Menteri Pariwisata Luncurkan Festival Pesona Mentawai

0
677

JAKARTA, test.test.bisniswisata.co.id: Menteri Pariwisata Arief Yahya sangat mendukung Festival Pesona Mentawai, yang pertama kali dilaksanakan pada 2016. Dukungan itu dengan menetapkan Festival Pesona Mentawai menjadi agenda tetap tahunan pariwisata Indonesia.

“Kkepada semua orang Indonesia maupun mancanegara untuk melingkari tanggal kalender antara 19-24 April 2016. Catat dengan huruf tebal, saatnya ke Mentawai, sebuah pulau eksotik yang berbatasan langsung dengan Atlantik dan sebelah barat Sumatera Barat. Jangan lewatkan ya? Acaranya pasti seru. Kulinernya apalagi? Dijamin tidak rugi berwisata bahari di Mentawai,” papar Arief Yahya saat meluncurkan Festival Pesona Mentawai 2016 di Gedung Sapta Pesona, Jakarta, Selasa (5/4).

Dilanjutkan, kawasan Kepualuan Mentawai memang sarat akan potensi wisata yang jika dikembangkan bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat. “Bila sektor pariwisata berkembang pesat, pertumbuhan devisa Mentawai akan sama dengan daerah lain yang memiliki potensi sumber daya energi dan mineral,” tutur Arief.

Sudah bukan rahasia umum, tambah menteri, ombak dahsyat di sekitar Kepulauan Mentawai merupakan salah satu magnet wisatawan untuk datang. Khususnya bagi para traveler penikmat olahraga surfing. “Surfing merupakan salah satu sektor wisata unggulan Mentawai yang perlu dikembangkan. Saya kira atraksi yang harus kita angkat di sana surfing, jadi itu atraksi yang kita unggulkan,” ujar Arief.

Namun bagi traveler yang tidak menggemari surfing dan lebih tertarik pada budaya, ada banyak acara yang tidak boleh dilewatkan. Antara lain ada tarian spiritual adat, prosesi Rajah Tato Tradisional, pelestarian koral dan mangrove, pertunjukan budaya, festival kuliner tradisional, hingga karnaval budaya, dan lomba lagu. Musisi Katon Bagaskara dari grup KLA Project juga akan diboyong ke festival tersebut, tambahnya.

Festival Pesona Mentawai, yang kegiatannya dipusatkan di Pantai Mapadegat, Kecamatan Sipora Utara, Kabupaten Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat, bertujuan untuk memperkenalkan kebudayaan Kepulauan Mentawai dan meningkatkan pariwisata. Acara utama kegiatan yang dilaksanakan pada 19-24 April 2016 tersebut adalah kompetisi selancar tingkat internasional yang rencananya diikuti oleh 64 peselancar seperti dari Australia, Amerika Serikat, Afrika Selatan, Jepang, Republik Kepulauan Fiji dan Filipina.

Selanjutnya ada pertunjukan budaya masyarakat Mentawai, antara lain prosesi pengusiran roh jahat, ritual “Sabulungan”, penampilan kesenian tradisional, pelestarian terumbu karang dan mangrove dan pameran industri kreatif.

Kepala Dinas Pariwisata Mentawai Desti Seminora menambahkan, perhelatan tersebut akan dipusatkan di Tuapeijat dan lokasi pelaksanaannya di pantai Mapaddegat kecamatan Sipora Utara, Sumbar. Kegiatan yang akan menampilkan aktivitas budaya yang dilakukan masyarakat sehari-hari kemudian aktivitas Bahari. Dalam event ini, akan mengundang dari Kabupaten dan Kota dan juga dari usaha-usaha yang bergerak di bidang pariwisata untuk melakukan expo.

”Sekaligus kita sediakan stand bagi mereka secara cuma-cuma, kita berharap mereka bisa hadir pada kegiatan nantinya. Even perdana ini harus bisa digelar dengan debut yang manis,” papar wanita berparas manis itu.

Desti berharap, ending event Pesona Mentawai ini dapat memberikan kontribusi bagi Pariwisata Indonesia. ” Jelas kami harapkan munculnya peluang-peluang usaha yang ada di masyarakat dari wisatawan luar mancanegara dan Nusantara,” tambahnya.

Desti mengatakan ini merupakan even untuk pertama kalinya digelar, berbagai atraksi budaya Mentawai dapat disaksikan dalam acara itu. Diantaranya ritual pengusiran roh jahat , prosesi pernikahan adat Mentawai , pertunjukan pembuatan tato, pagelaran tari dan musik tradisional Mentawai, lomba panah dan proses pembuatan sagu. ”Nanti juga pengunjung bisa menikmati kuliner khas Mentawai,” kata dia.

Mentawai juga menggelar wisata bahari seperti jelajah hutan mangrove, kompetisi surfing internasional, lomba pacu perahu Mentawai, pelepasan penyu, dan penanaman terumbu karang. “Selain itu dengan festival ini kami harapkan berdampak positif untuk pariwisata di Mentawai, diharapkan akan ada jalinan kerja sama antar pemerintah dan swasta, pelaku wisata dengan usaha wisata, maupun antar usaha wisata dan ekonomi kreatif untuk untuk dunia pariwisata Mentawai yang berbasis Geotourism,” kata Desti. (endy)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.