Menteri Susi Ingin Wisata Bahari Indonesia Kayak Maladewa

0
1253

JAKARTA, test.test.bisniswisata.co.id: Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Susi Pudjiastuti, inginkan wisata bahari Indonesia bisa mencontoh wisata di kepuluan Maladewa. Indonesia belum bisa mengeruk keuntungan seperti Maladewa (Maldives) dari wisata bahari. Padahal, potensi yang dimiliki Indonesia untuk mengembangkan wisata bahari cenderung lebih besar.

“wisata kepulauan di Indonesia harusnya bisa mengalahkan Maladewa. Maldives itu bisa menghasilkan miliaran dolar dari pariwisata pulau kecil yang (luasnya) seperseribu dari kepulauan kita. Why we can’t make sense like Maldives,” ujar Menteri Susi di depan ratusan pengusaha yang hadir dalam Rapimnas Kadin di Jakarta, Selasa (9/12/2014).

Indonesia, lanjut dia, bisa menghasilkan pendapatan sepersepuluh dari pendapatan Maladewa dari wisata pulau itu, jumlahnya terbilang besar. “Jadi 10 persen dari 10 persen Maldives, it still a big money. Saya yakin Anda semua lebih cepat menghitung daripada saya,” katanya.

Menurutnya, Indonesia punya potensi laut yang cukup bagus untuk dijadikan wisata bahari. Di Indonesia, disebutkan ada 8.500 spesies ikan, 55 spesies rumput laut, dan 950 biota terumbu karang. “Itu luar biasa dibandingkan Palau dan Maldives. Ikan-ikan karang kita juga tidak kalah cantik dan lebih bagus daripada yang lainnya,” jelasnya.

Juga 35% populasi ikan di dunia dimiliki oleh Indonesia. Negara ini juga merupakan salah satu eksportir rumput laut terbesar dunia. “Ada 950 spesies biota terumbu karang di Indonesia. Dibanding pulau Maladewa, kita lebih indah. Semestinya kita bisa buat wisata bahari lebih dari negara lain,” tegas Susi.

Potensi budidaya laut Indonesia mencapai 12,55 juta hektar. Indonesia bisa belajar dari Norwegia yang dulunya pengimpor budidaya laut, sekarang menjadi eksportir yang omzetnya US$ 10 miliar per tahun. ([email protected])

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.