Devisa Pariwisata masih Kategori Papan Bawah

0
783

MATARAM, test.test.bisniswisata.co.id: Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas, Andrinof Chaniago sedih terhadap kondisi pariwisata di Indonesia. Pasalnya, pariwisata hanya banyak menjadi lirik lagu dan puisi, ketimbang menghasilkan devisa negara, apalagi untuk kesejahteraan rakyat. Selama ini, devisa yang dihasilkan pariwisata masuk kategori papan bawah.

“Padahal potensi pariwisata Indonesia sangat besar. Beraneka ragam wisata ada di Indonesia. Mulai alam, pantai, budaya dan lainnya. Sayangnya dibandingkan negara-negara tetanga seperti Malaysia dan Singapura, penerimaan devisa Indonesia dari sektor pariwisata masih sangat kecil, belum sesuai harapan,” papar Andrinof dalam sambutannya di acara musyawarah perencanaan pembangunan regional, di Mataram, Rabu.

Di Singapura, lanjut dia, objek wisatanya 100 persen buatan, hebatnya bisa menarik wisatawan mancanegara (wisman) 16 juta per tahun. Begitu juga Malaysia mencapai 28 juta per tahun, Indonesia cuma delapan juta per tahun.

Menurut Andrinof, suatu negara masuk papan atas negara dengan tujuan wisata yang direkomendasikan, jika sudah bisa menarik wisman di atas 20 juta per tahun, sedangkan papan tengah 10-20 juta per tahun. “Ini harus kita lihat lagi, kita ini ada di papan bawah,” ungkapnya seperti diunduh laman Vivinews.com

Andrinof mengungkapkan alasannya mengapa pariwisata Indonesia tidak berkembang. Dikarenakan mental pelaku usaha maupun masyarakat di Indonesia belum menyadari bahwa potensi pariwisata sangat melimpah.

Hal tersebut, tercermin dari masih minimnya masyarakat yang peduli dengan lingkungan di daerah objek wisata. Juga sikap masyarakat sekitar masih banyak yang kurang akrab kepada wisatawan. “Itulah yang membuat daerah-daerah potensial masih sedikit diminati. Bahkan, setelah disuntik infrastruktur, dan dibantu event-event besar, tidak juga membantu,” ungkapnya.

Sepanjang 2014, Kementerian Pariwisata menargetkan jumlah kunjungan wisatawan asing sebanyak 9,3 juta orang. Sampai Oktober 2014, jumlah turis yang datang sudah menembus angka 7,76 juta orang. Angka ini naik 8,71 persen dibandingkan periode yang sama di 2013 sebanyak 7,13 juta orang. Pemerintah hanya tinggal mendatangkan 1,54 juta orang lagi untuk dapat mencapai target tersebut. Mungkinkan tercapai? ****

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.