahraga atau event-event olahraga rekreasi lainnya,” kata Esthy Reko Astuti, Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara pada acara konferensi di Gedung Sapta Pesona, kemarin.

“Kami mendukung penyelenggaraan MesaStila Challenge Ultra 2015, karena mempromosikan keindahan gunung-gunung di Indonesia khususnya Gunung Merbabu dan Gunung Merapi di Jawa Tengah, ini menjadi event yang unik karena di Indonesia belum banyak lomba lari ultra yang jaraknya melebihi 50 kilometer” ujar Esthy Reko Astuti.

Sport tourism, ungkap Esthy mendapatkan dukungan 5% dari total dana promosi pariwisata Indonesia yang mencapai Rp 1 triliun untuk tahun 2015. Dari jumlah itu, sport tourism menyerap hampir 75%.

General Manager MesaStila, M. Isa Ismail Rauf menjelaskan, event MesaStila Challenge Ultra tahun ini diadakan untuk ke lima kalinya dan menargetkan kegiatan ini bisa masuk dalam kualifikasi Ultra Trail Du Mont Blanc (UTMB) yang menjadi kiblat dari para pelari di berbagai event bertaraf internasional.

“Ultra trail adalah lomba yang jarak tempuhnya di atas lari marathon, kegiatan yang berlangsung untuk kelima kalinya ini terdiri dari kategori 13K dan 21K, 42K (marathon), 65K (ultra) dan 100K (ultra). Tahun lalu tiap kategori diikuti rata-rata seratus peserta sehingga tahun lalu kami mendapatkan 400 peserta dari 10 negara,” ujar M. Isa Ismail Rauf.

Untuk tahun ini pihaknya berharap total mendapatkan 500 peserta dari 25 negara meskipun data saat ini baru diikuti 10 negara. Perlombaan lari lintas alam dengan medan yang ekstrim ini bisa dilakukan di gunung, di kutub dan di medan lainnya. Untuk peserta yang bisa melewati 100 km misalnya, akan mendapatkan nilai 3 point karena untuk dapat mengikuti UTMB misalnya, peserta harus mengantongi sedikitnya 9 point.

Beruntung Indonesia memiliki Hendra Wijaya, pelari lari lintas alam kondisi ekstrem (ultra-trail) Hendra Wijaya belum lama ini mengikuti lomba trail marathon di Kutub Utara sepanjang 566 kilometer Maret lalu. Sepanjang 8 tahun penyelenggaraan event tersebut, Hendra menjadi orang Indonesia pertama yang berhasil menyelesaikan lombaLikeys 6633 Ultra itu.

Hendra Wijaya bersama Watie Murani, Asdep Strategi Pemasaran Nusantara Kemenpar
Hendra Wijaya bersama Watie Murani, Asdep Strategi Pemasaran Nusantara Kemenpar

Mesastila Challenge Ultra 2015 juga menjadi istimewa karena salah satu pesertanya adalah Hendra Wijaya. Hendra mengatakan, perlombaan lari yang ekstrim seperti MesaStila Challenge Ultra bertujuan untuk memicu kekuatan dalam diri, kondisi fisik, dan pengalaman menakjubkan dengan menikmati matahari terbit dari puncak gunung.

“Dengan lama waktu berlari yang bisa mencapai 20 jam, faktor suasana dan budaya masyarakat sekitar menjadi daya tarik tersendiri untuk mengikuti lomba lari ekstrem, termasuk MesaStila Challenge Ultra,“ kata Hendra.

Dia antusias dengan dibukanya kategori baru mencapai 100 km karena akan menjaring lebih banyak komunitas ultra trail dunia untuk datang ke Indonesia. Pengalaman Hendra ke Kutub, ujarnya, sangat menarik karena harus menyediakan dana pribadi sebesar Rp 200 juta untuk transportasi udara, akomodasi, biaya pendaftaran dan kebutuhan lainnya.

Setelah berjuang mati-matian, akhirnya Hendra berhasil menyelesaikan lomba tersebut selama kira-kira 8 hari sambil membawa perbekalan dalam sebuah gerobak isi perbekalan berupa makanan, minuman, obat-obatan di bawah cuaaca minus 32 derajat celcius yang membuat semua perbekalan termasuk minumannya membeku, begitu juga bulu mata, alis dan anggota tubuhnya membiru.

“Akhirnya saya masuk delapan orang dari berbagai belahan dunia yang mampu mencapai finish makanya disebut finisher dan menambah point atau jam terbang saya dalam lari ekstrim ini. Komunitas ultra trail di mancanegara sangat banyak dan mereka tidak segan-segan mengeluarkan dana besar untuk menantang diri sendiri ,” kata Hendra.

Agung Satrio Prakoso, Kepala Seksi Promosi Dinas Pariwisata dan Budata Pemprov Jawa Tengah mengatakan olahraga rekreasi memang menjadi event unggulan dari Jawa Tengah yang sudah sering menyelenggarakan kegiatan olahraga yang dipadukan dengan wisata seperti Borobudur International Hash House Harriers,Wonderfull Indonesia- Magelang 10 K. Borobudur International 10 K dan event olahraga lainnya.

“Kami sudah dapat bersinergi dengan baik bersama Dinas Olarga dan instasi terkait serta pihak swasta seperti dengan penyelenggara MesaStila Challenge Ultra yaitu Mesa Resort sehingga lahir kegiatan-kegiatan yang menjaring komunitas internasional.” Kata Agung Satrio Prakoso.

M. Isa Ismail Rauf mengatakan event lari MesaStila Challenge ke lima ini akan berlangsung pada 9-11 Oktober 2015 di Magelang, Jawa Tengah. Acaranya akan mengambil tempat di MesaStila atau dahulu dikenal sebagai Losari Spa Retreat & Coffee Plantation.  Selama 4 tahun penyelenggaraan acara lari rails to trails-half marathon, MesaStila Challenge menjadi ajang pertandingan lari yang unik dan ekstrim di alam terbuka yang menantang semangat bertanding sekaligus mengenalkan panorama alam dan budaya Jawa. MesaStila Resort juga menawarkan promo khusus untuk para pelari yang berminat untuk tinggal di resort setelah usai mengikuti acara perlombaan lari. ( hildasabri@yahoo.com)

 

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.