Menpar Arief Yahya Kunjungi Vihara Patung Seribu Wajah

0
1310

TANJUNGPINANG, Bisniswisata.co.id. Sehari setelah membuka Event Trilathon di Lagoi, Pulau Bintan Sabtu (23/5/15) Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya meluangkan waktunya untuk mengunjungi Vihara Ksitigarbha Bodhisattua, yakni vihara yang memiliki patung seribu wajah yang berada di Tanjungpinang ibukota Kepulauan Riau (Kepri).

Sebenarnya jumlah patung hanya 500, dan tidak boleh lebih karena sejarah Budha sudah mengaturnya begitu.

Namun dinamakan patung seribu wajah Lohan karena julukan orang yang begitu melihat banyaknya patung tersebut spontan mengatakan seribu.

Walaupun banyak patung lohan ini memiliki karater dan nama yang berbeda- berbeda.

Lohan adalah murid-murid Budha dan Dewa, yang sering di utus dengan kewajibannya masing-masing, misalnya ada yang mengatur petir, panas, hujan, angin dan lain sebagainya.

Vihara ini menghadap ke utara dan sudah di atur fengshui dari Tiongkok sejak 11 tahun yg lalu.

“Patung seribu wajah ini merupakan patung terbanyak di ASEAN dan menjadi daya tarik bagi wisatawan Tiongkok,” ujar Arief Yahya di Tanjungpinang, Minggu (24/5/15).

Menurutnya dengan adanya pembangunan ini diharapkan wisatawan Tiongkok selain berwisata dapat bersembahyang di wihara ini.

Arief mengatakan, “Untuk lebih menjual atau sebagai promosi ada baiknya keterangan yang tercantun jangan hanya memakai bahasa Tiongkok tetapi bisa ditambah dengan bahasa Inggris dan sebagainya”.

Kepulauan Riau menurut Arief merupakan andalan pariwisata Indonesia setelah Bali. Target 2,5 juta wisatawan untuk Kepri dari keindahan alamnya.

“Untuk Kepri keindaham alamnya ada 50 persen, yang buatan 30 persen, dan budaya 20 persen. Kota Tanjungpinang banyak yang terkenal kepopulerannya,” ungkapnya.

Lebih lanjut Arief mengatakan, “Kepopuleran Tanjungpinang pun terlihat ketika diadakan Kepri Culinary Festival di Jakarta pada 16-17 Mei lalu, 90 persen kuliner Kepri dari Tanjungpinang”.

Sedangkan mengenai Pulau Penyengat menurutnya Tanjungpinang memiliki wisata budaya, yakni dengan keberadaan budaya Melayu, Gurindam 12. (evi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.