10 Destinasi Wisata Unggulan Ditawarkan ke Putri Belgia

1
738
Menko RR , Putri Belgia dan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti (Foto: tempo.co)

JAKARTA, test.test.bisniswisata.co.id: KUNJUNGAN Princess Astrid Josephin yang merupakan Royal Highness Princess of The Kingdom of Belgium (adik Raja Belgia) ke Indonesia dimanfaatkan sebaik mungkin oleh Menko Maritim dan Sumber Daya Rizal Ramli.

Saat acara Indonesia-Belgia Maritime Summit di Jakarta, Rabu (16/3/2016), selain mempromosikan potensi sektor maritim di Indonesia juga memaparkan potensi 10 destinasi wisata unggulan di luar Bali. “Kawasan wisata di Indonesia, bukan hanya Bali, namun ada 10 daerah lainnya yang juga berpotensi menjadi ‘Bali’, ya kita tawarkan juga,” papar Menko RR – sebutan dari Rizal Ramli dalam acara Belgium-Indonesia Maritime Summit di Hotel Pullman, Jakarta, Rabu (16/3/2016).

Ke-10 destinasi wisatawa itu, Danau Toba (Sumatera Utara), Tanjung Lesung (Jawa Barat), Kepulauan Seribu (DKI Jakarta), Bangka-Belitung, Borobudur (Jawa Tengah), Gunung Bromo (Jawa Timur), Mandalika (Lombok/NTB), Raja Ampat (Papua Barat), Morotai (Maluku Utara), Labuhan Bajo Komodo (NTT).

Menko RR menjelaskan pemerintahan Jokowi-JK sangat concern untuk memberdayakan potensi pariwisata dimiliki Indonesia, yang diyakini bisa mendorong roda perekonomian. “Pemerintah sekarang sangat serius membuat sektor pariwisata lebih berkembang lagi. Jadi, kalian (investor Belgia) bisa melirik industri ini untuk investasinya,” ajak Mantan Menko Perekonomian era Presiden Abdurrahman Wahid.

Menurutnya, target kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) sebanyak 12 juta orang pada 2016, dan 20 juta pada 2019, bukanlah hal yang mustahil, mengingat potensi wisata Indonesia begitu menarik bagi investor. “Pemerintahan sekarang banyak mengebut pembangunan infrastruktur akses pariwisata seperti bandara, akses jalan, dan pelabuhan, karena pariwisata paling mudah dan paling cepat datangkan devisa, harus pertumbuhan double pada 2019 nanti,” lontarnya serius.

Sebagai informasi, pertemuan Indonesia-Belgia sendiri dihadiri investor-investor besar dari Belgia. Para investor ini merupakan pengusaha Belgia di sektor infrastruktur maritim, mesin pelabuhan, waterway, penahan ombak, logistik, dan manajemen pelabuhan.

Berkiatan dengan promosi potensi maritim di Indonesia, Menko RR bersama Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menilai Belgia sangat tertarik melakukan kerja sama dengan Indonesia, salah satunya dalam hal pengembangan pelabuhan.

“Ada beberapa yang konkret ditandatangani dan ini masih dilanjutkan lagi working session-nya sampai besok, mungkin akan lebih banyak tanda tangan konkret, kebanyakan di dalam maritim, dalam pengembangan pelabuhan, bredging, shipping, dan tourism,” urainya.

Komitmen Belgia, dibuktikan dengan ditandatanganinya beberapa nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) terkait kerja sama riset dan konsultasi serta kerja sama dalam bidang kepelabuhan maritim dan logistik.‎ Namun, mantan Kepala Badan Urusan Logistik (Bulog) ini masih enggan menyebutkan detail kerja samanya. “Liat saja ini kan belum selesai, sampai besok akan kelihatan, enggak bisa dong ditargetin namanya juga negosiasi. ini masih on going,” sambungnya. (*/e)

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.