Menpar Ingatkan ASITA Jangan Abaikan Era Digital

0
290

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya kembali mengingatkan agar anggota ASITA (Association of the Indonesia Tours and Travel Agencies) tidak mengabaikan era digital. Mengingat, era digotal mengubah perilaku masyarakat yang menginginkan kebutuhan sesuatu serba cepat dan mudah, termasuk para wisatawan.

“Wisatawan ini melakukan perjalanan (traveler), mulai mencari dan melihat-lihat informasi (look), memesan paket wisata yang diminati (book) hingga membayar secara online (pay) dilakukan secara digital. Jika anggota ASITA tak memanfaatkan era digital bakal tergilas,” ungkap Menpar pada acara 46th Anniversary & ASITA Awards di Gedung Sapta Pesona, kantor Kementerian Pariwisata Jakarta, Senin (9/1/2017) malam.

Gaya hidup wisatawan, sambung menteri, dalam mencari informasi destinasi, memperbandingkan antar produk, memesan paket wisata, dan berbagi informasi kini telah mereka lakukan secara digital. “Dengan kata lain kini wisman melakukan search and share menggunakan media digital,” sambungnya.

Dikatakan, sebagai antisipasi terhadap perubahaan pasar tersebut, Kemenpar menggandeng PT Telkom meluncurkan ITX (Indonesia Tourism Exchnage). ITX ini merupakan platform digital market place dalam ekosistem pariwisata atau sebagai pasar digital yang mempertemukan buyer dan seller di mana semua travel agent, akomodasi, atraksi dikumpulkan untuk dapat bertransaksi.

ITX ini tampilannya seperti search engine atau mesin pencari; ada look-nya, pemesanan (book), maupun bayar (payment). ITX yang disediakan Telkom ini dapat diakses lewat smarphone sehingga mudah bagi para pengguna atau user dari pelaku usaha Biro Perjalanan Wisata (BPW) dan agen BPW untuk melakukan usaha.

“Kita harapkan pada triwulan II/2017 sudah operasional 100% dan semuanya digital,” kata Menpar sambil menambahkan agar pelaku usaha perjalanan wisata yang tergabung dalam ASITA memanfaatkan ITX.

Menteri Arief Yahya mengharapkan agar anggota ASITA yng kini mencapai lebih dari 7.000 perusahaan jasa biro Perjalanan wisata agar benar-benar mengubah pola usahanya dari manual menuju digital. “Jika hal ini tidak dilakukan, atau masih menggunakan cara-cara konvensional, tradisional pasti akan kalah bersaing malah bisa menghilang,” lontarnya.

Ketua DPP ASITA Asnawi Bahar mengakui saat ini zaman telah jauh berbeda, dunia teknologi informasi telah bergeliat seakan tiada henti. Kehadiran dunia IT dengan segala perkembangannya telah membuat persaingan usaha penyedia jasa perjalanan wisata juga semakin sulit terkendali.

“Semakin sulit membedakan antara yang legal dan yang illegal. Namun keberadaan ASITA tentu dapat menjadi pembeda di antara keduanya,” kata Asnawi. (endy)

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.