Menteri Pariwisata dukung Rp 10 miliar untuk mempromosikan Aceh sebagai World Islamic Tourism

0
744
Menteri Pariwisata Arief Yahya (kanan) dan Walikota Banda Aceh, Illiza Sa'aduddin Djamal berbincang dengan mantan Menteri BUMN Soegiharto yang kini menjadi Komisaris PT Pertamina usai peluncuran Banda Aceh sebagai World Islamic Tourism di Balairung Soesilo Soedarman, Kementrian Pariwisata, Senin (31/3/2015). Pemkot Banda Aceh bekerjasama dengan PATA Chapter Indonesia akan meningkatkan promosi untuk meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara ( Foto: Antara/ Irwansyah Putra)

JAKARTA, test.test.bisniswisata.co.id: Menteri Pariwisata Arief Yahya akan mengucurkan dana promosi total senilai Rp 10 miliar untuk destinasi wisata di Aceh setelah Walikota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal meluncurkan kota Banda Aceh sebagai World Islamic Tourism, hari ini di Balairung Soesilo Soedarman, Kementrian Pariwisata.

“Anggaran promosi Provinsi Aceh saat ini sebesar Rp 10 miliar masih kurang jadi nanti kita tambah Rp 10 miliar karena untuk mempromosikan Banda Aceh sebagai kota wisata Islami dunia dibutuhkan dana promosi yang mencukupi, kata Arief Yahya usai menyaksikan penandatanganan kerjasama promosi antara Pemkot Banda Aceh dengan PATA Chapter Indonesia.

Pemerintah Singapura misalnya menganggarkan dana promosi sebesar US$20/turis, Malaysia US$15 dan Indonesia baru sebesar US$5/turis. Untuk menjaring wisatawan mancanegara ke Banda Aceh maka minimal Pemprov Aceh juga menganggarkan US$5/turis pula,” tuturnya.

Arief yakin dengan posisitioning Banda Aceh sebagai tujuan wisata islami dan dapat mengikuti jejak Kota Vatikan sebagai tujuan wisata religi maupun Sungai Gangga, di India yang banyak dikunjungi wisatawan nusantara maupun mancanegara.

Sebagai kota rahmatan lil alamin, Konsep wisata berbasis religi dapat dijadikan nilai utama pariwisata Banda Aceh. Obyek-obyek wisata di Banda Aceh baik bangunan pasca tsunami, heritage, dan adat istiadat akan dipromosikan lebih gencar. “Wisata tidak harus baru. Suasana alam dan alam sangat menarik untuk dinikmati,” tuturnya.

Menurutnya, sektor agama dan budaya di Aceh memiliki koneksi kuat untuk dijual sebagai wisata. Sama seperti Bali dengan filosofi kekuatan ajaran agama, budaya dan pariwisata yang bersatu, Aceh juga kuat daya tariknya dengan produk wisata alam dan proses ajaran kebudayaan religi syariat islamnya. Hanya saja kalau di Bali filosofi agama, budaya dan nilai ekonominya sudah bersatu tapi di Aceh ekonomi pariwisatanya belum menonjol.

Walikota Banda Aceh, Illiza menambahkan daya tarik Banda Aceh memang sangat islami yaitu sebagai kota syariah satu-satunya di Indonesia. Banda Aceh merupakan kota spritual yang memiliki nilai heritage dan sejarah kuat dan pintu masuk agama Islam ke Indonesia. Dahulu dikenal sebagai Bandar Aceh karena pedagang internasional ratusan tahun lalu sudah masuk.

“Sebagai kota tamadun, Banda Aceh telah memenuhi syarat landmark Islam. Kita memiliki Masjid Baiturrahman sebagai pusat wisata spiritual. Bahkan seperti halnya Masjid Nabawi di Madinah, maka Baiturrahman akan dilengkapi dengan paying-payung hidrolik di siang hari,” tutur Illiza.

Itulah sebabnya, dengan meluncurkan kota Banda Aceh sebagai World Tourism Islamic maka kota yang telah berusia 810 tahun ini harus menjadi Serambi Mekkah. Masyarakat Indonesia yang sudah rindu ingin berangkat haji dan umroh bisa berwisata Islami dulu ke Banda Aceh untuk beribadah, tafakur, ziarah dan aktivitas lainnya untuk mendekatkan diri dengan Allah SWT.

Sebagai provinsi di ujung barat Indonesia, Banda Aceh adalah lokasi strategis bagi pintu masuk di Selat Malaka dan menjadi Kota Tujuan Wisata Islami. Banda Aceh memiliki wisata kuliner yaitu makanan dan minuman halal, pengalaman wisata yang islami, harga terjangkau, dan keramahtamahan penduduk dalam menyambut wisatawan.

Banda Aceh memiliki wilayah seluas 61.36 km persegi dengan populasi 263.589 juta penduduk. Pemerintah Kota Banda Aceh menargetkan kunjungan wisatawan mancanegara dan wisatawan nusantara setiap tahun meningkat sebanyak 20 persen.

“Tahun lalu (2014), wisatawan mancanegara yang datang ke Banda Aceh sebanyak 11.103 orang. Wisatawan nusantara 224.939. Tahun 2013, wisatawan nusantara 229.589 orang dan wisatawan mancanegaranya hanya 5.317 orang. Persiapan-persiapan masih dibutuhkan untuk membantu menarik kunjungan wisatawan,” kata Illiza kepada wartawan saat jumpa pers.

Pemkot Banda Aceh bekerjasama dengan Pacific Asia Travel Association (PATA) Chapter Indonesia diwakili Poernomo Siswoprasetijo bertekad untuk mempromosikan sebagai destinasi Islami dunia.

Begitu pula Kementerian Pariwisata berjanji akan membantu promosi destinasi wisata Banda Aceh melalui branding Banda Aceh sebagai kota wisata Islami dunia. Selanjutnya pada iklan, Arief Yahya berjanji akan lebih mengangkat beberapa event wisata yang ada di sana, dan penjualan akan diupayakan kementerian pariwisata dengan pameran dan memberikan diskon harga untuk mengangkat minat wisatawan nusantara dan mancanegara.

Sementara itu, Tazbir, Direktur Promosi Dalam Negeri Kementrian Pariwisata mengatakan bahwa kucuran dana Rp 10 miliar itu telah mencakup dana dukungan beragam event di Aceh yang telah dijadwalkan di provinsi itu.

“Jadi jangan berasumsi akan ada tambahan dana segar Rp 10 miliar langsung mengucur ke Banda Aceh karena dukungan event yang sudah berjalan juga termasuk namun khusus untuk event di Banda Aceh akan diperbesar dan lebih mendunia promosinya,” kata Tazbir di akhir acara. (hildasabri@yahoo.com)

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.