Menpar Desak Stakesholder Pariwisata Lombok Miliki Halal Travel Mart

0
715
Lombok

Kawasan KEK Mandalika, Lombok, akan dilengkapi Mesjid Raya Mandalika (www.haripersnasional.com)

LOMBOK, test.test.bisniswisata.co.id; Menpar Arief Yahya desak industri wisata Lombok untuk memiliki bursa wisata sendiri dalam kemasan International Halal Travel Mart  dan mengundang tour and travel dari Singapore, Malaysia, Arab Saudi, UAE, Qatar, Mesir, India, bekas Uni Soviet di Selatan, termasuk China yang juga punya penduduk muslim.

“Jangan kalah cepat. Singapore saja punya kok? Bursa pariwisata halal? Lombok juga harus punya untuk mengukuhkan destinasi halal,” ungkap Arief hari ini dalam rilisnya.

Arief Yahya lagi-lagi mengingatkan, soal Kota Ampenan yang pernah dia minta sebagai kawasan café, restoran dan entertainment halal, di desain yang bagus, kelas menengah atas, dibuatkan jalur pedestrian buat berjalan kaki yang longgar, dan ada pusat souvenir khas Lombok.

“ Biar benchmarkingnya mudah, lihat saja apa yang dilakukan Malaysia dengan Bukit Bintang. Di kota itu tempat minum kopi, mencicipi teh, minuman segar lain, makanan, snack, bakar-bakaran bernuansa Arab, apa saja ada di situ. Buka sampai jam 4 pagi, mengikuti ritme orang Arab, karena siang panas, mereka beraktivitas di malam hari, di malam hari,” kata Menpar Arief Yahya.

Berbicara usai menyampaikan informasi rampungnya desain masjid Raya Mandalika yang sudah ditetapkan sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK). Kehadiran mesjid yang bisa menjadi ikon itu akan melengkapi destinasi yang dijuluki Negeri Sejuta Mesjid.

Apalagi tahun lalu di event World Halal Travel Award 2015 di Uni Emirat Arab (UEA), Lombok meraih dua penghargaan sebagai World’s Best Halal Tourism Destination (Lombok) dan World’s Best Halal Honeymoon Destination (Lombok), sementara Hotel Sofyan Jakarta meraih dan World’s Best Family Friendly dimana penghargaan tersebut semakin mengukuhkan Indonesia sebagai tujuan wisata halal kelas dunia.

Menyinggung rencana penbangunan Masjid Raya Mandalika, Arief Yahya mengatakan desain Masjid Raya Mandalika sudah hampir komplit, mendekati 100 persen. Tanggal 22 April 2016 nanti rencananya sudah diserah terimakan oleh konsultan PT PT Bita Aegis, yang mengerjakan desain masjid tersebut, untuk ditindak lanjuti ke level berikutnya.

Langkah ini  setelah Ketua Pokja Percepatan 10 Top Destinasi, Hiramsyah Sambudhy Thaib menyampaikan beberapa quick win Mandalika di seminar dalam rangkaian Festival Pesona Tambora 2016, di Lombok 18 Maret 2016 lalu.

“Saat ini telah dilakukan pekerjaan pengukuran, dan dalam tahap Penunjukan Kontraktor Pekerjaan Pemasangan Pagar Beton di lokasi Masjid,” sebut Taufan Rahmadi, Anggota Tim Pokja 10 Top Destinasi.

Konsultan PT PT Bita Aegis itu yang mendampingi Menpar.

Menurut Taufan, Pihaknya menghibahkan karya rancangan konsep desain masjid ke ITDC –Indonesia Tourism Development Corporation—Mandalika, yang mengelola KEK Pariwisata seluas 1.035 hektare itu. Pagar beton masjid akan dibuat berbatasan langsung dengan warga masyarakat, yang paling dekat dengan penduduk, agar terjadi interaksi positif antara warga-KEK.

“Begitu 22 April selesai, langsung masuk ke tahap penunjukan konsultan detail engineering design (DED) masjid, yang akan melengkapi Lombok sebagai “Negeri Sejuta Masjid” itu.

Progres lain yang dilaporkan adalah Penambahan jumlah karyawan baru Tim Project Mandalika, yang akan berkantor di Rumah Mutiara Indonesia (RMI) dan Kantor Proyek Sunggung.

Sambil menunggu RMI siap dipakai, tim baru Project Mandalika ITDC ditempatkan di Hotel De’Praya, dengan menyewa 1 ruang rapatnya untuk menjalankan aktivitas kantor.

Selain itu juga sentuhan akhir Penataan Pantai Kute Mandalika (beach walk, fasilitas retail kecil/UKM, landscape, dan lainnya). DED Pantai Kute yang berpasir lembut putih itu dijadwalkan selesai Mei 2016, dan action di lapangan akhir Juni 2016.

“Senin 11 April 2016 nanti, rencananya akan ada pertemuan dengan Satker PU Provinsi terkait Pekerjaan Detail Enginering Design Penataan Pantai Kute itu,” kata Taufan.

Menpar Arief Yahya terus memantau perkembangan KEK Mandalika, yang sudah dibebaskan lahannya sejak tahun 1987 itu. Lombok yang sudah dikenal sebagai Halal Destination, Halal Tourism, Family & Moslem Friendly itu harus segera bergerak, bahkan lebih cepat. Karena promosi ke mancanegara dengan originasi halal akan terus dikebut. Jika destinasi halal yang disiapkan tidak kunjung “siap” akan menurunkan brand Lombok sebagai Halal Destination itu.

Menpar Arief Yahya sebenarnya sudah cukup jelas menyampaikan pada stajesholder, terutama kepada daerah yang memiliki destinasi. Lombok itu kuat dengan masjid-masjidnya, bahkan ketika Menpar menyebut Negeri Seribu Masjid.

“ Poinnya adalah, banyak masjid bagus, besar, bersih, dan terawat di sepanjang jalan di Pulau Lombok. Ini kekuatan besar,” kata Arief . Satu-satunya cara untuk menonjolkan keunikan masjid-masjid besar itu adalah dengan lighting. Pencahayaan masjid di malam hari, yang harus dibuat wow. Ini akan menjadi atraksi tersendiri. Orang akan banyak jalan malam-malam hanya untuk menikmati lampu-lampu masjid yang keren. Kira-kira kelasnya seperti Masjid Nabawi, Madinah, yang artistic dengan lampu sorot. “

Jika masjid-masjid itu segera dipasang lampu yang bagus, ini akan menjadi satu-satunya di dunia. Bisa dipromosikan secara global,” ungkap Arief. Dia juga senang jika Masjid Raya Mandalika itu segera direalisasi lebih cepat. Diikuti dengan infrastruktur yang lain yang bisa didahulukan.

“Soalnya sudah terlalu lama publik menunggu actions Mandalika sebagai KEK Pariwisata. Sudah lebih dari 25 tahun “diam” berhenti tidak ada progress. Presiden Joko Widodo juga berpesan ke kabinet kerja untuk mengutamakan pekerjaan infrastruktur, deregulasi dan SDM,” tegasnya. (*/ hss)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here