Home INTERNATIONAL Menteri Pariwisata: APKLINDO dan APLI agar buat model bisnis toilet bersih dan...

Menteri Pariwisata: APKLINDO dan APLI agar buat model bisnis toilet bersih dan gerai cuci

0
1033
Menteri Pariwisata Arief Yahya (tengah) mengunjungi stand APKLINDO di arena Clean & Expo 2015 dan berfoto bersama jajaran pengurusnya. Tampak Ketua APKLINDO HM Shiddiq, kedua dari kanan serta Wasono Rahardjo, Ketua APLI (paling kanan).

JAKARTA, test.test.bisniswisata.co.id: Menteri Pariwata Arief Yahya mengatakan bahwa Asosiasi Perusahaan Klining Servis Indonesia (APKLINDO) dan Asosiasi Profesi Laundry Indonesia (APLI) mengemban tugas mewujudkan kehadiran minimal 1000 toilet bersih dan 1000 gerai cuci ( jasa laundry) penunjang pariwisata Indonesia tahun ini.

“Targetnya tahun ini sudah terwujud dan saya sudah jelaskan pada para Ketua APKLINDO dan APLI bagaimana model bisnisnya sehingga mereka bisa  melahirkan entrepreneur baru di daerah. Dulu sewaktu saya menjadi CEO di PT Telkom kami membuat model bisnis untuk warung telekomunikasi (wartel) sehingga berdirilah 125.000 wartel di berbagai pelosok tanah air,” ujarnya ketika membuka Clean & Laundry Expo 2015 di Jakarta International Expo Kemayoran, hari ini (26/3/20150).

Sukses Telkom membangun bisnis model wartel sedikitnya menciptakan lapangan kerja dan peluang bisnis yang menguntungkan bagi masyarakat selama 10 tahun sebelum era mobile phone kemudian meledak di pasaran dan kontribusi jasa wartel berkurang drastis.

“Pemerintah pada 2020 memiliki target kunjungan wisatawan mancanegara 20 juta orang karena itu untuk mendukung pencapaian itu kita harus tunjukkan kebersihan toilet di obyek dan destinasi wisata RI dan juga bisnis laundry yang masuk hingga ke pelosok karena hotel-hotel berbintang kini tumbuh di kota-kota Kabupaten dan kecamatan pula,” katanya.

Menteri Pariwisata Arief Yahya mengaku seringkali terjebak malu ketika menarima kunjungan wisatawan mancanegara ternyata kondisi toilet bandara dan area landasan luar kotor padahal kebersihan toilet merupakan cerminan wajah Indonesia di mata dunia.

Kualitas toilet di Indonesia bahkan salah satu yang terburuk di dunia dan data World Economic Forum (WEF) menunjukkan kualitas toilet Indonesia di peringkat 40 dari 140 negara. Nilai kualitas toilet Indonesia hanya 40 dari skala 100 atau kalau nilai kelulusan pendidikan formal ibaratnya nilai E alias tidak lulus, jelasnya.

Begitu pula di rumah-rumah masyarakat, kualitas toilet yang buruk juga ditemui di berbagai fasilitas umum seperti terminal, stasiun kereta. Namun pihaknya yakin di era kepemimpinan Menhub Ignatius Jonan masalah toilet kotor ini dapat teratasi.

Kebersihan ini menjadi masalah tetapi dalam setiap masalah ada peluang bisnis karena itu pihaknya menantang Asosiasi Perusahaan Klining Servis Indonesia (APKLINDO) dan Asosiasi Profesi Laundry Indonesia (APLI) untuk membuat model bisnis ini lengkap dengan hitungan berapa lama investasi dapat kembali (return of investment) sehingga masyarakat tertarik masuk ke bisnis penunjang pariwisata ini.

“Jadi harus riset dulu, sehari berapa orang yang menggunakan, tarifnya berapa dan apakah masyarakat yang tidak memiliki modal bisa dibantu untuk bekerjasama dengan lembaga keuangan,” ungkap Arief Yahya.

Ketua APKLINDO HM Shiddiq SP mengatakan menyambut baik ajakan kerjasama tersebut. “Kami  sedang menyiapkan standar untuk pembuatan dan pemeliharaan toilet, menghitung nilai investasi dan bisnisnya serta sudah memiliki perangkat sertifikasi bagi profesi cleaning service,” ujar Shiddiq.

Dia juga sangat menghargai dukungan dari menteri periwisata karena kesadaran akan pentingnya kebersihan juga akan meningkatkan martabat pekerja profesi cleaning service yang dibina asosiasi yang dipimpinnya.

“Kami juga siap menjawab tantangan Menteri Pariwisata untuk membuat kompetisi toilet bersih antara bandara-bandara internasional di Indonesia bekerjasama dengan Angkasa Pura I dan II sehingga seluruh bandara nantinya menerapkan standar kebersihan toiltet,” tandasnya.

Menpar juga mengingatkan Ketua Asosiasi Profesi Laundry Indonesia (APLI) Wasono Raharjo bahwa kehadiran hotel-hotel di berbagai pelosok di tanah air perlu ditunjang dengan bisnis laundry yang profesional sehingga para pengusaha hotel, restoran juga mampu memberikan pelayanan yang nyaman bagi tamu-tamunya dengan kebersihan kamar-kamar tidur dan handuk yang prima.

Expo Clean dan Expo Laundry 2015 berlangsung tiga hari untuk kedua kalinya dan pameran dagang itu menampilkan berbagai produk kebersihan mulai dari kebersihan komersil, kebersihan industri, kebersihan publik, hingga kebersihan rumah dan pribadi berikut berbagai produk dan mesin penatu.

Pada pameran perdana setahun silam, berhasil menarik hampir 4000 pengunjung dan lebih dari 100 peserta pameran. Kali ini ada 150 peserta pameran yang berasal dari 16 negara dan target jumlah penduduk hingga 6000 pengunjung orang dari berbagai kalangan seperti pengelola gedung perkantoran, apartement, perumahan, hotel, sekolah,rumah sakit. Penyelenggara pameran seperti tahun lalu dipercayakan pada PT Media Artha Sentosa. Sementara, mitra prinsipal Expo Clean adalah Kaercher Indonesia. (hildasabri@yahoo.com)

 

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here