Menpar Canangkan Budaya Kerja di Kemenpar

0
491

JAKARTA, test.test.bisniswisata.co.id: Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya menilai pariwisata merupakan industri jasa yang diperebutkan banyak negara di dunia, tidak terkecuali negara tetangga yakni Malaysia, Singapura dan Thailand yang menjadi kompetitir Indonesia.

“Untuk memenangkan persaingan dengan kompetitor dibutuhkan budaya kerja dan peningkatan etos kerja. Saat ini kita sedang membangun corporate culture wonderful Indonesia atau Win Way Wonderful Indonesia. Way ini sebagai jurus menang. Rumusnya 3 S yakni solid, speed dan smart,” papar Menpar Arief Yahya disela pencanangan budaya kerja Kementerian Pariwisata di Jakarta, Kamis (18/02/2016)

Pertama, lanjut mantan CEO Telkom Indonesia, solid, kompak dan bersatu menuju Indonesia incopororated, Indonesia Integrated. “Kenapa Thailand merupakan negara di ASEAN yang mendapatkan tingkat kunjungan wisatawan yang tertinggi, ya karena Thailand memegang teguh integrated. Nah, ini yang kita bagun agar Indonesia Integrated,” harapnya.

Selain itu, lanjut dia, agar solid maka kita harus pintar bersinergi, berkilaborasi dan berkordinasi. Kedua speed atau kecepatan. “Dalam persaingan masa kini dan masa depan, speed itu sangat penting. Mengingat, yang cepat akan mengalahkan yang lambat. Bukan yang besar memakan yang kecil. Untuk ini tak ada pilihan lain, jika ingin memenangkan pertarungan kita harus bergerak lebih cepat atau ngebut. Tidak lelet,” paparnya.

Dilanjutkan, tahun ini Presiden Joko Widodo menetapkan sebagai tahun akselerasi atau percepatan dalam rangka mewujudkan target 2019. Pariwisata 2019 harus dapat memberikan konstribusi pada PDB nsional sebesar 8 persen, devisa yang dihasilkan sebesar Rp 240 triliun.

Juga menciptakan lapangan kerja baru di bidang pariwisata sebanyak 13 juta orang. Ditambah target kunjungan wisatawan mancanegara sebanyak 20 juta turis asing dan pergerakan wisatawan nusantara sebanyak 275 orang serta inderks daya saing pariwisata Indonesia berada di rangking 30 dunia, harapnya.

“Nah, selama lima tahun terakhir, Indonesia belum mampu mengejar tiga negara pesaing Thailand, Singapura dan Malaysia. Karenanya kita harus membangun spirit bahwa pariwisata Indonesia bisa mengalahkan Malaysia dan Thailand. Pariwisata Indonesia harus menjadi penghasil devisa utama bagi bangsa Indonesia,” lontarnya.

Untuk menggapai itu semua, kata Menteri, budaya kerja Kementrian Pariwisata telah dirumuskan dalam tiga nilai dasar yakni integritas, etos kerja dan gotong royong dengan perilaku dan indikator yang masing-masing memiliki nilai bobot yang berbeda, yakni integritas memiliki bobot paling tinggi yakni mencapai 50 persen. Perilaku, jujur, dapat dipercaya, berkartakter, bertanggung jawab dan konsisten.

“Budaya kerja kementerian harus konsisten dan memegang teguh suatu prinsip atau pendirian dari segala hal. Makanya integritas memiliki bobot paling tinggi diantara etos kerja dan gotong royong,” katanya.

Dikatakan, nilai etos kerja yang diwujudkan dalam perilaku etos kerja, daya saing, mandiri, optimis, inovatif dan produktif mempunyai bobot 30 persen. Sedangkan nilai gotong royongg memiliki bobot nilai 20 persen yang diwujudkan dalam perilaku yakni kerjasama, solidaritas, tolong menolong, peka, komunal dan berorientasi pada kemaslahatan. (endy)

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.