Menteri Pariwisata bahas soal Indonesia Incorporated di TWA Angke Kapuk

0
2160
Menteri Pariwisata Arief Yahya menanam pohon mangrove di Taman Wisata Alam (TWA) Kapuk Angke, Jakarta Utara
JAKARTA, bisnisiwasata.co.id: Menteri Pariwisata Arief Yahya kembali melakukan kunjungan memantau destinasi wisata di Jakarta. Kali ini, Arief berperahu menyusuri Taman Wisata Alam (TWA) Angke Kapuk di Jakarta Utara untuk memahami rasanya menjadi konsumen alias wisatawan disamping memberikan pemahaman ke bergabai pihak pentingnya konsep Indonesia Incorporated.
Di hari keempatnya sebagai Menteri Pariwisata, Kamis sore,  mengunjungi Taman Wisata Alam (TWA) Angke Kapuk, menikmati wisata alam mangrove di damping Dirjen Pemasaran Kementrian Pariwisata Esthy Reko Astuti , Dirjen Ekonomi Kreatif berbasis Seni dan Budaya serta Direktur Promosi Dalam Negri, Tazbir.
TWA Angke Kapuk ini adalah kawasan pelestarian alam yang dimanfaatkan untuk kegiatan wisata alam dan pusat pengembangan ekowisata dengan luas area 99,82 ha. Fungsinya sangat strategis bagi pesisir pantai ibukota Indonesia karena mencegah intrusi air laut ke daratan dan juga dalam meredam banjir.
Setelah berkeliling selama seperempat jam mengitari sekitar 40 ha lahan mangrove, Arief langsung berkomentar pengalamannya di TWA seperti tidak berada di Jakarta. Padahal tempat ini sangat mudah dijangkau bahkan masyarakat yang dari dan menuju Bandara Soekarno Hatta pasti melintasinya.
“Seperti tidak berada di Jakarta ya dan karena tempat ini banyak dimanfaatkan pasangan yang shooting foto pra wedding (pra pernikahan) saya jadi pingin pra-wedding lagi nih,” katanya berseloroh setelah tiba lagi di dermaga dan diberondong pertanyaan pers.
Menurut Arief, dia sangat mendukung keberadaan TWA yang menjadi tempat wisata alam ditengah hutan beton ibukota negara.Di sini wisatawan selain bisa melakukan wisata air, berkemah atau memanfaatkan beragam villa yang ada juga bahkan dapat menyelenggarakan private wedding tanpa harus ke Pulau Bali.
“Intinya kunjungan saya ini ingin merasakan sebagai customer wisata alam, kalau tidak merasakan langsung menjadi wisatawan maka saya tidak akan tahu lapangan. Dalam bisnis itu kalau kita tidak bisa mengukur maka kita tidak bisa mengelola,” ujarnya.
Arief mengingatkan bahwa pariwisata adalah program nasional oleh karena itu mulai dari bupati, walikota, gubernur dan jajaran pemerintah maupun swasta harus memiliki komitmen bersama untuk mengembangkan industri pariwisata nasional di bawah payung semangat Indonesia incorporated.
“ Presiden Jokowi kan sudah mengingatkan kita jangan mengkotak-kotakan diri jadi karena pariwisata adalah program nasional maka yang akan kita bangun adalah semangat Indonesia Incorporated, semangat gotong royong sehingga dalam pengembangan pariwisata nasional maka spirit inilah yang kita bangun,” tegasnya.
TWA Angke Kapuk relatif sudah tertata baik dan bersih, namun bukan tanpa masalah karena tiket masuk ada dua perbedaan yang mencolok. Untuk wisatawan domestik cukup bayar Rp 25.000 tapi untuk wisatawan harganya Rp 250.000. Perbedaan yang sangat mencolok ini nampaknya karena belum ada semangat Indonesia Incorporated. Pengelola TWA harus membayar pajak yang tinggi serta bagi hasil ke Kementrian Kehutanan serta persoalan lainnya.
 “Dalam pengembangan pariwisata ke depan kita ingin fokusnya adalah Indonesia Incorporated, jadi ayo berkomitmen gotong royong dan satu tujuan. Dalam hal pengelolaan destinasi seperti TWA Angke Kapuk ini misalnya harus dikelola dan memiliki daya saingyang tinggi,” ujarnya.
Soal potensi dan keanekaragaman produk wisata, seni dan budaya sudah tidak diragukan lagi. Tapi kok dalam hal menjaring kunjungan wisatawan mancanegara kita kalah, sementara negara tetangga sudah mencapai angka kunjungan 20 juta orang, tegas Arief Yahya.
Hal itu karena spirit Indonesia Incorporatednya belum muncul, semua pihak masih asyik jalan sendiri-sendiri padahal tahun depan harus menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean, sementara kelemahan lainnya adalah masalah infrastruktur maupun Information, Communications Technology (ICT).
“Jumat siang ini saya akan menemui Kepala Staf Angkatan Laut untuk membahas wisata bahari kita, tolong beri waktu saya mempelajari dulu karena Presiden ingin menjadikan Indonesia poros maritime dunia,” ujarnya sebelum meninggalkan TWA Mangrove di Pantai Indah Kapuk, Jakarta Utara itu.
Dalam kunjungan ke obyek wisata ini, Menteri Pariwisata juga menanam pohon mangrove dan menerima jajaran direksi Sudirman Central Business District, Artha Graha Peduli Foundation serta Forum Peduli Mangrove Bali, diwakili I Made Arnata Riana. ([email protected])

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.