Home DAERAH Menko Maritim: Liburan Akhir Tahun, Bali Aman Dikunjungi

Menko Maritim: Liburan Akhir Tahun, Bali Aman Dikunjungi

0
271
Status Gunung Agung awas (Foto: www.infonawacita.com)

JAKARTA, Bisniswisata.co.id: Pemerintah menyatakan Bali tetap aman untuk jadi tempat berlibur pada akhir tahun 2017, meski status Gunung Agung masih awas. Aktivitas penerbangan di Bandara Ngurah Rai, Denpasar pun diperkirakan tak akan terganggu abu vulkanik Gunung Agung, karena arah angin tidak mengarah ke bandara tersebut.

“Dari hasil paparan vulcanologist, statusnya Gunung Agung tetap awas, tapi hanya pada radius 10 km paling jauh. Sisanya seluruh Bali normal,” ungkap Menteri Koordinator (Menko) Bidang Maritim Luhut Binsar Pandjaitan didampingi Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan usai Rakor situasi Gunung Agung dengan kementerian dan lembaga terkait di Jakarta, Jumat (15/12/2017).

Dilanjutkan, perhitungan arah angin, juga menuju ke timur sehingga abu letusan Gunung Agung diperkirakan tidak akan mengganggu aktivitas penerbangan di Bandara I Gusti Ngurah Rai. “Kalaupun ada perubahan minor ke arah timur menurut Pak Jonan (Menteri ESDM), ada NOTAM (notice to airmen) yang bisa diberitahukan,” tambahnya.

Untuk memastikan keamanan kondisi Gunung Agung apabila terjadi letusan, Kementerian ESDM telah membuat simulasi bahaya berdasarkan potensi aliran awan panas, aliran lahar, maupun penyebaran abu vulkanik dengan berbagai skenario.

“ESDM atau vulcanologist sudah membuat simulasi 20 juta lahar yang ada kalau dia meledak 2,5 juta apa dampaknya, kalau meledak 5 juta lahar apa dampaknya, atau sampai 20 juta lahar itu apa dampaknya,” sebut Purnawirawan Jenderal itu.

Simulasi itu, tambah Luhut, menunjukkan bahwa daerah-daerah pariwisata yang lokasinya berada di luar radius 10 km dari puncak Gunung Agung dalam kondisi normal dan aman.

Kepala Badan Meteorologi Klimatologi Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati menuturkan, pihaknya telah memperhitungkan kondisi cuaca terutama arah angin dan hujan terhadap sebaran abu yang berpotensi dapat mengganggu penerbangan.

“Diperkirakan secara umum pada Bulan Januari di Indonesia, bahkan juga di Pulau Bali angin bertiup dari barat ke arah timur. Demikian juga pada lapisan 500 milibar atau sekitar 1.000 milibar atau di sini sekitar 1.500 meter,” ujar Dwikorita.

“Nah di situ arah angin juga masih bertiup ke arah timur, sehingga seandainya terjadi erupsi dan mengeluarkan abu, abu itu akan bergerak ke arah timur tidak mengganggu Bandara Ngurah Rai,” tambah mantan Rektor Universitas Gajah Mada tersebut.

Kondisi ini, menurutnya, dibantu oleh curah hujan menengah yang bisa mencapai 300 mm. “Artinya hujan ini terjadinya masih berada mulai dari atas ketinggian gunung sehingga abu dapat mencuci udara,” pungkasnya. (BSO)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.